A n E n d l e s s S p a c e    AN ENDLESS SPACE : Pemindahan Ilmu dari Hati ke Hati

Tuesday, February 08, 2005

Pemindahan Ilmu dari Hati ke Hati

Penuntun Ilahiah, Pendengaran Hati
Shaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani
Lefke Cyprus 2004


Pengetahuan datang dengan 2 cara. Yang satu dengan mendengar dari luar dan menggunakannya untuk ditujukan pada diri sendiri. Dan yang kedua pengetahuan yang datang dari hati nurani sendiri.

Namun beberapa pengetahuan yang datang dari hati nurani sendiri lebih kuat, untuk mendorong seseorang menuju target yang ingin dicapainya. Dengan kata lain , jika sebuah perintah datang dari luar, ego kita tak peduli untuk menerimanya namun bila datang dari diri dan hati kalian sendiri, maka hal itu lebih efektif.

Ego tidak ingin diperintah, tapi jika perintah itu datang dari dalam hati, kalian akan melihatnya lebih mulia. Kalian mendengar banyak pelajaran, namun sebenarnya kalian menunggu perintah-perintah tersebut datang dari diri kalian sendiri. Penuntun yang benar dan Ilahiah datang dengan cara yang kedua.

Seorang awliya bisa saja berpidato namun dia juga mengirim inspirasi pada hati-hati kita, Awliya memindahkan ilmu dan hikmah dari hati ke hati. Seorang mursyid/guru pembimbing mungkin mengajar dengan inspirasi. Namun tentang pengetahuan yang datang itu seseorang mengatakan, " Saya sedang berpikir tentang ini." Semakin kita menyucikan diri, makin banyak gelombang kebijaksanaan Ilahiah yang
ditangkap oleh pendengaran hati kita.

Nabi saw bersabda bahwa jika manusia dapat menjaga hatinya tetap suci, dan beribadah khusyu selama 40 hari, maka dia akan menangkap kearifan Ilahiah dalam hatinya dan mampu berbicara tentang kearifan, yang memang adalah inti dari segala pengetahuan.

Wa min Allah at Tawfiq


Apa yang Terjadi Setelah Kematian ?
Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
Jakarta' Suhbat 10 Des 2004


Ketika engkau dimasukkan ke liang kubur, merekapun melemparkan tanah padamu. Itu adalah sunah. Apakah alasannya? Setiap jengkal tanah akan meresap jasad si almarhum. Habil terbunuh oleh Qabil. Kemudian Allah swt menunjukkan bagaimana mengubur jasad tersebut. Jika
manusia tidak belajar bagaimana mengubur jasad orang mati, maka "Jika jasad orang mati tidak tertutupi oleh tanah, bau jasad itu membuat orang seluruh bumi pingsan."

Tanah yang dibuat untuk mengubur jasad itu adalah rahmat dan karunia Allah. Bila jasad tidak dikubur semua orang akan mengutuk si orang yang meninggal karena bau busuk yang berasal dari mayatnya. Artinya
ketika kalian menguburnya, kalian juga sedang menutupi aibnya.

Salah satu asma Allah adalah Sattar, Dia Yang menutupi dosa. Dia sedang menutupi jasad dengan menguburnya. Kalian tak dapat melihat jasad itu di lantai, lalu hidup! itulah ketakutan yang muncul dalam hati kalian ketika jasad tidak dikuburkan. Jika seseorang meninggal di rumah dan jasadnya disana, merekapun jadi takut. Apa yg mereka takutkan ? Kematian adalah penampakan yg agung, sesuatu yang gigih dalam tubuh, yang kalian rasakan ketika akan melihat malaikat pencabut nyawa.

Allah membuat hal itu sebagai rahmat ketika kita menguburnya di dalam tanah. Jika jasad berada di atas tanah, kalian tak kan mampu makan, minum saat melihat jasad tsb, karena akan terlihat menjijikkan. Ketika seseorang meninggal setelah beberapa hari,
kalian tak bisa makan & minum. Kalian kubur dia karena gambaran menjijikkan itu. Jika kalian jijik dan merasa takut padanya, tahukah kalian apa yang dirasakan orang ( yg telah meninggal itu ) akan hukuman Allah ? Jawabannya : Mereka sedang memanggilmu.

Berapa banyak jasad yang sedang ketakutan akan siksaan Allah dan saat dikirim malaikat Munkar & Nakir. Orang itu ditinggal sendirian, dibawah tanah, tak mampu bergerak ke kanan & ke kiri karena ada tanah di sampingnya untuk menjaga jasad agar tetap lurus.

Tiap orang akan mati, tak seorangpun terlewatkan. Nabi bersabda bahwa Allah mengirim ruh kembali ke jasad tsb. Begitu ruh dikembalikan, orang itupun duduk tegak. Jidatnya terantuk batu. Setiap dia ingin duduk kepalanya terantuk batu. Saat itulah dia tahu, bahwa saat itu adalah kali terakhir dia di dunia.

