A n E n d l e s s S p a c e    AN ENDLESS SPACE : Liberating The Soul

Tuesday, May 03, 2005

Liberating The Soul

Liberating The Soul
Menitipkan Keluarga dalam Perlindungan Illahi
Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani an Naqshbandi
Ditranslasi dari Liberating The Soul, Vol.1


Saya berkata kepada saudara-saudara Turki kita yang berada di London, Inggris, Jerman, dan disetiap tempat mereka tinggal di negara-negara barat, bahwa mereka harus berhati-hati dengan anak-anak mereka. Sungguhpun demikian, sangat berat untuk menjaga anak-anak kita di negara-negara barat. Kita berusaha menjaga Islam dan Iman, tapi sangat sulit untuk anak-anak kita karena kondisinya sangat berat, sangat sukar, dan akhirnya membuat anak-anak kita menjauh dari kita. Grandshaykh hari ini mengingatkan saya untuk menyampaikan hal ini. Dan ini juga akan berguna untuk saudara-saudara Muslim lainnya, karena anak-anak kita adalah hal yang teramat penting bagi hati kita.

Tiap minggu, tiap Jum’at ( yang terbaik adalah hari Jum’at ), engkau harus mengumpulkan istri dan anak-anak yang tinggal denganmu, semuanya baik kecil maupun besar. Perintahkan mereka membersihkan diri, mencuci muka, tangan dan kaki, dan duduk melingkari engkau, engkau di tengah. Bacalah Kalimat ash-Shahadah, “ Ashhadu an la ilaha illa-Llah wa ashhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasulihu, “ 3x, dan kemudian bacalah juga “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah “, tiga kali lebihpun tidak masalah.

Kemudian bersama keluargamu kirimkan Shahadah dan Istighfar tersebut untuk Rasulullah saw, “ O Rasul ku, saya menghadiahkan Shahadah ini kepadamu dari kami semua, dan saya menitipkan keluarga saya kepadamu juga, dibawah pandanganmu, tatapanmu, untuk engkau jaga“. Dan Rasul saw adalah al-Amin, sangat terpercaya, memegang amanah dan titipan, sehingga beliau akan membawa mereka semua dalam perlindungan nya, di bawah tatapannya. Kita harapkan ini sebagai sebuah perlindungan bagi generasi muda di negara-negara barat, karena orang-orang Muslim sering bertanya dan mengeluh kepada saya tentang anak-anak mereka.

Di masa Nabi Hud as, ketika orang-orang membantah kenabiannya dan tidak mau beriman, Allah swt berkata kepada Hud as bahwa Ia akan membinasakan bangsa ‘Aad dengan badai besar. Kemudian Hud as mengumpulkan orang-orang yang beriman untuk duduk di satu tempat, dan ia membuat sebuah lingkaran disekeliling mereka. Setelah itu, dengan perintah Allah swt badai datang memusnahkan orang dan segala-galanya dari bumi ( postur orang-orang tersebut sangat besar seperti menara gereja atau masjid ). Mereka bagaikan daun, tertiup keatas dan terhempas ketanah, menjadi serpihan-serpihan. Tapi dalam lingkaran tadi, dimana Hud as duduk dengan pengikutnya, angin datang dengan lembut dan halus, bagai angin surga yang dikirim ke bumi.

Saat ini kata Grandshaykh, di negara-negara barat dan dimanapun, ada badai besar yang menghantam orang-orang. Tidak ada yang bisa kokoh bertahan kecuali orang-orang yang meletakkan dirinya dalam lingkaran perlindungan Allah swt, dan ini adalah cara-cara yang kokoh untuk melindungi ummat di negara-negara barat dan dimanapun. Sekali seminggu kalian bisa memperbarui keimananmu dan memohon ampunan Allah swt, dan Ia akan membuat sebuah lingkaran untuk mengitari engkau dan keluargamu agar badai tadi tak bisa menyentuhmu, ataupun engkau tak dibiarkan berada diluar terhantam badai.

Itu adalah perlindungan untuk kita, kalau tidak sangatlah susah untuk menjaga generasi muda.Hal ini teramat penting untuk orang-orang Muslim, tapi juga penting untuk setiap orang karena orang-orang non-muslim, Kristen dan lainnya juga terkena badai tersebut. Setiap orang menderita, dan tak ada tempat berlindung untuk anak-anak Adam kecuali tempat berlindung yang dibuat Allah swt untuk mereka. Orang-orang yang datang ke tempat berlindung tersebut akan aman dan tentram, tapi yang lari tak akan mampu menyelamatkan dirinya atau orang lain. Dan semua orang sekarang menderita karena keluarganya atau anak-anaknya.Tak ada yang dapat dilakukan saat ini kecuali datang ke tempat perlindungan Allah swt ( Lord’s shelter ).

Semoga Allah memasukkan kita dalam tempat perlindunganNya, termasuk keluarga kita dan semua yang berhubungan dengan kita. Dan kita mohonkan juga tempat berlindung bagi semua orang yang tinggal di kota besar ini. Sebagai tanda syukur dari orang-orang beriman, mereka wajib mendoakan tempat perlindungan Allah swt bagi orang-orang lain disamping diri mereka sendiri, karena seorang yang beriman harus mendoakan hal-hal yang baik. Apapun yang ia minta untuk dirinya, dia harus mohonkan juga untuk orang lain. Kita merasa bahagia jika setiap orang percaya pada Tuhan, kita merasa bahagia dengan siapapun yang akan menjadi hamba Tuhannya. Dan kita juga terus memohon agar menjadi hamba-hamba Allah yang ikhlas dan rendah hati. Amin .


Semua Kejadian Berjalan Dengan Cepat
Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani an Naqshbandi
Ditranslasi dari Liberating The Soul, Vol.1


Malam telah pergi dan pagi menjelang. Ya, malam telah dikuburkan dan hari baru dating Dan ketika malam dating lagi, maka setiap kejadian hari ini akan berlalu dengan cepat. Segala sesuatu berjalan dengan cepat. Kalian tak dapat membayangkan bagaimana cepatnya segala sesuatu berubah. Dan kita berpikir bahwa segalanya sama, seperti ketika kita berada di pesawat dan tidak dapat melihat apa yang terjadi. Tetapi kadang kala saya juga melalui jendela pesawat melihat keluar dan saya melihat pesawat lain berada dibawah kita.

Saat itu saya menyadari bahwa kita seperti pesawat yang sedang terbang itu, bahwakita juga terbang tidak berhenti. Bila saya tidakmelihat keluar saya kira bahwa kita tetap berada ditempat tidak bergerak. Dan akhirnya kitapun sampai ketempat tujuan kita. Semua mahluk didunia adalah penumpang, duduk di planet bumi ini. Ketika saya berpikir tentang hal ini, kadang saya bergumam,” pergi dalam waktu “ siapakah Kapten kapalnya, siapakah yang mengatur, siapa pilotnya? Apakah planet yang besar dengan seluruh penumpangnya tak ada pilotnya, tak mungkin. Bahkan setiap penumpang berkelahi satu sama lain, saling melempar , mereka semua berkelahi.

Dalam ruang waktu, kemanakah kita menuju? Apabila kita bergerak diluar orbit, segalanya akan habis, orang akan terlempar kesana kemari, Ya Latif,Ya Yang Maha Lembut. Dan kita duduk diatas api, api yang berada didalam bumi. Tetapi manusia tidak merasa takut, karena mereka tidak berpikir, mereka mabuk. Laa hawla walaa quwwata illa bill ah hil adzim, Tak ada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi.

Wa min Allah at Tawfiq


Kebutuhan Akan Kepastian
Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani an Naqshbandi
Ditranslasi dari Liberating The Soul, Vol.1


Sangat tak mungkin bagi seseorang untuk meninggalkan sifat-sifat buruk setani dan berjalan dijalan yang lurus, kecuali Allah swt menolong mereka. Oleh sebab itu kita harus memohon pertolongan Allah untuk segala sesuatu. Kalian tak dapat menjauhi perbuatan buruk bila kalian tak memohon pertolongan Allah, dan kalian tak dapat meletakkan langkah kalian dengan benar tanpa memintaNya. Oleh sebab itu ketika kalian ingin meninggalkan perbuatan nafsu setani,kalian harus memohon pertolongan Allah dengan mengucapkan, Audzu billah hi minas syaitonir rojim. Kalimat ini akan memberi perlindungan, menjadi benteng bagimu.

Setiap saat kalian merasa setan akan mengganggumu, kalian harus katakan, “Oh, Tuhanku, setan menginginkan aku menjadi hambanya, untuk menjadi pengikutnya. Oh Tuhanku jagalah aku dari setan terkutuk”. Ini kalimat yang penuh makna,meski kita hanya mengucapkannya dengan lidah kita, hal ini akan memberi perlindungan, apalagi bila kita mengucapkan dengan hati kita, maka akan menjadi sangat kuat.

Dan ketika kalian memohon untuk mendapat jalan yang benar, kalian harus mengucapkan,” Bismillahir rohman nir rohim “. Zaman akhir ini ketika kita ingin melangkah dijalan yang benar, 100 setan akan mengeroyokmu dan mencegahmu agar tidak bisa bergerak untuk melangkah kejalan yang benar. Dan ketika kalian mengatakan, ” Bismillahir rohman nir rohim” ini akan membuat setan menjauh dan memberimu kekuatan untuk melangkah dijalan yang benar.

“Ya..!!, Hal ini benar adanya,” Bismillahir rohman nir rohim” sangat powerful, sangat kuat. Ini adalah kunci dari setiap kekuatan ajaib. Semakin kuat hal ini kau yakini, meski kalian letakkan kakimu diatas sungai, maka kalian dapat berjalan diatasnya. Hanya keyakinan yang kuat yang dapat mencapainya. Setiap orang mengetahui sesuatu, tetapi hanya beberapa orang yang memiliki “keyakinan” sempurna. Ilmu pengetahuan bisa saja dimiliki setiap orang, tetapi “keyakinan” hanya beberapa orang yang terpilih saja yang memilikinya.

Hasan al Basri, semoga Allah merahmatinya, adalah Imam yang terkenal. Pada masanya Habib al’Ajami yang bukan berasaldari Arab,tetapi ia orang Persia atau Bukhara. Dia tidak membaca Qur’an seperti layaknya orang Arab, dia bahkan seorang yang buta huruf. Suatu ketika Hasan al Basri datang dan melihat Habib al Ajami solat Magrib. Ketika Hasan al Basri mendengar bahwa Habib al-Ajami tidak bisa mengucapkan al-hamdu, tetapi ia mengucapkannya el-hemdu maka Hasan Al-Basri tidak mengikutinya menjadi makmum, tetapi ia solat sendiri. Tiba-tiba Hatif ar-Rabbani, suara Allah datang melalui kalbunya, Allah swt kadang menelpon hamba yang dicintaiNya, dan mereka mendengar apa yang diucapkanNya.” Kecuali solat yang kau lakukan tidak mengikuti dibelakang Habib al-Ajami, Aku menerima seluruh sholatmu yang lain”.

Allah swt mengatakannya melalui ilham yang dikirimkannya, dan Hasan al Basri mendengarkannya. Allah berkata,” Engkau tinggalkan berjamaah hanya karena kata-kata yang diucapkannya, tidak melihat hati dari Imam dimana Aku bersamanya. Aku melihat siapakah yang menjadi Imam dan Aku tak melihat pembacaannya, Aku melihat kedalam hatinya. Jika hatinya bersamaKU, maka Imam itu benar. Jika hatinya tidak bersamaKU, meskipun ia membaca Quran dengan sangat indah, maka malaikat yang akan mengantarkan sholatnya kepadaKu. Tetapi siapapun yang sholat dan hatinya bersamaKu maka Aku sendiri yang langsung menerima sholatnya tanpa perantaraan malaikat”.

Oleh sebab itu orang yang sholat terbagi menjadi dua macam, pertama adalah orang yang sholat dan ketika ia mengucapkan,”Allahu Akbar”, dia meletakkan segala sesuatunya bersama Allah semata, dan Allah swt mengambil sholatnya langsung dalam hadiratNya. Tetapi untuk seseorang yang mengucapkan,”Allahu Akbar”, tetapi hatinya berkelana, memikirkan pekerjaannya, makan minum, maka malaikat yang membawa sholatnya itu kepada Allah. “Oh Hasan al Basri, Aku akan menerima seluruh sholatmu demi para Imam yang kau tinggalkan karena caranya ia melantunkan Quran. Dan Imam Hasan al Basri mencucurkan air mata mendengarnya.

Suatu ketika Hasan al Basri sedang duduk dipinggir sungai Tigris di Bagdad, menunggu Perahu untuk menyeberangi sungai. Habib al-Aljami datang dan berkata,” Oo.. Ustadz, tuanku apakah yang engkau tunggu?. Hasan al Basri menjawab,” Aku menunggu perahu untuk menyeberang”. “ Engkau adalah Imam dan engkau duduk menunggu perahu disini untuk menyeberang?”. “ Mari kesini, katakanlah ‘Bismillah’ dan menyeberanglah”. Kemudian Habib berkata,” Bismillah hir rohman nir rohim” dan menyeberangi sungai Tigris. Hasan al-Basri hanya bisa menangis,” Orang ajam ini,orang yang asing dan buta huruf menyeberangi sungai dengan ‘keyakinannya’ dan aku masih duduk disini”.

Ya, Hasan al- Basri memiliki pengetahui kekuatan kalimat “Bismillah hir rohman nir rohim” , tetapi Habib al Ajam memiliki keyakinan yang kuat sementara Hasan alBasri tidak cukup memiliki keyakinan untuk mengucapkan ,”Bismillahir rohman nir rohim” dan berjalan di air. Oleh sebab itu lebih baik memiliki “keyakinan yang kuat” dibanding memiliki ilmu. Hal ini sangat penting. Tetapi saat ini manusia selalu berlari setelah belajar cukup banyak. Apa keuntungannya? Kalian dapat belajar begitu banyak tetapi juga akan lupa begitu banyak. Tetapi “keyakinan” tak akan pernah meninggalkanmu. Keyakinan adalah inti dari ilmu pengetahuan. Kau bahkan dapat menanamnya dan ia akan tumbuh.