Dia menyadari bahwa dia sedang berada di akherat. Dua malaikat datang, bertanya padanya,"Siapa Penciptamu ? Siapa pembawa pesan Nya ? Apa agamamu ? Dan apa kitab sucimu ?" Jika lidahmu membeku saat itu, maka kamu berada dalam bahaya. Jika lidahmu tidak membeku dan mampu menjawab, maka kamupun aman. Itulah mengapa dulu para shuyukhs menyuruh murid2nya untuk menyendiri di dalam kubur, untuk mengajari mereka, "Suatu hari kalian akan seperti itu."

Merekapun sadar suatu hari pasti Allah swt akan memanggil mereka. Jika kita merasakan ini dan menyadarinya, kita tak akan duduk berleha-leha. Kita akan duduk di pojok berdzikir dan bershalawat dan
membaca Quran, hanya memuji Tuhan kita dan menanti saat kematian.

Dan Allah membuat kita ghaafil, cuek tak peduli. Itulah saat kita sedang sibuk dengan pekerjaan dunia. Tanpa itu, dunia akan berhenti. Jika Allah tak membuat kita cuek, maka semuanya tak akan bergerak.
Para awliya bukan orang2 yang cuek tak peduli. Itulah mengapa tiap saat mereka selalu berdzikir, tiap saat mereka ikuti muridnya untuk mengawasi kelakuan mereka. 24 jam mereka awasi murid2nya. Semoga Allah mengampuni dan menyelamatkan kita semua.

Saya sedang melihat dan teringat ketika dulu pernah melihat foto2 dua orang murid wanita di dinding dan saya teringat mereka meninggalkan semuanya dan pergi. Kalian tidak akan membawa apapun, walaupun cuma baju dan cincin. Berangkat dan pergi. Semoga Allah
mengampuni kita. Ini sangat sulit bagaimana menghadapi kuburan kita?

Rabi`a al`Adawiyya sering menangis seharian sambil istighfaar. Beliau berkata," Bagaimana aku tidak beristighfar ? sedang aku tak tahu bagaimana Sayyidina Izrail akan mengambil nyawaku dengan siksaan2 atau kebaikan ?" Jika kalian tahu, maka semuanya lancar;
tapi tak seorangpun tahu !

Wa min Allah at Tawfiq, Bi hurmatil fatiha.


Freemason dan Anti Christ
Shaykh Nazim al Haqqani
Ditranslasi dari Defending The Truth


Jika kamu ingin mencapai tujuan dengan mudah dan selamat, lakukanlah pekerjaanmu dengan rahasia. Freemason adalah sebuah organisasi internasional dalam bidang persaudaraan dan penggalangan dana dengan tata cara dan atribut yang rahasia.

Mereka melakukan apa saja dengan rahasia. Kadang-kadang orang menemukan mereka, namun mereka seperti kucing. Ketika seekor kucing mempunyai anak, dia akan menyembunyikannya. Jika seseorang menemukannya, mereka akan menyembunyikannya di tempat lain. Freemason seperti itu. Jika seseorang mengetahui sedikit tentang mereka, mereka akan mengganti seluruh kondisi kerjanya sehingga ketika orang itu datang lagi, dia akan menjadi bingung dan tidak mengerti apa sebenarnya yang mereka lakukan.

Kerahasiaan mereka telah meliputi seluruh dunia saat ini. Semua orang-orang penting berada dalam kontrol mereka atau salah satunya adalah anggota mereka. Bahkan jika seseorang berada di posisi ke-2 secara hierarki, dia tidak akan tahu kepada siapa atasannya
bertanggung jawab. Itulah gambaran kekuatan organisasi mereka. Masyarakat kelas bawah dalam kontrol mereka, bagitu pula masyarakat elit: kalangan pemerintahan, pendidikan, pers, mafia, angkatan bersenjata, ekonomi, bank, sekolah,… Mereka ada di mana-mana!

Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa mereka. Kamu bisa melakukan suatu pekerjaan kecil, namun roda yang besar dalam kontrol mereka dan roda kecil itu harus mengikuti yang besar. Mereka yang mengendalikan komando. Hal ini akan terus berlangsung hingga Imam Mahdi as datang. Israel dalam kontrol mereka, begitu juga Amerika. Inggris dalam kontrol mereka, juga Jerman,China, Pakistan, Hindustan, Rusia, Turki, Hijas, Mesir, Libya, timur, barat, utara, selatan,… semuanya berada dalam kontrol mereka.