Suatu ketika ketika Habib al ajami sedang duduk di khaniqah ( tempat dzikir), takiyah ( darwis pertapa).Hasan alBasri datang berlari kepadanya,” Ooh Habib,cepat sembunyikan aku”. Hasan berkata karena tentara Kalifah Hajaj sedang mengejar untuk menangkapnya. “ Masuk kedalam dan sembunyikanlah dirimu”. Hasan masuk kedalam dan menemukan tempat untuk bersembunyi. Tak lama kemudian tentara datang dan menanyakan Habib, dimana Hasan al Basri,” Apakah engkau melihat Hasan al basri?”. “ Ya, saya melihat Hasan, ia ada didalam”. Tentara kemudian masuk kedalam rumah mencari Hasan al Basri, mereka mencari disetiap tempat tetapi tak menemukannya.

“Apakah engkau tidak malu berbohong kepada kami!, dimana dia Hajaj akan menghukum orang yang tidak membantunya dan bekerjasama dengan Hasan al Basri, kau katakana dia didalam,apakah kau tidakmalu berbohong seperti itu!”.”Dia didalam,aku tidak berbohong dia memang didalam”. Sekali lagi tentara itu mencari didalam rumah,dan dengan sangat marah mereka pergi karena tak menemukan Hasan al Basri.

Kemudian Hasan al Basri Keluar,” Oo Syaikh apa yang kau lakukan? Saya datang kepadamu meminta perlindungan, dan engkau mengatakan aku berada didalam”. “Ya Hasan,Ya Imam,najaut min sidqi-l-kalam”, engkau diselamatkan oleh kejujuranku. Aku katakana yang sebenarnya dan Allah melindungimu karena aku bicara jujur. Aku katakan,Ya Allah, ini adalah Hasan al Basri, hambamu, ia datang kepadaku dan meminta pertolongan untuk menyembunyikannya. Aku tak dapat melindunginya, hingga aku peryakan dia kepadaMU Ya Allah, dan aku percaya Engkau akan melindunginya. Aku hanya berkata seperti itu kepada Allah lalu membaca Ayat Kursi.

Oleh sebab itu meskipun tentara telah mencari keseluruh penjuru dan telah memegang kepalanya, tetapi mereka tidak dapat melihatnya. Ya, jika Allah melindungi hambaNya, hal itu adalah benar. Awliya adalah wakil Allah swt. Jika seseorang datang kepada seorang wali dan memohon untuk perlindungan, maka ia akan melindunginya didunia dan diakhirat nanti. Inilah karamah Awliya, mukjizat para Nabi as dan mukjizat untuk para Awliya. Kita membutuhkan keyakinan itu.

Sekali lagi, Hasan al Basri datang untuk menjenguk Habib al Ajami. Ketika Hasan tiba Habib membawa dua potong roti, meletakkannya didepan Hasan al-Basri sebagai penghormatan kepada tamunya. Ketika baru saja Hasan al Basri akan makan, seorang yang lapar datang dan meminta makanan untuk ridho Allah. Kemudian Habib mengambil kedua potong roti itu dari Hasan al Basri dan memberikannya kepada pengemis lapar itu.

Kemudian Imam Hasan bertanya,”Oo Syaikh, engkau memang orang baik, tetapi bila engkau memiliki pengetahuan Syari’ah itu akan lebih baik untukmu Syaikh”. “Engkau harus tahu meski sedikit tentang Syari’ah, aku bermaksud mengatakan, seharusnya engkau memberikan satu potong roti saja untuk pengemis lapar itu dan satu potong roti untukku akan lebih baik daripada memberikan kedua potong roti tadi kepada orang itu”.

Habib al Ajami tidak berkata apapun. Beberapa saat kemudian seseorang mengetuk pintu rumahnya, kemudian Syaikh menyuruh Hasan al Basri untuk melihat siapa disana. Ternyata seseorang membawa sekeranjang penuh makanan. “Bawa keranjang itu kesini”, “Sekarang makanlah , engkau tahu begitu banyak ilmu Syariah, tetapi sedikit keyakinan. dia berkata kepada Hasan al Basri. “Meski engkau memiliki begitu banyak ilmu Syari’ah, tetapi engkau memiliki begitu sedikit keyakinan. Kamu harus berusaha untuk memiliki lebih banyak lagi keyakinan.”

Karena Habib al Ajam memiliki “kepastian” apabila ia memberi seorang yang membutuhkan karena Allah, maka Allah “pasti” akan membalasnya lebih banyak dari yang ia berikan. “Engkau marah ketika aku memberikan dua potong roti kepada pengemis itu, coba lihat, jika aku tak memberikan kedua potong roti tadi, maka makanan ini tidak akan datang. Aku yakin ketika aku memberi, maka Allah akan mengembalikan paling sedikit sepuluh kalinya”.

Ya. Oleh karena itu keyakinan lebih banyak memberikan keuntungan kepada setiap orang dan kita sangat membutuhkan “keyakinan” itu. Bila tanpa keyakinan maka ilmu pengetahuan tak akan ada gunanya. Hal ini seperti hiasan ornament yang membolehkan seseorang berkata, ”Kami adalah dokter, kami adalah ilmuwan”.

Apakah “keyakinan” itu?. Seseorang mengatakan ,” Jika aku meletakkan tanganku didalam mulut naga dan hatiku berkata tidak apa-apa, maka aku tidak takut bahwa naga itu akan memakan tanganku”. “Bukan, bukan itu, saya yakin dengan pasti, bila Allah memberi perintah untuk menggigit, maka naga itu akan menggigit tanganmu.Oleh karena itu dengan keyakinan apabila Allah mengizinkan naga itu tidak akan menggigit , maka aku tidak takut meletakkan tanganku kedalam mulut naga itu”.

Imam Shaarani, salah satu dari hamba yang “tawakul”, seseorang yang percaya kepada Allah sepenuhnya, ia berkata,” suatu ketika aku sedang dalam perjalanan, dan waktu itu dekat saat magrib. Aku melihat kubah dan aku berjalan mendekatinya. Ketika aku masuk, aku melihat kuburan disana dibawah reruntuhan bangunan. Tiba-tiba seorang petani berlari kearahku dan berkata,”Oo ..Syaikh jangan tinggal disini, kau ikut kami saja, desa kami dekat sini. Disini adalah tempat yang sangat berbahaya, apalagi bila malam tiba. Begitu banyak ular yang sangat besar datang dan pergi, apabila ada orang yang tidur disini, pagi harinya kami hanya menemukan tulang mereka saja. Mereka memakannya, hanya tulangnya yang tersisa. Oleh karena itu kami memperingatkan engkau untuk tidak tidur disini”.

Kemudian Imam Shaarani berkata kepada petani itu,” Oo…saudaraku, ketika engkau katakan hal itu, aku tak dapat pergi, aku tak dapat pergi walau hanya satu langkah saja. Karena ketika kalian memperingatkan aku akan ular besar itu, egoku begitu takutnya akan ular itu, dan tidak takut kepada Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu aku tidak dapat pergi bersama kalian. Aku tak dapat menerima tawaran kalian. Aku harus tidur ditempat ini malam ini. Ini lebih baik untuk mendidik nafsuku bahwa aku akan dimakan ular itu. Karenanya tak mungkin aku meninggalkan tempat ini.

“Oo..Syaikh engkau mengetahui yang terbaik, engkau adalah Syaikh dan kami orang biasa. Kami mengundangmu dan kami juga telah memperingatkanmu akan ular besar itu”. “ Ya, terimakasih banyak”. Kalian boleh pergi dan aku akan disini malam ini. Jika kalian menawariku ketempat kalian tanpa memperingatkanku tentang bahaya ular ini, tentu aku dengan senang hati akan menerima tawaran kalian. Tetapi ketika kalian mengatakan ular yang sangat berbahaya dan ini adalah tempat yang berbahaya, maka aku tak dapat pergi dari sini meski hanya satu langkah, pergilah kalian”.

Mereka akhirnya para petani itu pergi, dan pagi-pagi sekali mereka bergegas ketempat itu kembali dengan membawa kain untuk menguburkan tulang belulang Syaikh Shaarani. Tetapi mereka melihat Shayikh sedang duduk berdzikir dan ular besar itu berbaring melingkarinya disebelahnya seperti kayu. Ketika Syaikh berbaring mereka melingkarinya seperti kasurnya dan berkeliling menjaganya sambil berdesis. Ya,bila kalian mengetahui dan percaya Allah swt , maka Allah akan melindungimu. Jika kalian dekat dengan Allah, maka segala sesuatu akan dekat dan bersahabat denganmu.

Inilah “kepastian”, dan hal ini sangat Penting!”. Dan kita semua harus berusaha untuk menumbuhkan keyakinan kita. Tidak hanya mempelajari seluruh isi Al Quran dan Hadist Tetapi juga berusaha mendapatkan kekuatan rahasia dari huruf al Quran, hal ini akan memberikan “kepastian” untuk diri kita. Siapapun yang memiliki sesuatu, ia bisa memberi, jika dia tidak memiliki bagaimana dia akan memberi. Kalian meminta roti pada seseorang, jika ia punya ia akan memberikan nya kepadamu, jika ia tak punya, bagaimana ia akan memberikannya kepadamu.

Kepastian adalah merupakan sifat Nabi. Kepastian mereka telah membawa Malaikat Jibril turun dari surga kepada mereka. Dan begitu juga dengan kepastian Awliya. Anda bisa mengandalkan kepastian mereka. Semua Awliya memiliki kepastian dan anda tidak akan menemukan seorang Wali tanpa kepastian. Jadi kita memohon kepada Allah untuk mencari kepastian tersebut. Ada lampu yang hanya 5 watt ada yang 100 watt, sebanyak itu mereka meminta kepastian’ kepada Allah, maka sebanyak itu yang akan diberikan. Kita sangat membutuhkan hal itu. Semoga Allah memberkahi dan memaafkan kalian, dan menjamin kepastianNya dari orang-orang yang disayangiNya, Amin

Wa min Allah at Tawfiq


Mema’afkan Orang Lain
Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani an Naqshbandi
Ditranslasi dari Liberating The Soul, Vol.1


“Suatu pagi Syaikh Nazim berbicara mengenai Perilaku bebas dari anggota Group Musik Rock yang berlatih di sebelah Masjid di London dimana Syaikh Nazim biasa memberikan kuliah-kuliahnya.”

Mereka adalah orang yang sangat bahagia. Kita juga bahagia, Alhamdulillah, mereka tidak meminta untuk menjadi seperti kita disini dan kitapun tidak ingin seperti mereka. Setiap orang bahagia. Setiap anggota didalam kelompok harus berbahagia, jika tidak maka mereka akan mencari kelompok lain. Hal ini penting!. Allah Maha Besar berkata,”Kullu hizbin bima ladayhim farihun”. Setiap kelompok berbahagia dengan temuan mereka. Setiap kelompok duduk dalam suatu pesta, dan mereka mendapat kenikmatan. Jika mereka tidak mendapat kenikmatan dikelompok itu mereka akan pergi dari situ dan mencari kenikmatan lain yang berada dikelompok lain.

Saya hendak berkata bahwa setiap orang akan masuk dalam suatu kelompok melalui pemikirannya, tindakannya, perilakunya, atributnya, atau kepercayaannya. Bahkan dalam hal beragama Islam saja terdapat banyak kelompok. Di London sejumlah muslim beribadah ke Masjid Central, yang lain ke Masjid Peckham dan yang lain lagi Masjid West Indian. Demikian pula bangsa Turki yang terpecah menjadi tiga atau empat golongan dimana mereka mendapat kenikmatan melalui kelompoknya masing-masing karena jika tidak, mereka tentu akan pergi ketempat lain yang sesuai dengan hatinya.

Begitulah aturan didunia ini Alah swt telah meletakkan aturan dan Dia berkata,” Semua orang mendapat kebahagiaan dengan kelompok yang ia temui”, seperti ibaratnya meja yang diletakkan untuk orang tertentu. Seseorang akan berkata,” Ya ini adalah kelompok yang terbaik buatku dan ia duduk disitu sedang yang lain hanya datang dan melihat. Ada yang duduk lama kemudian pergi. Artinya ia tidak sepaham dengan assosiasi itu dan ia pergi mencari yang lain. Ada juga tetangga kita yang bisa menerima dan mereka memiliki banyak kelompok dan mereka senang, kitapun demikian berkumpul dengan kelompok kita dan berbahagia Alhamdulillah. Allah juga mengumpulkan beberapa orang untuk melakukan kejahatan, semenatara yang lain Dia kumpulkan untuk melakukan kebaikan . Mereka membawa bebannya sendiri-sendiri. Jika mereka tidak melakukan hal itu maka yang lain akan mengambil alih.

Seperti juga muazdin yang bertugas mengumandangkan adzan, jika ia meninggal maka mustahil kita akan merasa bebas . Karena adzan itu biasa ada yang mengumandangkan nya, jika ia tidak ada maka kita bisa ditunjuk menjadi penggantinya. Kita berterima kasih pada Allah karena ada yang bertugas Adzan sehingga kita tidakmendapat tugas tersebut. Kita berkata mereka tentulah lelah untuk selalu bertugas Adzan setiap hari,Ya Allah, maafkanlah mereka dan ambil alilhlah beban mereka.

Para pelaku kejahatan tidak mendoakan kita, tetapi seorang pendoa harus mendoakan mereka. Kalian mengerti. Mereka para penjahat bahkan tidak berdoa untuk diri mereka atau yang lain, tetapi pendoa atau orang yang yakin, ia harus lebih ikhlas daripada mereka yang terbebani atau mewakili kejahatan atau bahkan bekerja dalam kejahatan, sehingga kita berterimakasih pada Allah kita dibebaskan dari kejahatan itu. Mereka tidak pernah terpikir untuk mendoakan diri mereka sendiri atau orang lain, sedangkan kita harus mendoakan orang-orang itu, karena mereka berada dalam beban yang berat. Hal ini adalah tingkat tertinggi dari suatu agama, yaitu tingkatan para nabi khususunya tingkatan dari Nabi penutup. Nabi Muhammad saw memohonkan maaf dan memohonkan doa bagi orang-orang tersebut, karena nabi kita memiliki pengetahuan tentang Kebijaksanaan Allah. Jika Nabi Muhammad saw tidak mengetahui Hikmah Allah maka ia tidak akan menjadi Nabi terakhir.