Kesulitan akan terus berlanjut selama umat muslim tidak peduli. Ketika muslim bangkit, mereka tidak bisa leluasa menjalankan keinginannya. Itulah sebabnya setiap hari mereka memberi valium kepada umat Islam, bukan dalam satuan miligram, tetapi gram! Jadi mereka akan tertidur pulas. Pengadilan dalam kontrol mereka,
begitu juga polisi, militer, universitas, panti jompo, organisasi kepemudaan, lapangan golf, Raja Presiden, Sultan, … semuanya berada dalam kontrol mereka.

Rencana mereka adalah untuk memiliki hegemoni total di seluruh dunia, mereka berani menjamin hal itu, namun sekarang ini masih dirahasiakan. Mereka mengatur seluruh dunia dari bawah tanah. Tidak terlihat, tetapi ketika Dajjal datang akan menjadi jelas semuanya dalam 40 hari. Sekarang mereka mengontrol segalanya lewat jalur yang tersembunyi: fax, teleks, komputer, satelit, segalanya! Bahkan lewat kuil, gereja, sinagoga, masjid, organisasi keagamaan, semuanya harus
dikontrol oleh salah satu anggota mereka.

Di antara pemuka agama, salah satunya harus mempunyai kekuasaan itu. Mereka tidak akan pasif, tetapi aktif dan secara dinamis bergerak menurut sasaran mereka. Tidak ada yang bisa menentangnya. Pasar kebutuhan pokok dalam kontrol mereka, stasiun radio, pers, segalanya dikontrol mereka. Mereka mendikte apa yang harus kamu pakai, bagaimana cara kamu tidur, tempat tidur macam apa yang kamu pakai,
bagaimana dapur dan rumahmu, bagaimana kamu mencukur jenggotmu, bagaimana model rambutmu, segalanya akan mereka katakan kepadamu.

Hippies (gelandangan) dikontrol mereka, begitu juga dengan para penggemar musik punk rock, diskotik, dan musik pop. Mereka akan mengatakan kepadamu apa yang harus kamu minum. Rokok mereka kontrol, anggur dan kasino juga. Bank dunia dalam kontrol mereka. Supermarket dan Megamarket dikontrol mereka. Museum dan perpustakaan dikontrol mereka. Perang dikontrol mereka, pesta dikontrol mereka. Oposisi
dikontrol mereka, penguasa dikontrol mereka juga. Pokoknya segalanya! Jika kamu tidak setuju dengan apa yang Saya katakan, buatlah suatu penelitian.

Hanya Para Pembela Kebenaran yang merasa muak dengan segala pengontrolan mereka, dan berkata “Aku harus bebas!” Pembela kebenaran mencoba membebaskan diri dari mereka. Ada suatu kelompok yang sedang berkembang dan menamakan dirinya, “Defender of Truth, Pembela Kebenaran.” Setiap orang harus berjuang untuk mendapatkan predikat ini dan dengan demikian menjadi Pembela Kebenaran, sebab jika mereka tidak ada, kekuasaan Setan akan berlanjut sampai akhir zaman. Tetapi Saya berharap mereka akan berakhir pada milenium kedua ini. Setiap iklan milik mereka, mereka melakukan apa saja untuk menipu orang dan mengecoh masyarakat agar keluar dari jalur yang benar dan mengikuti keinginan mereka.

Jika seseorang ingin melakukan sesuatu yang benar, mereka datang mengelilinginya, lalu menipunya sehingga orang itu akan pergi ke jalur sebaliknya. Muslim yang tidak acuh makin banyak, tetapi kita
berharap hal ini akan segera berakhir dan orang-orang akan bangkit menyadari bahwa Setan dan agen-agennya telah menipu mereka, merampas kemuliaan mereka, kehormatan mereka, dan nilai-nilai luhur mereka dan
memberikan sesuatu yang tidak berharga sebagai gantinya. Orang-orang meninggalkan berlian untuk mengejar barang-barang dari plastik.

Hormon dalam kontrol mereka. Makanan dan minuman dalam kontrol mereka. Pertanian dalam kontrol mereka. Kesehatan dan obat-obatan dikontrol mereka, dokter dan rumah sakit juga dikontrol mereka.
Istri mereka sendiri dikontrol mereka, karena mereka mengirimkan istri-istrinya ke dokter-dokter pria untuk diperiksa walaupun itu adalah haram. Tidak ada yang berhak mengontrol mereka selain Allah. Tidak ada perlunya melakukan pemeriksaan seperti itu! Tetapi
sebagaimana mereka mengatur seluruh umat manusia, mereka juga tidak mau ketinggalan mengontrol yang satu ini.

Para wanita tidak menggunakan akalnya, jadi mereka lalu pergi untuk melihat apa yang terjadi. Sudah jelas kamu hamil dan akan melahirkan! Sejak bulan pertama para wanita ini pergi ke dokter dan setiap bulannya mereka akan dipindai (scan) yang sebenarnya
menyakitkan bagi bayi. Dalam banyak hal pemindaian ini menyakiti bayi. Begitu banyak bayi yang dibawa kepada Saya terluka karena sinar dari peralatan pemindai itu.