Nabi Muhammad saw melebihi nabi yang lain, dan ia tahu akan kebijakan Allah mengenai anak Adam, terutama mengenai orang yang beriman dan tidak beriman., Ia juga tahu tentang setan, nafsu dan dunia dan juga tentang hari akhir, surga dan neraka dan kehidupan abadi. Karena itu ia selalu memohonkan ampunan untuk umatnya. Dan semua orang yang hidup di jaman dahulu hinggga sekarang berasal dari umatnya karena jika nanti Yesus Isa as kembali, ia tidak lagi sebagai nabi dan ia sendiri akan menjadi umat Muhammad saw, sehingga Nabi saw memohonkan ampun untuk setiap orang yang berada dalam kehadirat Illahi. Allah telah menjanjikan bahwa pada hari akhir, Aku akan berakata padamu Muhammad, apa yang kau sukai, semaumu apa saja maka akan aku berikan apa yang kau minta, Aku juga akan mengampunkan siapa saja sesuai permintaanmu. Aku akan memberi untukmu. Tiada seoarng manusiapun yang bisa mencapai maqom itu karena merupakan maqom tertinggi, atau Maqom “al-Mahmud” atau maqom yang paling dijunjung dalam kehadirat Ilahi, yang hanya diberikan kepada satu anak Adam.

Dan Allah berkata kepada Muhammad , “Mintalah dan Aku akan memberi sesuai permintaanmu. Maka kemudian Nabi saw akan meminta dan Allah akan berkata, mintalah lebih banyak lagi, kemudian Nabi minta lebih banyak lagi. “Aku memeberi”, kata Allah dan mintalah lebih banyak lagi dan lagi, hingga akhirnya Nabi saw malu dan berhenti meminta. Sekarang lihatlah apa yang akan aku berikan kepada hambaku ketika ia membuka lautan ampunan dan pahalaNya. Kemudian pahala atau balasan diberikan Allah oleh kepada hambaNya, sehingga Nabi saw akan malu melihat balasan itu, dan malu untukmeminta kedua kalinya, Ia melihat apa yang Allah berikan untuk umatnya dan kepada umat Muhammad. Sebanyak yang Nabi saw minta ternyata besarnya hanya setitik dari samudera yang tiada akhir pemberian Allah kepadannya.

Manusia akan selalu menderita sepanjang hidupnya. Tetapi sebanyak derita yang ia rasakan sepanjang hidup, maka ketika ia meninggalkan kehidupan dunia ini dan dikubur dialam barzah dan dihari kebangkitan, ia harus terus menaruh harapan tertinggi kepada Allah karena Dia akan berakata, “Sabakat rahmati ‘ala ghadabi” – “Kemurahan pengampunan Ku melebihi kemarahanKu. Sehingga betapa menderitanya anak Adam tetapi pada akhirnya mereka akan mencapai samudera ampunan Allah. Wa min Allah at Tawfiq


Mencari Sumber Hikmah
Mawlana Syaikh Nazim Adil an Naqshbandi al Haqqani
Ditranslasi dari Liberating The Soul, Vol. 2


“ Ketika mendengarkan ceramah ini , saat itu Mawlana Grandsyaikh Nazim Adil juga sedang menerima dua orang muslim “pencari” yang telah mengunjungi beberapa Syaikh yang lain dan berencana untuk meneruskan pencarian mereka untuk suatu bimbingan spiritual, saat ini mereka berada dalam pencarian”

Kalian tidak memiliki 40 tangan untuk memiliki 40 Syaikh, maka dari itu jika kalian melakukan perjalanan sprititual dan telah menemui Syaikh yang sesuai dengan tujuanmu maka hal itu cukup!!. Cukup bagimu untuk berada ditempat tersebut. Selama anda masih terus mencari, berarti anda hanya berjalan untuk egomu, maka ego kalian akan terus mencari dari timur ke barat untuk melihat Syaikh ini dan Syaikh yang itu.

Jika kalian ke pasar untuk mencari sesuatu , seharusnya kalian telah memiliki tujuan apa yang akan dibeli, dan kalian telah mensurvey dimana tujuan itu bisa didapat. Jika kalian menemukannya maka anda harus membelinya dan tak perlu untuk meneruskan perjalanan mencari keseluruh pasar-pasar yang lain. Tak ada waktu lagi untuk hal tersebut!.

Dengan demikian Syaikh anda mengerti bahwa anda sedang mempertanyakan tujuan tersebut. Jika anda menemukan apa yang anda cari, dan hal itu berada didalam diri seseorang atau guru, maka nama menjadi tidak penting, yang terpenting adalah bahwa anda menyadari kepentingan apa yang anda perlukan dari Syaikh tersebut, meskipun jika ternyata jawaban itu ada pada Syaikh yang masih muda, maka hal itu juga tidak apa-apa.

Jadi siapapun yang anda temui tidak menjadi masalah, karena Allah bisa saja meletakkan jawaban pencarian kita pada seseorang. Anda tak boleh terkecoh oleh penampilan luar seseorang, dengan mempertanyakan siapakah orang tersebut, padahal apa yang anda butuhkan terdapat pada orang itu.

Kita memang sangat memerlukan “hikmah”, pengetahuan adalah suatu hal tetapi hikmah merupakan hal lain. Pengetahuan dapat anda cari dimanapun tetapi “hikmah” ketika ia tertulis didalam buku, maka hikmah berubah menjadi bagian dari ilmu pengetahuan. Hikmah datang langsung dari lidah, ucapan dan dari hati ke hati. Jika hikmah itu dituliskan maka ia menjadi ilmu pengetahuan.

Anda boleh saja memiliki pengetahuan tetapi lebih penting lagi “hikmah”. Allah swt bisa saja memberikan hikmah yang tiada habisnya itu kepada siapapun, ke petani, kepada seorang bocah lelaki, wanita, pria tua, berbagai ras kebangsaan ataupun pada orang yang sangat sombong. Intinya hikmah dapat dimiliki oleh siapapun yang Allah swt kehendaki, bukan hanya pada orang yang berpendidikan saja.

Ada peribahasa bahwa harta karun selalu terpendam dibawah puing-puing reruntuhan. Tidak ada yang mencari harta karun digedung-gedung moderen di pusat kota, mereka selalu mencari harta karun direruntuhan bangunan tua. Memang dari luar tidak tampak, tetapi dibawah tanah mungkin anda akan menemukannya.

Seseorang akan senang mendapatkan barang antik meskipun hanya kepingannya saja, karena mereka menilai barang itu sangat berharga meski sudah rusak. Karena orang selalu menghargai barang antik, daripada yang baru, meskipun yang baru itu gelas yang utuh dan tidak pecah. Oleh karena itu hikmah Allah swt dapat ditemukan pada siapapun. Jangan beranggapan hanya dapat ditemukan pada orang yang kelihatannya hebat saja. Pintu Islam selalu terbuka berada dari timur sampai ke barat, dan kita dapat mencarinya dimana saja.

Jika sumber ‘hikmah’ tersebut bisa kita dapatkan dari siapapun , maka ‘para pencari hikmah’ haruslah bersikap rendah hati untuk mendengarkan pendapat setiap orang. Banyak orang yang memiliki pengetahuan, tetapi jika kita ingin mencari hikmah’, kita harus menggalinya diantara puing-puing reruntuhan, karena ilmu bisa saja dimiliki dengan mudah, tetapi ‘hikmah’ adalah suatu hal yang lain lagi.

Ilmu pengetahuan ibarat pesawat terbang dan ‘hikmah’ adalah bahan bakarnya, tanpa bahan bakar pesawat tak akan pernah terbang. Meskipun banyak orang yang berpengetahuan tetapi mereka masih tetap berada di bumi, mereka menunggu “bahan bakar”. Mereka bangga akan “keindahan sayapnya” keluasan ilmunya namun mereka tidak pernah bisa ‘terbang’. Banyak orang yang bicara tentang ilmu para sufi, tetapi itu hanya yang mereka baca dari buku. Bukan hikmah para sufi yang mereka dapatkan secara langsung dari ucapan mereka.

Seperti juga “Produk pikiran”, atau sesuatu yang kita hapalkan makin lama makin memberatkan otak kita karena kita selalu membawanya didalam pikiran kita. Tetapi “Produk Hati” dia membawa kita, meringankan kita bukan membebani otak kita. Abu Yazid Bistami salah seorang Mursyid Rantai Emas Naqshbandi mengatakan,” Oo para cendikiawan kalian membawa ilmumu dan buku-bukumu kemana saja kau pergi, dan kau selalu mencarinya, hingga lama kelamaan kau ibarat seekor kuda yang membawa beban berat dan membuat dirimu lelah”. Semua “ Mind Product”, hasil pemikiranmu merupakan beban yang berat bagi diri kalian.

Nabi saw berkata,” Musibah terbesar dari ilmu yang kau simpan diotakmu adalah lupa”. Sesuatu yang menghancurkan ilmumu adalah engkau lupa mengingatnya. Maka wajarlah bila para cendikiawan terus menerus kawatir bila mereka lupa. Apalagi dibarengi dengan bertambahnya usia, dimana kekuatan pikiran semakin melemah. Sehingga sedikit demi sedikit apa yang mereka ingat akan hilang. Padahal banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi bertambah lemahnya daya ingat kita.

Jaman ini meskipun mereka menjadi ahli pikir, mereka sering kali berada dibawah perintah ego mereka. Mereka melakukan kemauan ego, sementara daya ingat melemah, mereka tak pernah menggunakan “hati nurani” mereka. Padahal “produk hati” tak pernah melemah bahkan semakin kuat, sayang sekali kalian tak pernah menggunakannya.

Syaikh Abdullah Faiz Daghestani berusia 113 tahun ketika wafat, dan ia mempergunakan daya ingat yang disimpan dihatinya. Jika daya ingat hati baik, maka tak akan melemah sampai akhir hayatnya. Mereka akan selalu memiliki ingatan itu meski bertambah tua. Orang yang meninggalkan hati dan mengandalkan otaknya saja, maka hapalannya akan terus melemah dari hari kehari.

Grandsyaikh Abu Yazid Bistami mengatakan kepada para cendikiawan,” Jika kalian tak memiliki buku, maka kalian habis , jika kalian lupa maka kalian menjadi tong kosong”. Kalian selalu memasukkan berbagai hal kedalam pikiranmu dan ketika otakmu melemah maka menjadi ruang yang kosong. Tetapi orang yang memiliki hikmah yang berasal dari hati, maka hikmah itu selalu berbuah dan bersemi, dimana hikmah tersebut yang akan membawa mereka.

“Hikmah dan Kearifan” adalah Kekuatan Ilahi, ini bukan berasal dari jalur biasa, karena kekuatan Ilahi datang melalui ‘hikmah’ yang menguasai tubuh seseorang dan bisa berada di timur ke barat dalam hitungan detik. Bahkan bisa beralih dari dunia ke surga. Saat ini saya melihat banyak keinginan muncul diantara masyarakat barat. Mereka sangat gemar membaca buku, sementara muslim selalu senang membaca Al-Qur’an dan tak lelah mengulang-ulangnya. Tetapi saat ini begitu banyak orang dikendalikan oleh ego mereka, bahkan kini didunia Islam mereka mulai meninggalkan membaca Al-Qur’an, sementara mereka juga tidak membaca buku-buku seperti masyarakat barat.

Sementara itu seseorang dapat saja membaca ribuan buku, namun untuk apa? Meski kita membaca ribuan buku, namun kita masih tetap saja haus dengan bahan bacaan, jadi apakah tujuan sebenarnya?

Kemudian muncullah pertanyaan dihati mereka setelah membaca ribuan buku. Mengapa mereka masih merasakan ada suatu kehampaan. Saat ini banyak orang yang mempertanyakan pengetahuan sufi, sehingga mereka mulai banyak membaca buku-buku tentang sufi, meski ribuan buku sufi telah dibaca, tetap saja mereka masih merasa kehausan, ibarat orang dipadang pasir yang mencari sumber mata air. Mereka haus meskipun banyak mata air didalam jiwa mereka namun tidak cukup mengobati haus mereka sehingga mereka mempertanyakan makna .

Mereka tertipu oleh ilusi, terutama masyarakat barat yang mengejar berbagai ilusi. Banyak mereka yang berimajinasi bahwa mereka mengejar sumber mata air sampai mereka menyadari hal itu hanya merupakan ilusi. Memang sangat jarang ditemukan oase ditengah padang pasir yang luas, kebanyakan yang ada hanyalah bayangan ilusi tersebut.

Maaf, bila saya mengatakan bahwa masyarakat barat ibarat orang ditengah padang pasir yang kehausan dan mereka sedang mencari kesana kemari mencari mata air yang memberi mereka kehidupan. Mereka berlari mencari kesana kemari, ketika ditemukan ternyata oase itu hanya ilusi, dan mereka tetap mengejar oase-oase itu. Seperti kedua saudara kita yang datang tadi pagi, mereka diantara orang-orang yang merasa kehausan dipadang pasir dan berusaha untuk mendapatkan oase, karena jika tidak, mereka hanya mendapatkan ilusi. Diberbagai negara Eropa, Asia, Tibet, Amerika, Arab banyak sekali ilusi- ilusi, tetapi hanya sedikit oase yang ada. Namun Allah swt, Tuhannya anak Adam as, berkata,” La taqnatu”. “Jangan berputus asa”. Karena siapapun yang secara serius mencari, maka ia harus terus mencari”.

Apakah hikmah dibalik sulitnya pencarian itu?. Hikmahnya ialah apapun yang kalian temukan dengan mudah, akan kalian anggap “murah”, sedangkan ketika kalian mencarinya dengan susah payah maka kalian akan lebih menghargainya. Oleh sebab itu jika kalian mencari suatu oase, maka oase itu akan sulit untuk kalian cari dan anda akan menghadapi banyak kesulitan untuk sampai kearah itu. Selama anda hidup anda harus berjalan menuju suatu tempat, diperjalanan anda akan mendapatkan ratusan ilusi. Dan diujung seratus ilusi tersebut ada oase. Maka janganlah mengatakan aku telah pergi kesana kemari dan menemukan bahwa itu hanya suatu ilusi, kemudian aku berpaling keorang lain yang ternyata juga ilusi.