Ketika sinar scan/USG itu mengenai matanya ia akan buta, dan kalau mengenai telinga ia akan tuli. Beberapa bayi mempunyai lubang di jantungnya! Apakah kamu pikir sebuah pabrik mobil akan mengeluarkan mobil dengan lubang di tangki bensinnya? Nah bagaimana seorang bayi bisa keluar dari rahim ibunya dengan lubang di jantungnya? Orang-orang ini tidak mau menerima bahwa itu disebabkan oleh sinar tadi!

Mereka berani melakukan operasi kepada bayi yang umurnya baru 1 minggu! Untuk ginjal mereka, kepala, tangan, mulut,…mereka mengontrol semuanya dan orang-orang kita yang bodoh menjadi korban mereka. Saya sangat marah dengan wanita-wanita dan para suami
yang mengirimkan istrinya untuk diperiksa ke dokter - dokter pria. Tetapi tak seorang pun mau mendengar nasihat Saya, sebab kontrol Setan terhadap mereka sudah sedemikian besar. Mereka malah mendengarnya dan tidak mendengar nasihat Nabi saw dan Rasul Allah.
Sebagai hasilnya terdapat kutukan bagi seluruh bangsa. Semoga Allah mengampuni kita.

Wa min Allah at taufiq
posted by mevlanasufi at 1:46 AM 0 comments


Sampai Mereka Mengubah Diri Mereka Sendiri.
Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
Ceramah di Masjid Abdul Aleem Siddique, Singapore
27 Januari 2004


Kita berusaha sebaik mungkin melaksanakan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. Saya bukan seorang pengajar. Pengajar adalah orang-orang yang menulis dan berpikir banyak dengan pikiran-pikirannya.

Nabi Muhammad saw bukanlah seorang pengajar. Seorang pengajar berarti engkau membaca apa yang orang-orang tulis dan mencoba untuk menghilangkan, menempelkan dan memberikan sesuatu agar orang-orang menjadi setengah tertidur, setengah terbangun, setengah berpikir
tentang yang lain.

Meskipun demikian Nabi saw pun bersabda, "ad-deenu nasiha" – Agama adalah nasehat. Yang terpenting adalah bukan nasehat untuk kalian yang didahulukan, tapi nasehat bagi yang berbicara. Saya harus menasehati diri dulu dan mengingatkan diri sendiri atas apa yg
Nabi saw ajarkan lewat Islam.

Jika saya merasa lebih dari siapapun saat ini, maka nasehat itu jadi tak berarti. Nasehat saya akan menjadi seperti nasehat iblis. Nasehat iblis adalah tak bermakna, mereka dikutuk karena hal ini, yaitu karena Iblis merasa lebih baik dari siapapun.

Ketika Iblis datang dan membisiki dan membujuk Nabi Adam as dan berkata," Allah tidak memberimu izin makan buah dari pohon itu, karena hal itu akan membuatmu abadi." Maka Adam as pun tertipu dan makan buah yang ada pada pohon khuldi itu.

Nasehat itu bukan untuk kita karena hamba ini belum matang. Kita belum mencapai kematangan. Dahulu kala ada Syaikh yang sering menjadi guru di tarbiyyah. Syekh at Tarbiyyah adalah seseorang yang meningkatkan tingkat pemahamanmu. Artinya dia mengajarimu disiplin.

Syaikh itu berkata pada murid-muridnya ;"Aku akan mengirimmu ke kuburan." Disana adalah kuburan para ulama. Maka murid-muridpun kesana dan melihat seorang laki-laki asing di gerbang menunggunya. Kemudian mereka membuka gerbang dan memasukinya, kadang orang
asing itu meletakkan kertas-kertas untuk memberitahu bahwa waktunya telah habis. Saya tak tahu apakah benar seperti itu, apakah seperti kertas tilang untuk mobil....

Murid-muridpun melihat kuburan seorang alim yang pertama disana. Orang asing itu berkata pada murid yang datang, "Subhanallah, laki-laki ini meninggal muda. Dia meninggal saat belum mencapai umur 1 tahun. " Murid itupun memandang orang asing itu dan berpikir,
"Apa ini?Bagaimana bisa seorang alim yang meninggal ini baru berumur 1 th? Aku dahulu pernah mengenalnya, aku pernah bersama syekh saya dan beliau meninggal saat berusia 80 tahun."

Namun murid itu tidak berkata apapun karena rasa hormat, disiplin dan adab. Islam adalah "Adab" etika. Islam tidaklah kasar dan jahat. Nabi saw sangat lembut dalam berperilaku, dalam nasehat-nasehatnya maupun dalam bergaul dengan para sahabat-sahabatnya. Nabi bukanlah seorang yang keras. Beliau datang dengan para sahabat ke Mekah dan Abu Sufyan berkata, " Siapapun yang memasuki rumah Abu Sufyan akan selamat." Nabipun tidak membalasnya. Kita tidaklah seperti itu.
Kebanyakan dari kita saat ini berhaluan keras dan orang-orang yang berwatak keras. Kita membalas dendam hanya untuk masalah-masalah kecil.