Saya telah berlari mengejar 99 Syaikh dan ternyata mereka semua hanya ilusi. Jadi untuk apa saya mencoba yang satu ini? Jangan katakana hal itu!! Selama anda bisa berjalan anda harus tetap berusaha, ke 99 orang tersebut bisa jadi hanya ilusi, namun satu yang terakhir mungkin saja oase sungguhan yang sesuai bagi anda. Karena Allah swt berkata, “Jangan Berputus asa, jangan tinggalkan harapanmu”, Bila anda berhenti berharap maka engkau akan mati. Tidak ada seorangpun yang mati sampai seseorang berputus asa terhadap kehidupan. Namun siapapun berharap untuk hidup akan terus hidup, siapapun yang berharap untuk mencari maka akan mendapatkan apa yang ia cari.

Wa min Allah at Taufiq
posted by mevlanasufi at 2:55 AM 0 comments

Princess Diana Death
Kematian Putri Diana
Mawlana Syaikh Nazhim Adil al-Haqqani an Naqshbandi


KATA PENGANTAR
Zero Quencel

Putri Diana mempunyai pengaruh yang besar terhadap dunia semasa hidupnya, dan setelah kematiannya pun pengaruhnya tetap berlanjut. Dia menghabiskan saat-saat akhir hidupnya dengan Dodi, seorang Muslim, yang menurut teman-teman terdekatnya telah menundukkan hatinya dan membuatnya tertarik dengan Islam.

Inilah sebuah alasan mengapa menjadi sangat menarik untuk mencoba mengerti apa arti kematiannya dari sudut pandang Sufistik. Dia menjadi idola jutaan orang, tetapi sebagian besar dari mereka merasa sangat berat menghadapi kematiaannya. Mereka tidak terhubung dengan agama mana pun yang sebetulnya mampu memberikan panduan untuk situasi seperti ini.

Pada tahun 1979, seorang teman saya yang sangat dekat meninggal. Saya merasa hidup saya berakhir dengan kematiannya. Selama berhari-hari Saya duduk di tepi sungai Nil, tak mampu berhenti menangis. Suatu pagi beberapa wanita datang dan berkata bahwa di dalam Islam ketika seseorang meninggal, orang-orang merasa gembira dan bersyukur. Mereka tahu bahwa orang ini telah selesai menjalani ujiannya di dunia ini dan kembali kepada Allah. Ini menjadi kesan pertama saya tentang Muslim, bahwa mereka sesungguhnya tidak waras. Bayangkan, merasa gembira ketika seseorang yang kita cintai meninggal!

Setelah kembali ke Eropa, Saya mulai memahami apa maksudnya, dan mulai merasa iri akan kekuatan mereka karena Saya menyadari, bahwa jika kita tidak takut akan kematian, maka kita tak akan takut terhadap apa pun di dunia ini. Ini adalah kebalikan dari segala yang Saya yakini selama ini. Pada masa itu minat utama saya adalah pada lingkungan hidup. Saya bekerja dengan Green Party dan Greenpeace yang misinya adalah untuk menghindari kematian pada semua level, baik itu manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, air atau udara. Tampaknya mustahil untuk melihat ada kebaikan dalam kematian, karena kita tidak mempunyai kaitan dengan dunia yang lain dan tidak ada pemahaman tentang konsep spiritualitas.

Sekarang Saya menghadapi kematian secara sangat personal, dan saya menyadari bahwa pasti ada sesuatu setelah kematian. Orang yang saya cintai yang telah meninggal, tetap ada dalam hati saya. Cinta tidak mati. Malah sebaliknya, seakan-akan kematian telah membuat cinta ini absolut dan lebih kuat dari sebelumnya.

Memakan waktu 4 tahun bagi saya untuk mengambil langkah dan menjadi Muslim. Saya sebelumnya tidak pernah mendengar tentang Muslim Swedia. Tetapi yang paling berat dan rasanya mustahil adalah membayangkan harus memberhentikan kebiasaan minum minuman keras dan merokok dan malah harus mulai melakukan shalat 5 kali sehari. Banyaknya disiplin yang tampak di depan mata seakan-akan tidak ada habis-habisnya. Tidak ada yang memberitahukan bahwa Quran diturunkan selama 23 tahun, bahwa Muhammad saw diajarkan berbagai hal oleh Malaikat Jibril as secara bertahap. Para Sahabat Rasulullah saw pun baru mendapat larangan keras menghentikan minum alkohol 13 tahun setelah Quran pertama diturunkan.

Kematian di masa muda dari siapa pun, terutama dari seseorang yang dekat di hati kita, akan terasa di bagian yang terdalam, pada akar terdalam dari keberadaan kita, dan sering membuat kita bertanya “Mengapa?”

Kecuali kita telah mencapai tingkat kesucian, yang berarti kita mengikuti Kehendak Tuhan dalam segala hal, hidup kita akan dipenuhi oleh banyak kecelakaan. Kapan pun kita melanggar perintah-Nya, kita akan kehilangan Perlindungan-Nya dan jalan hidup kita akan sangat salah.

Selama hidupnya Putri Diana menjadi acuan tidak hanya untuk gaya dan busana, tetapi lebih penting lagi untuk kelembutan dan kerja sosialnya. Jika kita meletakkan perilakunya dalam konteks agama, maka sesungguhnya akan mampu mengajak orang menjadi sadar akan akibat dari perilaku mereka.

Kehebohan akibat kematian Diana menggambarkan dengan sangat jelas bahwa kebanyakan orang tidak tahu apa sesungguhnya arti kematian. Kita hidup dalam suatu masyarakat yang merasa telah mencapai puncak peradaban. Tetapi mereka tak mampu memahami arti hidup dan pada akhirnya peranan kematian di dalamnya. Ini adalah dunia di mana Sang Pencipta secara teratur mengirimkan Nabi-Nabi-Nya untuk secara akurat menjelaskan berbagai pertanyaan mendasar tentang eksisitensi kita. Tetapi dunia sekarang, larut dalam tujuan-tujuan dan kebutuhan yang sifatnya materialistis, dan beranjak semakin jauh dari keinginan untuk mengerti mau pun mendengarkan.

Sesuai penciptaan kita, kita haus akan rasa menyatu”. Kita cenderung untuk mencari orang-orang yang akan mengisi tempat yang dulunya diisi oleh para raja atau Nabi, orang-orang yang misinya adalah menyatukan kita dan membimbing kita ke Sang Pencipta. Orang-orang tersebut ada bukan untuk kesenangan ego mereka, atau agar mereka dikagumi, tetapi untuk malayani Tuhannya dengan membawa orang-orang kembali kepada-Nya. Di masa sekarang di mana pemahaman ini dengan sangat cerdik berusaha diingkari, orang-orang mencari idola-idola lain sebagai pemersatu.

Orang-orang meratap untuk Elvis Presley, untuk Spice Girls dan siapa pun yang dipilih media massa agar kita menghamburkan uang untuknya. Fungsi asli idola, untuk membuat kita ingat kepada Tuhan dan membawa kita kembali kepada-Nya, telah lama dilupakan. Fungsi itu sekarang dengan jelas telah digantikan oleh lawannya, oleh idola-idola yang sering mengajar kita untuk sekuat mungkin melawan Perintah-Perintah Suci yang dibuat oleh Sang Pencipta untuk kita dalam menjalani hidup ini.

Penyebab kematian Putri Diana menyingkap banyak kelemahan-kelemahan masyarakat kita. Seperti yang dikatakan oleh Ratu Elizabeth dalam pidatonya yang menggugah, “Banyak pelajaran yang bisa dipetik…“. Salah satunya adalah bahwa kita sekali lagi harus membuat batas antara hal-hal yang bersifat pribadi dan publik. Dalam agama Islam batas ini sangat jelas, sehingga para wanita memakai pakaian yang tertutup di muka umum, agar tidak menjadi korban paparazzi.

Tujuan dari buku ini bukanlah untuk menghakimi Putri Diana dengan cara apa pun karena hanya Allah yang tahu. Beberapa tahun yang lalu Syaikh Nazhim diundang oleh sebuah keluarga yang baru saja kehilangan putranya yang berusia 20 tahun karena kecelakaan mobil. Hari itu adalah peringatan 40 hari kematian putra mereka, dan Syaikh Nazhim diminta untuk melakukan doa khusus pada hari itu. Selama doa berlangsung, sang ibu terus menangis. Setelah acara selesai Syaikh Nazhim berkata kepada wanita tersebut, “Setiap malam setelah matahari terbenam ruh anakmu berdiri di depan pintu menunggu untuk masuk. Tetapi ketika dia melihat engkau menangis dia berbalik karena itu membuatnya sedih.“

Tidak ada yang lebih membuat sedih orang-orang yang telah meninggal ketika melihat orang-orang yang mereka cintai menangis karena itu berarti mereka belum bisa menerima Ketentuan Tuhan. Orang-orang yang telah meninggal tahu bahwa hal terpenting adalah Kehendak Tuhan. Orang-orang yang sungguh-sungguh ingin mengetahui, yang ingin memahami arti dari tantangan besar yang disebut hidup dan mati, Sang Pencipta tak akan meninggalkan mereka. Dia masih mempunyai orang-orang-Nya untuk memberitahu kita, mereka adalah para Awliya, orang-orang yang suci. Syaikh Nazhim adalah salah satu dari mereka.


SIAPAKAH SYAIKH NAZHIM ?

“Matahari akan terbit di Barat!“ seru Rasulullah Muhammad saw. Maka Syaikh Nazhim dikirim ke Eropa untuk mempersiapkan orang-orang untuk masa pencerahan yang baru. Semua isme akan berakhir. Orang mulai menyadari bahwa berbagai sistem yang dihasilkan oleh pemikiran mereka tidak membawa kepada kebahagiaan dan kedamaian yang mereka cari. Barat sedang mendambakan suatu perlambang spiritual, sebagai penghubung ke suatu realitas di luar materialisme yang tidak pernah memberikan kepuasan.

Mawlana Syaikh Nazhim al-Haqqani merupakan penghubung itu. Pengetahuan yang dibaginya dengan kita bukanlah miliknya pribadi. Beliau meneruskannya dari sebuah mata rantai orang-orang suci. Beliau adalah Syaikh ke-40 dari Mata Rantai Emas Thariqat Naqsybandi, yang berawal dari Rasulullah Muhammad saw sebagai orang pertama yang menerima Pengetahuan Ilahiah dalam mata rantai ini.

Syaikh Nazhim telah berkunjung secara rutin ke London selama Bulan Suci Ramadhan sejak 1974. Beliau diperintahkan untuk melakukan hal ini oleh Syaikhnya, Syaikh `Abdullah ad-Daghistani, beberapa saat sebelum meninggal. Beliau diberitahu bahwa Hari-Hari Akhir telah mendekat dan kebenaran akan sekali lagi menjadi nyata, kali ini datang dari Barat.

Keberhasilan luar biasa dari Syaikh Nazhim untuk membawa Islam kembali ke dalam hati orang-orang Barat, di tengah maraknya cercaan Pemerintah Barat terhadap agama ini, menjadi bukti nyata dari kesuciannya, yang terus dirasakan oleh para pengikutnya. Kita telah diberitahu bahwa ada 124.000 Awliya yang hidup sepanjang zaman. Di masa sekarang, sebagian besar dari mereka tersembunyi. Syaikh Nazhim pun mempunyai impian untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan ber-khalwat.

Beliau dilahirkan pada tanggal 21 April 1922 di Larnaca, Siprus. Walaupun dikenal sebagai anak yang saleh, dedikasi penuhnya terhadap kehidupan spiritual baru tampak di usia sekitar 20-an. Beliau sedang mempelajari ilmu kimia di Istanbul, ketika saudara laki-lakinya yang mengidap TBC, meninggal dalam pangkuannya. Peristiwa tersebut mengubah hidupnya. Beliau menyadari keterbatasan pengobatan modern, ilmu pengetahuan dan secara umum kehidupan dunia ini, dan memulai pencarian spiritualnya.

Langkah pertamanya adalah melakukan suluk selama 1 tahun penuh di Aleppo, yang dilakukan di sebuah loteng rumah, shalat dan makan hanya 7 buah zaitun setiap hari. Setelah 1 tahun, Syaikh di sana memberitahu bahwa beliau telah mencapai tingkat yang sedemikian rupa, sehingga hanya ada satu Syaikh yang sekarang mampu menolongnya, yaitu Syaikh `Abdullah ad-Daghistani di Damaskus. Syaikh Nazhim segera berangkat untuk menemui Syaikh tersebut dan hanya memiliki satu keinginan, untuk mohon izin pada Syaikh `Abdullah agar diperkenankan menghabiskan sisa hidupnya melakukan suluk di makam Rasulullah di Madinah. Ternyata, beliau malah ditugaskan untuk terus-menerus dikelilingi orang, untuk melatih mereka dan menjadi contoh bagi mereka, mula-mula di Siprus, kemudian di London. “Ini adalah akhir zaman“, beliau diberitahu, “dan terutama orang-orang di Barat membutuhkan inspirasi suci untuk menerangi hati mereka dan membawa mereka keluar dari lorong kegelapan.”

SIAPAKAH PARA AWLIYA?

Untuk sebagian besar orang di barat, Awliya (Orang-orang Suci) adalah sesuatu dari masa lalu, orang yang dibuat patungnya atau ada dalam lukisan. Anggapan bahwa Awliya masih ada saat ini dalam dunia yang mempunyai pemahaman positivisme dan sekuler, adalah ketinggalan zaman. Sungguh pun demikian ada 124.000 Awliya yang hidup sepanjang zaman. Jadi apa ciri-cirinya?

Kata ‘holy‘ (suci) berasal dari whole (lengkap/sempurna). Itu menandakan bahwa seseorang telah mencapai kesempurnaan, sempurna dalam arti bahwa dia menjalankan Kehendak Sang Pencipta dalam segala hal. Allah secara teratur mengirimkan resep-resep akurat tentang bagaimana kita bisa mencapai “kesucian”, yaitu dengan mengikuti Aturan Suci-Nya. Bagaimana pun, kita diciptakan dalam Pandangan-Nya, untuk menjadi wakil-Nya, khalifah-Nya, di bumi.

Berita gembiranya adalah bahwa Sang Pencipta tidak meletakkan kita di bumi untuk ditinggal sendirian. Kita diberi aturan dan petunjuk untuk bagaimana hidup secara damai, yaitu dengan mengikuti Hukum-Hukum-Nya dan dengan demikian memenuhi maksud dari alasan kita berada di bumi, untuk kembali kepada-Nya.

Pada zaman ini kita meyakini konsepsi yang salah tentang arti kebebasan. Sudah pasti kita mempunyai “kebebasan” untuk memilih antara yang baik dan buruk, ini yang membedakan kita dan membuat adanya tanggung jawab. Kita bisa memilih kehidupan yang jahat dengan sepenuhnya mengabaikan Petunjuk Suci yang telah diberikan Sang Pencipta kepada kita. Tetapi di sisi lain, kita harus menyadari bahwa untuk setiap ketidakpatuhan ada harga yang harus dibayar, bisa sekarang atau kelak di akhirat. Dan harga yang harus dibayar akan meningkat, semakin lama kita menunggu, semakin mahal biayanya. Oleh sebab itu, setiap orang yang memiliki kesadaran, harus berusaha untuk melakukan kebajikan. Adalah tugas setiap Awliya seperti Syaikh Nazhim, untuk benar-benar mengajar kita agar menjadi baik.

Orang-orang yang mengikuti seorang Awliya seperti Syaikh Nazhim, mempunyai kesempatan untuk menyaksikan bagaimana ditegakkannya Aturan-Aturan Suci ini dan bagaimana dilaksanakannya dalam setiap gerakan. Pada waktu yang sama, Energi Suci yang mengalir dari seorang Awliya, menyentuh setiap orang yang berhubungan dengannya langsung di hatinya. Jika cinta telah tumbuh, seorang pengikut tidak dapat tidak, tetapi bagaikan magnet dia akan mengikuti Syaikhnya yang akan membimbing mereka keluar dari kungkungan nafsu-nafsu egonya dan kembali ke asal, yaitu Sang Pencipta. Inilah tugas mereka.

Syaikh Nazhim pernah ditanya bagaimana para Awliya sering secara fisik berada pada beberapa tempat pada waktu yang sama. Beliau menjelaskan hal tersebut sebagai prosedur di mana, sekali seseorang mampu mengendalikan setiap bagian dari tubuhnya di bawah perintahnya, maka orang tersebut dapat membungkus tubuh fisiknya dengan tubuh spiritualnya. Artinya, tubuh spiritualnya tidak lagi terpenjara dalam tubuh fisiknya, malah sebaliknya tubuh spiritual yang membungkus tubuh fisiknya. Saat itu hukum alam seperti ruang dan waktu tidak lagi berlaku. Itulah saat di mana seseorang dapat terbang ke Surga tanpa sayap, melainkan hanya mengandalkan kekuatan kehendaknya.

Syarat untuk memperoleh kekuatan tersebut adalah, orang tersebut harus benar-benar mampu mengontrol: bahwa kekuatan kehendak yang mengontrol dan bukan nafsu. Seseorang yang telah mencapai tingkat tersebut adalah seorang yang suci dan tidak akan bertindak atas kemauan sendiri, tetapi karena Kehendak-Nya, Kehendak-Nyalah Yang Berlaku.

London, Oktober 1997
Zero Quencel

SEMOGA PUTRI DIANA DIBERSIHKAN
OLEH KECELAKAAN ITU

Hidup setiap orang, entah apakah dia putri atau pangeran, raja atau ratu, sultan atau sultana, pasti akan berakhir dengan kematian. Begitu banyak alasan untuk mati. Allah Yang Maha Kuasa memberi setiap orang cara yang berbeda untuk melewati hidup ini. Semoga Dia dengan Samudra-Samudra Rahmat-Nya memberikan mereka keyakinan. Fatiha!

Kita tidak pernah suka, kita tidak pernah setuju dan kita tidak pernah senang ketika seseorang yang tidak beriman meninggal dunia. Kita memohon kepada Allah agar kasih sayang-Nya akan sampai kepada setiap orang dan tidak membiarkan mereka berada dalam genggaman setan. Inilah sebabnya Saya berdoa untuk ummat Muhammad saw, karena saat ini setiap orang adalah ummatnya. Hanya saja kadang-kadang dibutuhkan waktu yang sangat lama bagi mereka untuk berkata, “Ya!” kepada Rasulullah saw. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan kerendahan hati untuk memberikan inspirasi kepada mereka agar melakukan itu sebelum mereka meninggalkan hidup ini.

Setiap orang harus tahu bahwa bila kalian berlari terlalu cepat, Setan akan membuat kalian jatuh dan mencapai satu tingkatan yang kalian tidak suka. Bila seseorang menikmati hasrat-hasrat fisiknya secara berlebihan, pada akhirnya sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi pada mereka. Tindakan pencegahan terbesar bagi manusia bukanlah untuk mengejar dan memenuhi keinginan fisiknya karena hal itu tidak akan membawa mereka pada kesenangan melainkan pada kesedihan.

Putri Diana mengikuti begitu banyak orang jahat. Dia meninggalkan suaminya karena dia mendengarkan nasihat Setan dan melarikan diri. Dia melakukan hal yang tidak baik untuk dirinya, dan juga bagi Keluarga Kerajaan. Allah Yang Maha Kuasa telah menganugerahkan kehormatan yang tinggi untuknya dalam kehidupan ini tetapi dia mencampakkan kehormatan itu. Ini adalah hukuman baginya dan kita berharap beliau akan dibersihkan melalui kecelakaan itu. Fatiha!

KISAH PUTRI DIANA

Putri Diana telah dianugerahi derajat tertinggi yang bisa diraih di dunia ini. Dia mencampakkannya dan turun ke derajat terendah. Itu adalah sebuah kesalahan besar. Suaminya tidak pernah menolaknya. Sudah menjadi keputusannya untuk pergi. Ketika dia meninggalkan suaminya, dia berada di jalanan dan kehilangan semua harga dirinya.

Walaupun rumah tangganya tidak berjalan sangat baik, seharusnya dia tetap tinggal mengingat kedua putra yang mereka miliki bersama. Seharusnya dia mengetahui bahwa Setan sedang menantinya di pintu saat dia pergi. Mereka mendapatkannya dan mempengaruhinya untuk mengambil banyak jalan yang salah.

Dia tidak mendengar nasihat yang diberikan kepadanya. Sang Ratu yang memiliki posisi yang sangat terhormat ini sejak lama, pasti telah memberinya nasihat. Bahkan mungkin dia memohon kepada Diana untuk tinggal, bukannya pergi, bukan untuk mendengarkan Setan tapi untuk mencoba tetap bersama suaminya. “Orang-orang yang tidak tahan kepadamu adalah mereka yang telah memaksamu untuk berpisah!”, mungkin seperti itulah ucapannya. Orang-orang yang sekarang memperlihatkan duka mereka, adalah orang-orang yang sama yang membuatnya berada dalam situasi itu. Orang-orang tercela yang menulis tentang Diana di media massa adalah orang-orang yang sekarang juga menangisinya. Mula-mula mereka menjatuhkannya, kemudian mereka menangis karena dia. Cinta macam apa itu yang seharusnya diberikan untuk sang Putri? Tidak ada!

Mereka hanya tertarik untuk membuat Keluarga Kerajaan terlihat seburuk mungkin. Mereka ingin menjatuhkan nilai-nilai konservatif dan menghancurkan semua nilai-nilai tradisional. Mereka ingin menyingkirkan Kerajaan. Seperti halnya Ata Turk di Turki yang dalam suatu malam memerintahkan untuk menghapuskan semua gelar kebangsawanan seperti Sultan atau Pasha yang disebutkan bersama nama mereka. Semua ini dibuang. Mereka ingin menjatuhkan orang-orang itu ke posisi terendah, semua yang terhormat disingkirkan. Tujuan orang-orang ini adalah untuk membuat kaki dan kepala berada dalam posisi yang sama. Semua ini terjadi karena si kaki iri dan penuh dendam.

Inilah sejarah Turki dan begitu juga halnya dengan orang-orang yang mencoba menghancurkan kerajaan di sini. Orang-orang Inggris sangat menyadari tradisi mereka dan mencoba untuk memeliharanya. Sejauh ini mereka telah berhasil melakukan itu dan masih memiliki kerajaan. Tetapi begitu banyak kaki, sehingga banyak percobaan untuk menghancurkan kerajaan ini baik siang dan malam. Mereka bekerja sama dan bersekongkol dengan Yahudi untuk menghancurkan kerajaan ini. Mereka menggunakan segala macam tipuan untuk membodohi masyarakat.

Seorang gadis menikah dengan hati dan pikirannya. Dia menikahi pangeran bermahkota. Allah membuka semua pintu untuknya dalam pernikahan ini dan juga memberinya dua pangeran bermahkota. Dia melimpahkan harta di bawah kakinya dan meletakkan mahkota di atas kepalanya. Dia dihormati ke manapun dia pergi. Semua yang kalian inginkan di dunia ini diberikan kepadanya, permata dan benda-benda yang indah. Apakah dia bersyukur dengan semua itu? Ataukah dia meninggalkan istana dan ingin menjalani hidup yang berbeda?

Dia ingin menjalani hidupnya sendiri. Setan datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia hidup dalam istana, namun bagaikan penjara. “Apakah wanita secantikmu harus menjalani hidup hanya dengan seorang pria? Kenapa kamu ingin menyia-nyiakan hidupmu seperti ini? Seseorang yang menarik sepertimu bisa mendapatkan pria baru setiap hari dan dapat menikmati kehidupan yang sesungguhnya. Seret saja suamimu ke pengadilan dan mulailah hidup yang baru dengan uang miliknya!”

Merupakan hukuman yang berat bagi putri Diana yang tewas dalam kecelakaan tersebut dan dalam keadaan yang sangat tersiksa. Jenazah yang dibiarkan selama seminggu sebelum dikuburkan juga merupakan hukuman yang berat. Selama jenazah itu tidak dikuburkan rasanya seperti orang yang sedang digantung. Semua ini harus dia rasakan, ketika harus menunggu upacara pemakamannya. Sementara itu orang-orang melemparkan bunga untuknya dan menyalakan jutaan lilin. Tak ada lagi lilin yang dapat ditemukan di seluruh Inggris! Pemilik toko Pakistan menjadi kaya mendadak karena setangkai dupa tiba-tiba harganya melonjak hingga 1 pound!

Pendeta yang memimpin upacara pemakamannya tidak berkata,”Wahai Tuhan, hamba-Mu telah berbuat dosa, maka ampunilah dia dalam Samudra Rahmat-Mu yang tak bertepi.” Dia hanya berkata, “Wahai Tuhan, kukirimkan ia kepada-Mu, terimalah dia!” Tetapi itu bukanlah suatu hal yang bisa kita tuntut dari Tuhan. Sebelum seseorang itu diterima di Surga, mereka harus diampuni terlebih dahulu. Itulah doa yang harus kita panjatkan.

Ketika ruh meninggalkan jasadnya dan naik ke Surga, hal pertama yang ditanyakan adalah, “Siapa itu?” Terkadang Pintu Surga itu terbuka dan ruh tersebut dipersilakan masuk; tetapi kadang-kadang pintu itu tetap tertutup dan ruh tersebut jatuh lagi ke bawah. Tidak penting apakah orang itu pengemis, raja atau seorang putri. Malaikat penjaga pintu Surga mengetahui nama-nama orang yang dipersilakan masuk dan mana yang tidak.

Tidak! Dia meninggalkan berjuta-juta pound untuk menjalani kehidupan yang diinginkannya, dan tiba-tiba hidupnya berakhir. Hidupnya diakhiri dengan sebuah kecelakaan. Kalau saja dia tahu hidupnya akan berakhir seperti ini pasti dia akan mengubah jalan hidupnya. Dia jatuh ke dalam jebakan orang-orang yang mewakili Setan. Inilah sebabnya mengapa terjadi.

Sang Ratu memberikan pidatonya kemarin dan berkata, “Wahai orang-orang, ambillah pelajaran dari tragedi Diana!” Kata-kata itu cukup tepat diucapkan. Dia telah mengambil langkah yang salah. Dengan langkah yang salah ini dia mengikuti jalan yang salah. Setiap orang yang berada di jalan yang salah pasti akan terjadi sesuatu padanya. Tidak ada pengecualian. Kalau ada pengecualian sang putri pasti bisa menghindari kecelakaan itu. Walaupun kalian memiliki gelar-gelar terhebat di dunia, kalian tetap bukanlah pengecualian. Setiap orang yang berada di jalan yang salah harus segera meminta ampunan untuk bisa menyelamatkan diri mereka.

Banyak sekali orang yang menangisi kepergiannya saat ini. Padahal, sebelumnya banyak surat kabar yang hanya menuliskan hal-hal buruk saja tentang pasangan tersebut. Mereka menyumpahi pasangan tersebut dan tidak menyisakan satu tuduhan apapun. Sekarang, mendadak surat kabar yang sama membanjiri berita mereka dengan rasa kasihan dan duka. Ibaratnya seperti peribahasa tentang orang buta yang meninggal kemudian dikagumi karena keindahan matanya. Diana sekarang dinobatkan menjadi bidadari. Orang-orang rela menunggu selama 5 jam atau lebih untuk menandatangani buku untuknya. Awalnya hanya 3 buku, sekarang ada 43! Untuk apa? Tidak ada satu kitab sucipun yang menerima kekonyolan semacam ini!

Semua raja sejati memiliki garis keturunan dari Nabi Muhammad saw. Garis keturunan Putri Diana juga berasal dari keluarga raja, oleh karena itu garis keturunannya juga berasal dari garis keturunan Rasulullah saw. Inilah sebabnya kita diminta untuk membersihkannya.

MENGAPA TERJADI? BAGAIMANA BISA TERJADI?