Cobalah kalian pergi keluar dan jika kalian tidak menemukan sepatumu ditempatnya, kalian akan marah. Kenapa musti marah? Pecahkan masalah tanpa bertengkar. Mereka melakukan itu. Mereka bilang "Ini pencurian,
saya tak mau melakukannya. Aku akan pulang dengan telanjang kaki." Mereka tidak berpikir,"Jika orang itu tidak butuh sepatuku, Allah tak akan mengirim dia untuk mengambilnya sebagai amal dariku." Bila kita berpikir demikian, maka semua orang akan tenang.

Saya memiliki seorang guru dan kami memiliki sebuah mesjid besar di London dimana mereka punya kotak amal. Kotak amal tersebut tergantung didinding, dan kami tidak mengumpulkan sumbangan dengan berkeliling. Masjidnya besar dan mungkin ada 30-40 kotak amal
diseluruh bagian mesjid. Suatu hari mereka datang dan melaporkan pada Syaikh , " Satu kotak sumbangan dirusak dan uangnya telah
diambil." Mereka marah karena kehilangan satu kotak amal. Beliaupun berkata "Mengapa kalian marah? Jika pencuri itu tidak membutuhkan uang itu, diapun tak akan datang kesini dan mengambil uang, maka biarkan semua kotak amal terus terbuka dan siapapun yang ingin
mengambil uang bisa datang dan segera pergi."

Mulai saat itu kotak-kotak itu terbuka. Kotak-kotak tersebut meski tertutup namun tidak terkunci. Sangatlah mungkin untuk diambil semuanya dan di bawa pergi. Inilah etika yang Islami, agar bisa membuat pencuri merasa malu akan dirinya sendiri. Aku tahu kalian disana, ambillah.

Islam adalah sebuah rasa. Bukan sebuah pengajaran yang siap dengan berbagai lembar halaman untuk dibaca. Pengajar tidak mengerti apa yang ditulis, dan tak seorangpun mengerti apa yg dia katakan. Benar begitu? Ya, Pak. Belajar..? Menghormati.

Itulah mengapa Si orang asing mengatakan bahwa orang alim yang dikuburan pertama dikatakan meninggal ketika umurnya 1 tahun, meskipun umur sebenarnya 80 tahun. Kemudian mereka menuju kuburan selanjutnya dan dikatakan, yang itu saya rasa belum 2 tahun sudah
meninggal. Yang ini 6 tahun. Yang sebelah sana 10 tahun. Tak satupun dari mereka yang mencapai umur matang." Yang lain bilang dia meninggal pada umur 10 tahun, dan yang satunya lagi berumur 15 tahun.

"Kematangan", apakah kematangan itu? Tak satupun dari orang alim yang meninggal ini pernah mencapainya. Pelajar itu berpikir dan merasa heran "Apa yang dikatakan orang asing itu?". Namun karena dia punya disiplin, diapun tidak membantah. Saat ini kita selalu
saling membantah ketika kita tak sepaham.

"Apa topik hari ini?". Nasir menjawab,"Sampai mereka mengubah diri mereka sendiri" Dalam bahasa Arab, "Man shabba 'ala shay shaaba 'ala shay". Artinya, " Siapapun yang dibesarkan dengan sesuatu hal, akan terus seperti itu hingga rambutnya menjadi putih."

Seperti saya saat ini berambut putih. Adakah disini yang berambut putih? Saya tak bisa bilang kalian bermabut putih karena semua telah bercukur. Jadi bagaimana kalian akan berubah? Allah berfirman, "Innaka laa tahdee man ahbabta walaakinn-allaha yahdee man yashau wa Huwa a'lamu bil-muhtadeen". Artinya "Kalian tak akan mampu memberi petunjuk kepada setiap orang yang kalian cintai; namun
Allah memberi petunjuk siapapun yang Dia inginkan dan Dia Maha Tahu siapa orang-orang yang mau menerima petunjuk." [28:56]

Perubahan berasal dari Allah swt. Dari atas sana. Kita hanya belajar disiplin dan hormat, dan kita ikuti tuntunan Nabi Muhammad saw maka kita akan selamat." Murid itupun kemudian pulang pada syaikhnya dan
Syaikhnya pun bertanya," Apakah kamu pergi ke pemakaman?" "Ya saya pergi Syaikhku" "Apakah kamu melihat keanehan disana?" "Ya , seorang laki-laki asing datang dan mengatakan padaku kalau orang alim yang meninggal itu baru berumur 1 tahun, ada yang berumur 2 tahun, dan ada
pula yang berumur 10 th." Sang Syaikh menjawab," Anakku, orang asing yang kau temui itu, aku kirim untuk mengajarimu bagaimana mengubah dirimu sendiri".