Orang-orang menangis. Betapa bodohnya! Tidak seorang pun yang bertanya mengapa hal itu terjadi? Bagaimana hal itu terjadi? Pengemudinya mabuk, pengawal pribadinya mabuk, sang Putri mabuk dan teman prianya mabuk. Mereka semua mabuk! Setan sangat senang. Siapa pun yang mengikuti Setan, suatu saat nanti kesedihan akan datang kepadanya.


MATA JAHAT MEMBUNUH PUTRI DIANA

Sifat terburuk seseorang yang diwarisi dari Setan adalah dengki, si mata jahat. Setan sangat dengki terhadap Nabi Adam as. Inilah sebabnya Allah Yang Maha Kuasa berfirman, “Katakanlah, aku mencari perlindungan dari kejahatan sang pendengki ketika ia mendengki.” Dalam surat 113 al-Qur’an: “Falaq”. Bila kalian memiliki sifat dengki, maka ia akan memakan semua kebaikan yang ada dalam diri kalian.

Dengki adalah ciri khas penyakit hati abad ini. Ia merupakan penyakit hati yang paling besar dan terburuk dalam masyarakat ini. Ia tersebar kepada setiap orang. Wanita adalah pendengki kelas satu. Mereka selalu memeriksa apa yang dipakai oleh wanita lain. Yang berikutnya adalah Kaum Wahhabi, yaitu orang-orang yang menentang Ahli Sunnah wal Jama’ah. Mereka sangat iri kepada kita karena mereka hanya sekelompok orang dan kita berjumlah 1,5 milyar. Ini membuat mereka marah. Mereka mencoba segala macam cara untuk menanamkan benih-benih Wahhabi, tetapi benih-benih itu tidak akan bisa tumbuh. Mengapa tidak?

Ketika aristokrasi berkembang dalam masyarakat, begitu juga sifat iri. Sifat iri dan dengki berkembang di kalangan raja, ratu, bangsawan, dan panglima. Si mata jahat inilah yang membuat jatuhnya Putri Diana. Semua orang di sekitarnya berbisik-bisik. Mereka menariknya jauh ke bawah sehingga ia menginginkan perceraian dari orang yang diberi kehormatan di hadapan Kehadirat Tuhan. Dia adalah pangeran bermahkota yang pada tahun 2000 nanti akan menjadi sultan, sang kaisar. Orang-orang kejam ini mencoba apa saja yang mereka bisa untuk membuat Putri Diana kehilangan segalanya. Setan menggunakan setiap perangkap yang dimilikinya. Akhirnya dia berhasil dan Putri Diana meminta cerai dari orang yang memiliki keunikan di muka bumi ini: Pangeran Charles.

Dia meninggalkan suaminya, meminta sebanyak 16 juta pound dari suaminya sebagai hadiah atau denda, Saya tidak tahu. Sekarang mereka bisa menaruh semua uang itu ke dalam makamnya dan membuatnya berbaring di atas uang itu agar dia bahagia. Atau mungkin dia bisa menulis beberapa cek di sana. Mereka bahkan bisa menambah satu angka nol lagi dan membuatnya menjadi 160 juta, atau satu angka nol lagi dan membuatnya menjadi 1 milyar 600 juta atau 1 angka nol lagi…dan kemudian menaruhnya semua di dalam peti mati. Orang-orang iri, orang-orang dari pengkut setan, yang menghancurkan Keluarga Kerajaan. Mereka membawanya ke akhir yang begitu tragis pada kecelakaan itu. Allah memperingatkan kita bahwa Setan adalah musuh yang paling buruk. Berhati-hatilah dengan Setan! Saya telah memberitahukan orang-orang untuk menuliskan peringatan ini di mana-mana, tetapi mereka tidak mendengarkan. Mereka hanya mendengarkan Setan.

Akhir yang buruk bagi Diana ini terjadi karena dia tidak berhati-hati terhadap Setan. Orang menulis di mana-mana, “Awas ada anjing!” Apa itu? Tapi mereka tidak berhati-hati terhadap Setan. Seekor anjing bisa diusir dengan tongkat. Tetapi Setan?

SEBUAH PERINGATAN DARI SURGA,
SEBUAH PELAJARAN YANG BERHARGA

Ini merupakan sebuah deklarasi dari Surga kepada semua ummat manusia karena pada saat itu tidak ada harmoni dalam Keluarga Kerajaan. Sebagian dari mereka berbisik bahwa keadaan menjadi lebih baik dengan kepergian Diana, karena mereka sekarang akan mempunyai kesempatan. Setan mengatakan pada mereka bahwa sekarang adalah giliran mereka untuk masuk ke pusat kerajaan dan bahwa dia adalah teman mereka.

Ini adalah sebuah Peringatan dari Surga, sebuah tanda Surgawi agar kita semua senantiasa waspada. Ini adalah sebuah pelajaran yang berharga bagi setiap orang. Setiap orang yang melangkah di jalur yang salah pasti akan memiliki akhir yang mengerikan. Waspadalah terhadap Setan. Jangan ikuti dia. Ikutilah para kekasih Allah dan kalian akan bahagia di dunia dan akhirat.

Oh Tuhanku, oh Allah! Kirimkanlah pada kami, salah satu dari para kekasih-Mu dari Surga dengan kekuatan untuk mengusir Setan dan bala tentaranya dan membersihkan bumi. Cepatlah wahai Tuhan kami! Jangan biarkan kami memulai milenium baru yang dikotori Setan dan teman-temannya. Jangan biarkan kerajaan setani berlanjut menyebar luas. Berilah izin agar kami dapat menghancurkannya!

SEDEKAH, PERLINDUNGAN TERBESAR

Tak ada sesuatu yang dapat melindungi lebih baik daripada sedekah. Bahkan jika kalian hanya memberikan 5 sen sehari, itu dapat melindungi kalian dari akhir yang buruk. Kedua orang ini tergolong orang-orang terkaya, tetapi mereka tidak mengindahkan Hikmah Surgawi ini, sebagaimana kebanyakan orang sekarang ini. Mereka tidak mau repot-repot untuk mencari cara yang telah diberikan Sang Pencipta kepada kita untuk mencegah tragedi semacam itu.

Wahai orang-orang beriman! Berikanlah sedekah setiap hari. Itu akan melindungi kalian dari kecelakaan. Letakkan sebuah kotak di dekat pintu kalian dan ketika kalian meninggalkan rumah, masukkan uang sebanyak-banyaknya. Itu akan mengangkat Kerajaan Allah dan menurunkan kerajaan Setan. Jika Putri Diana dan temannya memberikan satu koin saja pada hari itu, itu akan melindungi mereka. Tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka memiliki milyaran, tetapi mereka tidak memberikannya. Setiap orang yang beriman harus mengeluarkan sedekah setiap hari.

ATURAN-ATURAN YANG TIDAK DIJALANKAN
OLEH PUTRI DIANA

Tutup Awratmu!
Paparazi mengejar Putri Diana sampai akhir hayatnya. Ke manapun dia pergi, mereka ada di sana, siap untuk mengambil fotonya. Jika dia mengikuti salah satu perintah Islami, itu tidak akan terjadi. Yang mana?

Jika dia menutupi tubuh dan wajahnya sesuai dengan jalan Islam, orang-orang tidak akan membuntutinya. Dia akan selamat. Tetapi karena dia memperlihatkan tubuhnya, paparazi mengejarnya untuk mengambil fotonya setiap saat. Ini adalah foto-foto di bulan Agustus, yang ini September, ini Oktober, ini foto-foto di laut, di meja, di panggung…

Bila dia hanya menjalankan perintah ini saja, dia akan selamat. Jika orang menjalankan peraturan ini, 90% dari masalah-masalah yang terjadi di masyarakat akan hilang. Tetapi salah satu dari keuntungan yang tak putus-putus dalam kerajaan setani adalah wanita.

Jangan Hidup Bersama, bila Kalian tidak Menikah!
Perintah lain adalah untuk tidak memiliki seorang pacar baik pria atau wanita, tetapi dia melanggarnya.

Jangan Minum Anggur!

Perintah lain adalah untuk tidak minum anggur, karena jika kalian melakukannya, kalian akan kehilangan kontrol atas diri kalian sendiri.

Jika dia mengikuti ketiga perintah ini, dia akan selamat. Ini adalah sebuah pelajaran besar bagi seluruh ummat manusia. Tak ada agama lain yang sejelas Islam mengenai hal ini. Tak satu pun ulama kita yang sanggup mengatakan hal ini. Ini adalah kebenaran, haqq! Kalian harus menerimanya. Jika tidak, itu berarti kalian berada di jalan yang salah. Jika kalian terus melangkah di jalan itu, beberapa hukuman akan menimpa kalian, hari ini atau esok! Hal itu pasti akan terjadi.

Ini adalah hal yang penting. Ini adalah nasihat bagi seluruh ummat manusia. Allah tidak main-main!

Membedakan antara Langkah yang Benar dan Langkah yang Salah Mengapa dia sampai pada akhir yang mengerikan? Bagaimana hal itu terjadi?

Itu adalah sebuah pelajaran yang berharga bagi setiap orang. Saya berseru pada semua orang sebab mereka harus belajar untuk membedakan antara langkah yang salah dan langkah yang benar. Setan ingin mencampuradukkannya. Markas besar Setan telah mengatur strategi agar orang menjadi bingung sampai pada tingkat di mana mereka tidak mengkritik lagi. Mereka hanya terisak dan meratap demi Diana.

JENAZAH YANG TIDAK DIKUBURKAN SEGERA AKAN MERASAKAN NYERI YANG SANGAT PEDIH

Merupakan nyeri yang sangat pedih bagi jenazah yang menunggu untuk dikuburkan. Inilah sebabnya syariah memerintahkan kita agar segera menguburkan orang yang meninggal. Tak ada agama yang mengizinkan agar pemakaman ditunda. Tetapi apa yang dilakukan oleh orang-orang sekarang, dari Timur ke Barat, Utara ke Selatan, semuanya salah.

JANGAN MENANGIS, MOHONKANLAH AMPUNAN ALLAH BAGINYA

Orang-orang harus memohon kepada Allah agar mengampuninya, inilah hal yang patut dilakukan. Tetapi untuk memujinya dengan jalan seperti ini… daripada menangis, mereka lebih baik berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikanlah hamba-Mu yang lemah ini, Diana, beberapa dari Samudra-Samudra Rahmat-Mu yang tak bertepi. Dia sangat lemah dan telah tertipu oleh Setan. Wahai Tuhan kami, berikanlah ampunan-Mu kepadanya.” Itu akan baik sekali dan Allah akan menerimanya.

AKHIR YANG BURUK ADALAH HASIL DARI
LANGKAH-LANGKAH YANG SALAH

Sayyidina Muhammad saw, Khatamul Anbiya bersabda bahwa agama berarti memberi nasihat. Nasihat adalah menunjukkan jalan bagi orang-orang, jalan yang baik dan jalan yang buruk. Untuk menunjukkan perbedaan antara langkah yang benar dan langkah yang salah, jalan yang benar dan jalan yang salah.

Seluruh Nabi datang untuk menasihati orang, karena Setan dan kerabatnya mempunyai target utama untuk menunjukkan orang pada jalan yang salah. Ketika Saya berada di Amerika, Saya melihat sebuah tulisan pada rambu-rambu peringatan bagi kendaraan bermotor yang mengatakan, “Salah Jalan!” Saya pikir sebagian besar pengendara pasti memperhatikan rambu-rambu seperti itu.

Demikian pula Allah telah mengutus Nabi-Nabi dengan pesan yang jelas baik yang benar maupun yang salah. Tetapi orang-orang tidak peduli. Setan mengatakan kepada mereka bahwa itu tidak benar dan bahwa mereka tidak perlu menerimanya. Tetapi lebih baik mendengarkan mereka. Dia mengatakan pada mereka bahwa firman Allah menghambat kesenangan dan merupakan sebuah rintangan dalam memuaskan hasrat fisik. Dia menawarkan kebebasan. Di lain pihak, para Anbiya menawarkan disiplin dan kejelasan antara apa-apa yang diperbolehkan dengan apa-apa yang dilarang.

Mengapa Abu Jahal dan sahabatnya tidak menerima pesan Sayyidina Muhammad saw dan malah menentangnya? Mereka tidak menerima disiplin. Mereka ingin kebebasan sepenuhnya, dapat melakukan apapun yang diinginkannya. Semua penyembah berhala tidak menerima pesan-pesan Ilahiah. Mereka ingin bebas seperti orang di hutan yang hidup tanpa aturan.

Dengan jalan yang sama orang-orang dewasa ini tidak ingin menerima Disiplin Ilahiah dan mereka mengalami kemunduran hari demi hari. Orang-orang yang bodoh masih mengikuti Setan hari ini; mereka lupa bahwa setiap langkah yang salah membawa hukuman bagi mereka.

Hari ini ada sebuah kecelakaan. Sejak pagi, setiap berita dipotong, satu-satunya berita yang ada hanyalah menyangkut seorang hamba Tuhan kita yang hidupnya berakhir dalam sebuah kecelakaan mobil. Orang berbicara tentang dia dari Timur ke Barat, memperlihatkan fotonya… begitu banyak foto…

Tetapi mereka tidak memberikan nasihat untuk orang. Mereka tidak tahu harus berbicara apa mengenai kecelakaan itu. “Mengapa kecelakaan itu terjadi?”, orang-orang bertanya. Mereka menangis, untuk apa? Banyak sekali orang yang syok; mereka tidak tahu apakah harus bergembira atau bersedih. Itu adalah hasil dari jalan yang salah yang merenggut seorang putri kepada akhir yang buruk.

Dia tidak pernah bersyukur kepada Tuhannya yang telah memberinya derajat tertinggi yang dapat diberikan kepada seseorang. Allah telah menganugerahkannya kecantikan. Allah telah menganungerahkan dia agar menjadi seorang yang terhormat. Allah menganungerahkan dia untuk menjadi anggota Keluarga Kerajaan. Allah menganugerahkan dia sebagai calon Ratu mendatang. Allah menganugerahkan dia seorang yang terhormat sebagai suami yang mengetahui perbedaan antara jalan yang salah dan jalan yang benar. Allah menganugerahkannya kekayaan. Allah menganugerahkannya agar menjadi terkenal. Allah menganugerahkannya untuk dicintai oleh sebagian besar orang.