Ketika kalian mengunjungi seorang yang alim yang telah banyak umurnya, namun mereka si "alim" itu biasa berkata sesuatu untuk "konsumsi lokal", mereka berkata dengan bibirnya bukan dengan hatinya. Mereka tidak dewasa dan shaleh. Mereka memang matang dalam belajar, namun tidak matang dalam af'al.

Ada tahap belajar aqwaal, dan juga af'al. Aqwaal adalah apa yang kamu katakan pada tiap orang. Afa'al adalah apa yang kamu perbuat. Artinya, kalian tidak mengubah diri sendiri, kalian hanya berbicara dengan mulut tapi tidak melakukan apa yang kalian katakan.

Itulah mengapa kalian memintaku untuk mengangkat topik ini," la yughayiru Allah ma bi qawman hatta yughayiru maa bi-anfusihim". "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mau merubah diri mereka sendiri". (13:11). Mengubah diri adalah sesuatu pengalaman yang paling berat bagi seorang hamba yang
akan melaluinya.

Saat Jibril datang pada Nabi saw dan bertanya padanya tentang agama, beliau saw menggolongkannya menjadi tiga hal : Islam, Iman dan Ihsan. Islam sudah cukup dengan lima rukun Islam; tetapi mengapa Nabi saw harus menyebut Iman? Jika iman sudah cukup, mengapa Nabi saw
masih menyebut Ihsan ?

"Al-ihsan an t'abud Allah ka-annaka tarah". Kesempurnaan karakter seorang hamba adalah dengan menyembah Allah seolah-olah kalian melihat Dia, dan jika kalian tidak melihatNya, ketahuilah bahwa Dia
melihatmu. Bayangkan jika seseorang dengan sebuah kamera dan
mengatakan akan mengambil gambar saat kalian sedang shalat dan menampilkannya di TV. Apa yang kalian lakukan? Kalian akan berusaha 'khusyu'. Karena kamera ada disana. Karena kalian akan ditampilkan di TV. Kalian mencoba yang terbaik dan sebelumnya kalian
berkata,"Tunggu, tunggu, Aku akan pakai bajuku yang terbaik". Tidak seperti dia yang memakai baju ala barat. Ketika kalian datang ke masjid dan memakai baju, maka pakailah baju yang di sunnahkan untuk
dipakai.

Kita harus pakai lelucon agar orang-orang sedikit gembira. Saat kamera ada, "Allaaaaahuuaa Akbar." dengan suara keras dan indah, namun saat kamera tidak ada kalian tidak mengucapkan "Allahu akbar." dengan sepenuh hati. Apa yang kalian pikir tentang kamera Allah ? Malaikat-malaikat Allah dikirim untuk memeriksa kita di kanan dan kiri kalian.

Mereka adalah kamera surgawi, bukan kamera bumi. Mereka bukan mendeteksi gerakan kalian saja seperti yg dilakukan oleh kamera dunia namun mereka mendeteksi maksud dihati kita, kekhawatiran kita, gagasan-gagasan ide dan niat yang baik maupun keragu-raguan dan niat
yang buruk dihati kalian.

Bagaimana kalian bisa menipu disana? Inilah yang dinamakan tingkat al-Ihsan. Ketika kalian berada dalam Maqam al Ihsan, kalian berada dalam "kawasan Ilahi". Kalian berada sesuai yang di katakan Nabi saw, ketika menyembah Allah seolah-olah kalian melihat Dia, dan
jika kalian tidak melihatNya, ketahuilah bahwa Dia melihatmu. Namun saat ini kita tak bisa melihatNya, karna kita buta.

Kalian berada diantara ayd ar-rahman, diantara Tangan-tangan Yang Maha Pemurah berdiri disana dan malaikat-malaikat Allah yang mengamati kalian. Bagaimana seharusnya shalat kalian? Itulah yang
dimaksud dengan Islam , Iman dan Ihsan. Walaupun kalian sholat di Mekah dan Madinah, tetap saja semua hal buruk masuk dalam hatimu. Lebih dari itu, Allah berfirman dalam hadist Nabi saw "Al-ihsan
an t'abud Allah ka-annaka tarah".

Beribadahlah pada Allah seolah-olah kalian melihat Nya. Meski yang pasti kalian tidak bisa melihatNya di dunia ini. Untuk ini Nabi saw melanjutkan," fa in lam takun tarah fa innahu yaraak".

Dan bagaimana kalian dapat mengatakan Allahu Akbar jika di dalam hati kalian masih memusuhi sesama saudara muslim lainnya. Begitu kalian masuk shalat, semua hal buruk masuk kedalam pikiran kalian, tentang wanita cantik yang tinggal di sebelah rumah, tentang
menyakiti tetanggamu, tentang bunga bank yang masuk dalam tabunganmu dan sebagainya.

Inilah yang Syaikhmu berusaha mengajarimu. Banyak para ulama yang meninggal tua, namun mereka tetap belum mencapai kedewasaan.
Kemudian Syaikh pun mengirim murid-muridnya kekuburan lain dan murid-murid melihat orang asing yang sama sedang berdiri di sana. Laki-laki itu berkata, "yang itu meninggal saat berusia 50 th, Subhan-Allah yang itu meninggal saat usianya 100 tahun . Dan itu berusia
200 tahun, sedang yang disana usianya mencapai 300 th"
Diapun datang pada syekh dan syekh berkata, " Ya, yang itu telah meninggal dan telah mencapai kedewasaan."

Ada dua tipe ulama 'Alimun jahl, orang terpelajar yang tidak bertindak pada apa yang mereka pelajari dan alimun 'amil – mereka yang telah Allah berkahi lebih dan lebih lagi. Renungkan apa yang telah Allah berikan padamu dan bagaimana cara untuk mengangkatmu mencapai kesucian diri, dengan merenung melalui muraqabah dan tafakur
pada Allah, bagaimana kalian menghabiskan waktu dengan mengingatNya dengan dzikrullah.

"Aladheena amanuu wa tatmainnu quloobuhum bi dhikri Allahi alaa bi dzikri Allahi tatma'innu 'l-quloob" "yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.[13:28]

Dengan bertafakur selama satu jam, kalian akan diberi pahala seperti kalian beribadah selama setahun. Jika kalian seorang pengusaha, saya tidak tahu berapa banyak mereka disini, berapa banyak waktu yang kalian habiskan untuk menata keuangan agar baik tiap harinya.
Bukan hanya itu, kalian menyewa akuntan untuk memeriksa apakah ada kesalahan atau tidak.

Mengapa, karena kalian takut pegawai pajak datang dan mengauditnya, jika kalian berbuat salah maka mereka akan menghukum kalian. Tidakkah kalian pikir bahwa Allah akan mengaudit kalian juga ?
"Fa man y'amal mithqaala dharatin khayran yarah". Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Allah akan menanyakan pada kita sekecil apapun yang
kita lakukan, tiap kebaikan dan kejelekkan yang kita lakukan. Kemudian bagaimana? Dia akan mengampuni kita. Karena kita semua akan berbuat dosa kecuali Nabi saw yang tidak punya dosa.

"Qul yaa 'ibadiya alladheena asrafoo 'ala anfusihim la taqnatoo min rahmatillahi inna Allaha yaghfiru 'dh-dhunooba jamee'an innahu huwa al-ghafooru 'r-raheem" Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus
asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [39.53]

Allah akan mengampuni semua dosa' namun apakah kita menyesalinya? Ketika kita pulang kerumah, saya tahu sebagian orang akan pulang dan menonton TV. Beberapa akan shalat 2 rekaat di rumah selesai shalat Isya berjamaah. Lalu berkata,"Aku mau nonton TV melihat berita." Setan sedang datang menghampirinya. Melihat berita mungkin tidak apa-apa. Karena Tehnologi TV membuat kalian mengetahui apa yang sedang terjadi, seperti gempa tsunami kemarin.

"Aku mau nonton saluran lain," kemudian ada 4 - 5 channel. Kalian mulai berpindah dari satu channel ke channel lainnya, lalu saat kita lihat seorang wanita cantik, kitapun berhenti dan mengatakan,"Mari kita tonton." Maka kitapun terjatuh dalam dosa. Itulah mengapa Allah mengajarkan Nabi untuk mengatakan, " laa taqnatoo min rahmatillah." "Jangan putus asa atas ampunan Allah".

Allah meminta kita untuk berubah. Jika kita merubah diri dengan bertobat/menyesalinya maka hal itu baik . Kalian tidak bisa merubah diri kalian menjadi sempurna. Tak seorangpun sempurna.

Setelah menonton hal yang tidak baik dan malam itu kalian bertobat, maka esok hari adalah hari baru. Allah akan mengampunimu. Shalatlah 5 waktu. Itulah perubahan kita. Tidak ada hal lain yang bisa kita
lakukan. "Inna Allah la yughayiru maa bi qawman". Itulah perubahan kita untuk bertobat. Saat kalian tobat, Allah mengampunimu dan kalian jadi manusia yang baru terlahir kembali.

Saat Aisha menanyakan tentang umat muslim, Nabi saw menjawab," Kita adalah umat marhuma. Umat ini adalah umat yang diberkahi." Aisha bertanya, "Bagaimana bisa, ya Rasulullah?' Beliau menjawab,"Karena tidak ada hukuman di akhirat. Hukuman itu ada di dunia ini;
kelaparan, gempa, pembunuhan." Dan ini adalah sebuah proses untuk membersihkan mereka di dunia dan mengangkatnya ke surga saat hari pembalasan nanti.