Tetapi dia mencampakkan itu semua! Allah menganugerahkan 2 mutiara, 2 pangeran. Tetapi dia menendang semuanya dan pergi. Allah tidak tidur. Dia berkata, “Wahai hamba-Ku, jika engkau bersyukur, Aku akan memberimu lebih banyak lagi. Tetapi jika engkau tidak bersyukur dan memuji-Ku, hukumanmu akan berat.” (Quran Surat 14:7). Dia tidak meninggalkan kita pada diri kita sendiri. Pada waktu yang tidak diharapkan Dia bisa datang dan menghukum kita.

Siapa yang dapat menyelamatkan Putri Diana atau temannya? Saya dengar bahwa temannya memiliki milyaran Pound. Apakah uangnya sanggup melindungi mereka? Mereka menjadi tumpukan tulang dan daging dan tak seorang pun yang mampu mencegahnya.

AMBIL PELAJARAN DARI PERISTIWA INI

Wahai manusia, ambillah pelajaran dari peristiwa ini! Janganlah menentang perintah Allah. Jangan mengganti langkah kalian yang benar dengan langkah yang salah! Sungguh suatu akhir yang mengerikan bagi Putri Diana dan sungguh ratapan yang sia-sia.

Tak ada seorang pun akan berbicara seperti ini sekarang, tetapi ini adalah kebenaran. Setiap orang membawa diri mereka sendiri kepada akhir yang baik atau akhir yang buruk. Jagalah diri kalian sendiri!

SETAN SUNGGUH ADA

Ada hal lain yang berhubungan dengan ini, kalian harus yakin bahwa Setan itu ada, dari golongan Jinn dan manusia. Banyak sekali di antara kita yang merepresentasikan Setan. Siapa mereka? Mereka adalah musuh masyarakat, orang-orang yang menyakiti orang lain.

SEORANG MUSLIM SEJATI TIDAK DAPAT
MENGANIAYA ORANG LAIN

Islam datang untuk mengajarkan orang bagaimana melindungi diri mereka dalam melawan Setan. Seorang Muslim sejati tidak boleh menganiaya orang lain, baik melalui lidah maupun tangannya. Barang siapa yang melakukannya, mereka bukanlah Muslim sejati, tetapi imitasi. Seorang Muslim harus sepenuhnya bermanfaat bagi setiap orang. Seperti halnya biri-biri yang sepenuhnya memberi manfaat bagi manusia. Dia tidak menendang dan tidak menggonggong. Seluruh bagian tubuhnya dapat digunakan, bahkan kotorannya pun merupakan pupuk terbaik. Seorang Muslim sepatutnya juga seperti ini; bermanfaat dan tidak pernah menyakiti orang lain atau merusak sesuatu.

Inilah sebabnya mengapa tidak ada faham fundamentalis dalam Islam. Jika seseorang menanam bom dan mengaku sebagai seorang Muslim, kita tidak dapat menerimanya. Ini bukanlah jalan Islam. Jika kita wajib untuk berperang, kita akan melakukannya dengan saling berhadapan. Itulah jalan Nabi. Kita tidak pernah membunuh orang-orang yang tidak berdosa, tidak!

Suatu hari orang-orang semacam ini akan dihukum. Petir akan menyambar mereka dari langit yang cerah. Ini pasti terjadi! Mereka memalukan Islam dan membuat setiap orang menyalahkan Islam. Inilah sebabnya saya memohon kepada Allah untuk segera mengutus Imam Mahdi as dengan pedangnya, untuk membersihkan ummatnya dari naga-naga, kalajengking-kalajengking, ular-ular, serigala-serigala dan beruang-beruang.

SELURUH DUNIA MABUK SEPERTI HALNYA DIA

Wahai manusia, waspadalah terhadap tipu daya Setan! Dia telah melakukan yang terburuk untuk Putri Diana. Seluruh dunia berduka cita atas kematiannya, untuk apa? Dia berada di atas, dalam situasi yang sangat terhormat. Tetapi dia malah mencampakkannya dan pergi ke level terendah. Dan orang-orang bodoh ini sekarang berduka cita, untuk apa? Apakah dia hidup dengan jalan yang baik? Berdasarkan keempat kitab suci, apakah ini kehidupan yang terhormat?

Seluruh dunia mabuk seperti dirinya. Mereka tidak tahu, perbedaan antara yang dibolehkan dan yang dilarang. Mereka menangisi seseorang yang telah memberinya hukuman ini. Dia adalah deputi dari Ratu, dan akan menjadi Ratu. Dia menikah dengan Pangeran yang terhormat dan telah dikaruniai 2 Putra Pangeran yang terhormat. Dia meninggalkan itu semua dan pergi ke level terendah dari hidup ini. Sekarang mereka menunjukkan seluruh fotonya di TV dan Setan tidak bisa berhenti tertawa. Dia juga begitu bergembira karenanya. Dia mendorong orang untuk menangis lebih dan lebih banyak lagi, untuk apa? Untuk orang yang telah kehilangan kehormatannya dengan cara seperti itu? Namun demikian mantan suaminya masih menerimanya dan mau membawanya dari Paris dan menempatkannya di Istana dan mengatur segala sesuatunya.

SEBUAH MAHKOTA YANG KUAT

Pangeran Charles adalah orang yang terhormat! Allah akan memberi ganjaran baginya. Tak seorang pun dapat melakukan apa yang dia lakukan terhadap Diana setelah kematiannya. Itu menunjukkan kehormatannya. Semoga Allah memberkatinya dan meletakkan sebuah mahkota yang kuat di kepalanya untuk memperbaiki setiap hal yang salah di Inggris.

POHON KEHIDUPAN

Tak ada yang tahu di mana Izrail as, malaikat kematian berada, dan berikutnya akan sampai di mana tangannya. Ada sebuah pohon di Surga ke-7 yang mempunyai daun sejumlah banyaknya manusia yang hidup di bumi. Pada setiap helai daun tertulis nama seseorang. Ketika saatnya tiba, daun tersebut jatuh ke tangan malaikat Izrail as yang kemudian dia melihat nama itu. Ini terjadi 40 hari sebelum kematian seseorang.

Orang-orang suci yang mempunyai kemampuan untuk melihat alam ghaib dapat mengenali bila seseorang akan meninggal dalam waktu 40 hari. Itu dikarenakan wajah mereka akan berubah. Bahkan jika Diana tidak mengalami kecelakaan mobil, dia tetap akan meninggal dengan jalan yang berbeda.

Saya mendengar sebuah keluarga yang pergi dari Turki ke Jerman dengan anak yang sakit untuk menemui dokter. Ketika pesawatnya lepas landas, dia meninggal. Mereka tidak dapat menghentikannya. Tak seorang pun yang tahu kapan seseorang akan mati dan bagaimana dia akan mati. Hanya Allah yang tahu.

KEMATIAN

Ketika kalian menutup mata di dunia ini, alam lain akan terbuka di depan kalian. Ketika kalian menyelesaikan hidup ini, kehidupan lain akan dimulai. Setiap orang akan meraihnya. Mereka akan menutup mata mereka dan alam baru akan muncul dalam pandangan mereka. Kadang-kadang orang meninggal dengan mata terbuka; itulah sebabnya mengapa syariah mengharuskan kita untuk menutup mata mereka.

Waktu kematian adalah saat di mana kalian akan memiliki perspektif sejati. Kalian akan melihat dan mengerti tentang kehidupan sejati, yang tak pernah berakhir. Itu adalah kesenangan yang tak pernah berakhir.

Ini maksudnya, tidak hanya memikirkan kehidupan ini dan kesenangan-kesenangan yang ada di dalamnya. Ambillah hanya apa yang kalian butuhkan dalam hidup yang singkat ini dan berikan lebih banyak perhatian pada kehidupan yang lebih panjang. Dunya adalah sebuah kehidupan yang singkat. Setelah itu datanglah kehidupan yang panjang. Allah meminta agar hamba-hamba-Nya tidak terlalu sibuk dengan kesenangan dunia yang singkat ini; dan agar mereka mempersiapkan kesenangan bagi kehidupan panjang mereka.

Segala sesuatu yang berada di dunia adalah imitasi dari kehidupan sejati. Itu adalah kehidupan yang pendek dan sementara seperti halnya sebuah jembatan di mana kalian berjalan menuju kehidupan kalian yang kekal. Sebagian orang lewat dengan cepat dan menyelesaikan langkah mereka dalam kehidupan ini. Yang lain lebih lama, tetapi semakin lama, semakin berat karena ‘musim semi’ bagi hidup kita sangat singkat. Setelah itu hidup berlangsung dengan cepat.

Ketika ‘musim semi’ dari kehidupan kalian telah pergi, kalian tidak akan merasakan jalan yang sama seperti biasanya. Setelah periode bersemi, hidup akan semakin berat dan berat lagi. Jangan berpikir bahwa jika seseorang telah mencapai usia 60,65,70,75,80,85 atau 90 tahun akan menyenangkan! Tidak! Orang-orang ini selalu bertanya kapan kematian akan menjemput mereka.

Pada kenyataannya, hidup kalian sangat singkat. Setelah periode yang singkat itu, hidup kalian akan menjadi suatu beban yang sangat berat. Sebaliknya, ketika kalian telah mencapai kehidupan yang kekal, hari-hari akan dipenuhi kesenangan dan kebahagiaan. Satu-satunya kehidupan yang lebih baik adalah kehidupan yang tak pernah berakhir. Kejarlah untuk itu. Jangan mengejar kehidupan yang singkat.

Bayangkan jika pada jalur kendaraan bermotor tertulis, “Hidup yang tak pernah berakhir” dan “Hidup yang berakhir” mana yang akan kalian pilih? Yang satu bersifat sementara dan akan berhenti, yang lainnya berlanjut terus-menerus… tak pernah berhenti. Siapa pun yang mencapainya, tak akan pernah menjadi tua, menghadapi kesulitan, kelelahan atau mencapai suatu akhir. Di lain pihak, yang satunya akan berhenti dan ketika dia telah selesai, kalian akan musnah bersamanya.

Yang mana yang lebih kalian sukai? Yang tak pernah berakhir atau yang singkat? Yang mana yang kalian persiapkan? Saya tidak berpikir bahwa seseorang menginginkan hidup yang singkat yang penuh dengan kesulitan, kesedihan, masalah dan penderitaan. Saya tidak dapat berpikir bahwa seseorang akan memilihnya melebihi kehidupan tanpa ada masalah, penderitaan, keburukan, kotoran, musuh, kegelapan, kecelakaan, kejahatan dan setan.

Kita mendekati pilihan ini. Beberapa di antara kalian telah melewati ‘musim semi’ kalian, yang lain telah mencapai usia pertengahan dan di antara kalian bahkan ada yang lebih dekat ke akhir dari kehidupan yang singkat ini. Kalian harus berusaha untuk membuat pilihan yang benar. Jangan mempersiapkan diri untuk hidup yang singkat. Seseorang yang melakukannya berarti tidak mempunyai otak.

Waktu berjalan. Tak seorang pun dapat menghentikannya. Kita berada dalam waktu. Waktu mengambil kita dari masa kanak-kanak menuju masa pertengahan lalu ke titik akhir kehidupan. Tiba-tiba dia akan meninggalkan kita dan kita akan jatuh.

Wahai hamba-hamba Allah! Lihat dan ambil pelajaran dari apa yang terjadi pada banyak orang. Lihat apa yang terjadi pada mereka pada akhirnya. Tak ada derajat kerajaan yang dapat melindungi seseorang atau memberi mereka sebuah kehidupan yang kekal. Kita harus mencoba untuk mencapai kehidupan yang kekal. Jadilah orang yang beriman dan ikuti jalannya para Malaikat, jalan Awliya, Sahabat, para Anbiya dan Nabi Penutup.

Kalian dapat mengambil segala sesuatu yang telah diperbolehkan bagi kita, tetapi cobalah untuk menjadi hamba Allah yang baik, seseorang yang mengagungkan Allah, Nabi-Nya dan hamba-hamba-Nya. Kalian adalah kandidat untuk berada di Hadirat Allah. Cobalah untuk mencapai titik ini. Jika kalian mencoba, kalian akan mencapainya.

Ya Allah, ajarkanlah kami langkah yang benar. Jangan tinggalkan kami pada langkah yang salah!

Setiap akhir yang buruk adalah hasil dari langkah-langkah yang salah. Tak seorang pun yang akan memiliki akhir yang buruk kecuali mereka yang telah melangkah di jalur yang salah. Perbuatan yang salah berarti langkah yang salah. Perbuatan yang salah adalah milik Setan dan dia telah dikutuk dan diusir dari Hadirat Ilahi.

Ingatlah akan hal ini, karena minggu-minggu, bulan-bulan dan tahun demi tahun semakin berlalu dan kalian tidak akan bisa mengubahnya. Saat malaikat kematian mendatangi kalian dan meminta kalian untuk pergi bersamanya, kalian hanya bisa pasrah. Inilah hari di mana Tuhan kalian akan memberikan Penilaian-Nya pada kalian. Berusahalah untuk membuatnya menjadi hari yang bersih dan baik bagi kalian. Itu akan memberikan kalian kebahagiaan, kepuasan dan kebahagiaan bagi fisik kalian juga.

Wa min Allah at tawfiq
posted by mevlanasufi at 2:55 AM 0 comments

Mengenal Ego
Mawlana Shaykh Nazim
Ditranslasi dari "Secrets Behind Secrets"
The Schweiben Alpen, July 15–18, 1985


Ego mengetahui ribuan trik untuk menipu kalian.
Seperti seorang wanita yang merengek pada suaminya
untuk lebih memperhatikan dia atau memberikan lebih
banyak cincin dan semacamnya. Seperti itulah ego
memasang berbagai perangkap untuk kalian.

Ego membuat lebih banyak jebakan pada wanita daripada
pria. Wanita lebih mudah tertipu namun mereka juga
lebih mudah terpuaskan dan mencapai kedamaian dengan
cepat. Namun untuk pria, karena dia lebih kuat,
jebakan egonya juga lebih kuat.

Kalian dapat memaku kayu dengan mudah, namun pria
seperti sebuah batu. Adalah sulit untuk memuaskan ego
pria, namun bila dia sudah puas, maka kepuasan itu
akan terus berlanjut dan mudah bagi mereka untuk
mengontrol egonya. Bagi wanita, walaupun cepat merasa
puas, susah bagi mereka untuk terus mengontrol egonya, karena dia akan kembali tertipu oleh egonya lagi.

Pria adalah alasan bagi wanita untuk kehilangan
kontrol dirinya, pria akan dihukum karena hal itu.
Pria punya kekuatan penuh untuk membuat suatu kontrol
dan melanjutkannya. Namun wanita tidak, mereka gampang dipengaruhi dan mudah kehilangan kontrol diri, sehingga pria punya tanggung jawab pada para wanita.

Tanpa ego, kalian tidak mampu bereksistensi, kalian
tidak dapat mencapai segala tingkat ataupun maqom
spiritual. Yang terpenting adalah meletakkan ego di
bawah kendali kita. Ego adalah roket kita, tetapi jika roket tidak berada dibawah kendali, bagaimana kita bisa lepas landas ? Ketika Nabi saw menyuruh untuk menarik ego kita, itu artinya kita harus mengambil kendali atas ego kita.

Alasan mengapa kita duduk berjamaah bersama adalah
sebagai latihan bagi sisi buruk ego kita, nafs
al-lawwaama. Biasanya yang paling disukai nafsu
adalah ingin diperhatikan, menonjolkan diri, menjadi
berbeda dari yang lain, untuk menjadi seseorang yang
"lebih". Namun, selama kita duduk berdzikir bersama, tak seorangpun yang lebih dari yang lain. Tentu saja,
terkadang keadaan menjadi sulit dan salah satu atau
yang lain harus muncul. Bahkan di dalam asosiasi, dia harus menonjol. Tujuan suhbah adalah menjaga nafsu agar selalu dalam batasnya. Jika salah satu dari mereka yang sedang duduk dalam suhbah memperlihatkan tanda keinginan untuk menonjol, maka dia harus ditarik kembali.

Karena, menonjolkan diri atau ingin "tampak" terjadi
saat nafsu ingin keluar. Menonjolkan diri berasal dari hilangnya "saat ini " hadir dalam kehadiran Ilahi. Untuk berada dalam kehadiran Ilahi tidak harus berada disuatu tempat atau dibulan sana, namun berada pada saat sekarang ini, disini. Hal semacam itu harus dipelajari, dipelihara dan dilatih agar kita selalu berada di waktu "sekarang", dalam kehadiran-Nya.

Saat kalian kehilangan waktu "sekarang ", maka hal
pertama yang akan terjadi adalah kalian merasa harus
`terlihat'. Hey, aku disini ! kalian melihatku ?
Apakah semua orang memperhatikan aku? Apakah semua
orang mendengar apa yang sedang aku katakan? Bagaimana penampilanku?

Setan juga punya ego, tak satupun yang mau bersama
mereka karena pemberontakkannya pada Tuhan dan tidak
bertobat. Maka mereka tidak diampuni. Sekarang kita,
sebagai anak-anak Adam dan Hawa, kita hanya punya satu ego. Ego itu seperti seekor kuda dan seekor keledai. Kalian adalah penunggangnya. Dengan kearifan dan akal kalian, kalian harus mampu menunggangi kuda kalian.

Lalu mengapa kalian bertindak sebaliknya dalam
kehidupan di atas bumi ini? Manusia adalah penunggang. Pernahkah kalian melihat seorang manusia membawa seekor kuda di atas pundaknya? Segalanya telah diprogram, namun sebagai insan manusia, kita diberi kehormatan untuk membuat keputusan di tangan kita. Kita bukan seperti mahluk ciptaan lain. Kita harus berusaha untuk yang terbaik bagi diri kita. Kita bukan seperti binatang-binatang yang diikat. Pahamilah kehormatan yang telah Allah swt berikan pada kita.

Sepanjang kalian mampu menjauhi ego dan berhasil, maka kalian akan jauh dari iblis dan setan. Dalam area kedamaian, tak ada lagi iblis dan setan. Setiap orang mempunyai sebuah area pribadi yang damai. Saat kalian mendarat disana, tak seorangpun akan mengganggu kalian karena area itu telah dilindungi.

Tak seorangpun dapat memasukinya dan mengganggu
kalian. Tidak! Kalian mempunyai perlindungan Ilahiah
terhadap serangan setan dan iblis. Segalanya boleh
masuk, kecuali setan dan iblis. Jika ada yang mencoba
mengganggu, maka akan ada penjaga untuk kalian.

Semuanya adalah latihan, dan semua tergantung kalian.
Jangan meminta seseorang untuk mengikat leher kalian
dan menariknya seperti seekor sapi. Jangan !! Kalian
harus bebas! Bebas dari ego. Kalian harus bisa
memerintah dan mengontrol ego.

Metode untuk menundukkan ego:

Ketika ego kalian mulai datang memberontak dan ketika
kalian melihat diri sendiri mulai "membahayakan", maka kalian harus berpuasa satu hari dari matahari terbit sampai matahari tenggelam, jangan makan dan jangan minum. Hal itu sebagai hukuman bagi ego kalian karena telah merusak diri sendiri.

Saya telah di beri perintah agar segalanya jelas ;
jika kalian kehilangan kontrol akan diri sendiri atau
sedang dalam posisi yang sulit, maka kalian dapat
mengontak saya dalam hati dengan segera. Cukup dengan
mengingat saya, kalian akan terhubung dengan segera,
saya akan melihat kalian. Sebuah kekuatan akan datang
dengan cepat sehingga kalian terhindar jatuh pada
situasi yang membahayakan.

Saya terkoneksi pada sebuah rantai yang terhubung pada Allah swt melalui para awliya. Saya ada di bagian terakhir rantai yang akan menghubungkan kalian. Seperti steker yang dapat menghasilkan aliran listrik. Musuh yang paling mengerikan adalah ego. Jika seseorang tidak pernah diajari bagaimana cara berperang ; maka apa yang bisa dia lakukan jika ada seorang musuh? Musuh dengan cepat akan menakluk kannya. Kalian juga butuh seorang staff ahli bagi ego kalian, kalau tidak, dia akan menelan kalian dengan cepat.

Amat susah untuk berperang dan membunuh ego. Sebuah
peperangan yang mengerikan dan membahayakan. Namun
banyak ahli-ahli yang mampu membunuh ego mereka.
Kalian harus menemukan salah satu dari mereka yang
baru saja membunuh egonya, untuk menunjukkan pada
kalian bagaimana caranya.

Kalian tidak dapat mendekati ego secara langsung. Itu
mustahil. Disaat kalian mengatakan,"Aku umumkan perang terhadap kamu!". Maka kalian sebenarnya telah kalah. Kalian harus mengatakan pada ego, " Oh, temanku, teman terkasihku…" Jangan memperlihatkan pedang kalian. Jangan!"Kalian adalah temanku…."

Dengan cara ini, ego akan berakhir karena dia akan
selalu meragukan hati kalian. Kalian harus menunjukkan sisi pertemanan dan katakan padanya,"Saya menyukaimu melebihi siapapun!" Karena jika kalian bangkit dan mengumumkan perang, nafsulah yang akan menelan kalian. Banyak metode untuk menjaga agar ego kita tetap berada di jalur yang benar, jalan yang kita inginkan. Namun kitalah penyebab mengapa ego tidak patuh. Kita patuh pada setiap nafsu-ego tanpa membuat suatu persyaratan
dengan mengatakan," Jika kamu meminta aku akan
berikan, dengan syarat kamu juga harus mematuhiku."

Kita tak pernah menggunakan metode itu ! Kita hanya
memberi tanpa menerima apapun. Kita patuh, namun ego
tidak mematuhi kita. Kalian harus membuat syarat :
satu untuk satu. Patuhi saya dan saya akan mematuhi
kamu! Kerjakan apa yang aku mau dan aku akan
mengerjakan apa yang kamu mau. Itu adalah sebuah
metode yang telah dipergunakan dalam berbagai tradisi
dan akan terus dipergunakan sampai akhir zaman.

Paling tidak kalian dapat mengatakan pada ego di awal
pagi, saat kalian bangun tidur. Ketika ego mengingin
kan makan dan minum, katakan," Tidak ! Sebelumnya,
kamu harus menunggu sampai saya menunaikan kewajiban
sholat. Setelah itu baru saya beri kamu sesuatu
untuk dimakan. Jika kamu tidak patuh dan sholat
bersamaku, maka aku tidak akan memberimu makan atau
minum sepanjang hari ini !"

Ya, kita harus tahu metode-metode itu, karena jika ego memasang perangkap pada kita, kitapun harus memasang perangkap bagi dia. "Mengapa aku harus mematuhimu dalam segala hal dan kamu tidak mematuhiku? Apa alasanmu? Jika kamu tidak mematuhiku dan sholat, aku tidak akan mematuhimu sepanjang hari ini. Tak ada makan dan minum untukmu. Selamat kehausan dan kelaparan!"

Pada malam hari ego akan datang dan mengatakan," Aku
sudah mengantuk. Biarkan aku tidur. "Tidak, dia bahkan tidak mengatakan "tolong" – tidak pernah mengatakan tolong.Ego hanya memerintah, " Aku harus tidur. Aku harus istirahat."

Dan kalian mengatakan," Saya banyak urusan, banyak
yang harus dikerjakan." Maka Ego menjawab," Aku tak
paham akan hal itu. Aku hanya ingin tidur sekarang !"
Jika kalian mengatakan," Aku harus beribadah untuk
Tuhanku sekarang." Ego akan mengatakan," Tidak. Masih
ada banyak waktu sebelum sholat. Aku cuma ingin tidur
sekarang!"

Pada saat seperti itulah kalian harus berani
memerintah dia, " Tidak! Aku tidak mengijinkan kamu
tidur sebelum kamu sholat!" "Tapi mataku sudah
terpejam. Aku bisa apa?". " Jika kamu tidak mematuhi
perintahku, aku akan memberi garam pada matamu ! Jika
garam ada dimatamu, maka kamu sama sekali tidak akan
bisa tidur ! Jika kamu lakukan itu, aku akan lakukan
ini !"

Wa min Allah at Tawfiq


EGO dan Asosiasi
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Excerpted from Pearls & Coral
The Path to the Divine Presence


Dimana kita kehilangan dzikir kita, ingatan kita pada
Allah; dimana kita terputus walaupun cuma sedetik
saja, maka segera ego kita akan melompat keluar karena ingin diperhatikan. Untuk itulah, disaat nafsu seseorang ingin diperhatikan, yang lain harus
menyadari bahwa dia telah keluar dari lingkaran
asosiasi. Dia harus ditarik kembali. Adalah berat
bagi ego kita untuk menjadi 'hanya salah satu' dari
kebanyakan orang. Bukan menjadi seseorang yang berbeda

Nafsu selalu menunggu seseorang untuk kehilangan total kesadarannya, sehingga nafsu bisa melompat keluar. Para sufi hidup didalam asosiasi, kejemaahan.
Kehidupannya berisi suhbah. Mereka semuanya mempunyai
tujuan yang sama, niat yang sama namun posisi mereka
berbeda. Tiap orang berada dalam tingkatan masing- masing namun perbedaan itu sebenarnya `selaras' satu sama lain .

Ketika kita berada dalam asosiasi, jangan mengatakan
bahwa "problem saya beda dengan dia" atau "karakter
saya beda dengan dia" atau "saya punya gagasan berbeda dengan dia". Jangan berpikiran bahwa diri sendiri adalah `seseorang'. Jangan! Semua orang yang datang bersama dalam suatu suhbah/asosiasi, apapun perbedaan mereka, sebenarnya mereka `selaras' satu sama lain.

Jangan terlalu yakin akan diri sendiri, jangan pernah
berpikir bahwa kalian tidak melakukan sesuatu agar
diperhatikan. Siapa sih yang tidak? Berapa banyak yang kita katakan atau kita lakukan bukan karena suatu tujuan? satu, dua? berapa banyak? apa yang kalian katakan mungkin terbungkus oleh `tujuan' yang lebih dalam. Tanyakan pada diri sendiri atau tanya pada hati kalian mengapa kalian berbicara dan berlaku seperti itu ? Tidak seorangpun lepas dari ego, sampai mereka mencapai maqom yang aman.

Sebelum mencapainya, segalanya dapat terjadi setiap
saat dan tidak kurang dari satu detik , lebih cepat
dari perkiraan kalian. Kadang kita terkejut dengan
diri sendiri karena melakukan sesuatu hal yang
konyol, "Mengapa saya melakukan itu ? Mengapa saya
mengatakan hal seperti ini ?"

Pikiran terlalu lambat untuk menangkapnya, karena ego
bergerak lebih cepat dari pikiran! Kita berusaha
memahami saat segalanya telah terjadi. Jadi, untuk
tetap waspada / sadar adalah lebih penting dari
pada hanya berpikir. Saat nafsu seorang sufi melompat ke depan, keinginan untuk diperhatikan melalui amarah dan permusuhan terhadap saudara laki-lakinya (ini adalah cara paling terkenal agar diperhatikan yaitu dengan mengkritik, menyalahkan, marah dsb) Saat hal ini terjadi, kewajiban bagi mereka yang dikritik, yang dituduh, untuk menemui ruh orang yang melawannya dengan hatinya.

Hal ini sangat penting. Saat seseorang melawan kalian
atau mengkritik kalian dengan ke-ego-an mereka, dengan nafsu mereka, jangan dilawan lagi dengan nafsu, karena jika kalian melakukan itu kalian sedang dalam peperangan. Hanya akan memanas. Inilah aturan bagi siapapun dan agar kita dapat menggunakannya setiap saat.

Di saat seseorang mengkritik atau menyerang kalian,
karena nafsu mereka, maka temuilah mereka dengan hati
kalian jangan dengan ego kalian. Jangan balik
menyerang atau mengkritik. Hal itu tidak akan
menolong. Hanya akan melempar kalian berdua keluar
dari asosiasi tersebut.

Wa min Allah at Tawfiq

<< Home