Mereka tidak akan dihukum karena telah dibersihkan di dunia. Maka Allah menimpakan segala macam kesusahan pada kita. Lihatlah saat ini kita paling lemah di dunia. Mereka bertanya, begitu lemahnya kita dan tak ada yang mampu kita lakukan.

Suatu saat ada orang non muslim yang datang pada Nabi saw dan katanya," Ya Muhammad!" Mereka tidak mengatakan "Ya Rasulullah!" Mereka berkata, "Saat kami berdoa, tidak ada pikiran negatif pada hati kami. Kami terfokus pada Tuhan kami. Tapi yang kami tahu dari
sahabat-sahabatmu bahwa saat mereka beribadah, banyak gangguan dalam pikiran mereka. Artinya agamamu tidak baik, punya kamilah yang lebih baik."

Nabipun menoleh pada Sayyidina Abu Bakr ra, "Jawablah mereka." Sayyidina Abu Bakr ra menjawab, " Jika seorang pencuri ingin merampok dan dia punya pilihan untuk pergi ke istana atau kekandang, kemana dia akan memilih untuk pergi?". " Tentu ke istana." jawab non muslim itu.

Abu Bakar pun melanjutkan, "Hati kami seperti istana yang penuh dengan iman pada Allah dan Nabi saw". "Kandang hanyalah sebuah kandang, isi kandang ada banyak kotoran disana. Dia ingin datang ke istana karena lebih banyak batu mulia di Istana. Itulah mengapa hati para muslim dibawah serangan yang sangat berat. Kita dibawah kesulitan besar karena seluruh dunia melawan kita".

"Mereka melawan kita untuk apa? Untuk sebuah alasan yang sederhana, karena kita tidak saling setia. Kita tidak berusaha melakukan yang terbaik untuk membuat citra agama kita menjadi baik". "Adalah tugas kita untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai, agama Allah, sebuah pesan surga. Pesan surga bukanlah pesan yang kejam, kasar dan merusak. Islam adalah pesan cinta dan toleransi. Adalah kewajiban kita untuk merubah pesan yang sebagian kaum muslim telah diberi sebutan kejam, teroris dan semacam itu.

Saya senang saat tiba di Singapura, melihat muslim Singapura dan bangsa Cina hidup berdampingan dengan damai, tak ada gangguan. Saya ingin melihat setiap negara Islam membawa kembali nama agama kita sebagai agama cinta, sebagaimana yang dikatakan Nabi saw .

Saya pernah bercerita tentang seorang Badui, yang datang pada Nabi saw saat shalat jumat. Dia datang dan berdiri di pintu masjid dan berkata," Kapan hari kiamat itu, ya Muhammad?" . Mengapa dia bertanya tentang Hari kiamat? Apakah kita menanyakan tentang hari kiamat? Tak seorangpun dari kita yang menanyakan itu. Betapa orang Badui lebih baik dari kita yang menyebut diri sendiri sebagai kaum
beradab, kaum modern. Kita tak menanyakan saat kiamat. Apa yang kita tanyakan? Kapan saatnya ber-disco? Yang kita tanyakan adalah nafsu-nafsu semata.

Nabi saw saat itu tidak menjawab. Kemudian Badui itu bertanya lagi. Nabi tetap meneruskan berbicara pada sahabat-sahabatnya. Saat Badui itu bertanya untuk yang ketiga kalinya, Jibrilpun datang dan berkata,"Jawablah dia." Nabi menjawab, "Apa yang telah kamu siapkan
untuk hari kiamat itu? Kiamat adalah perjalanan yang panjang. Apa yang akan kamu persiapkan untuk hari itu ?"

[Kita harus bertanya pada diri sendiri, apa yang sedang kita siapkan untuk hari itu. Seorang Badui yang tak tahu tentang Islam, kaki dan badannya telanjang. Apakah yang dia jawab?]

Dia menjawab dengan sederhana,"Cintamu, ya Muhammad adalah cukup untukku." Dia tak tahu apa-apa. Lalu apa yang Nabi saw katakan: "Itu sudah cukup". Badui itupun bahkan tidak memasuki masjid dan shalat.
Sayyidina Abu Bakr ra bertanya pada Nabi saw, " Apa ini Ya Rasulullah?" Nabi berkata,"yuhsharul maru ma man ahbabt". Seorang manusia akan dibangkitkan bersama dengan orang yang dicintainya."

Dengarlah firman Allah,"Qul in kuntum tuhibboona Allaha fat tabi'oonee yuhbibkumullahu". "Katakanlah : Jika engkau mencintai Allah, ikutilah aku; Allah akan mencintaimu." [3:31]

Itulah perubahan yang harus kita lakukan: Untuk mencintai Nabi Muhammad saw melebihi cinta kita pada keluarga dan anak-anak kita. Adakah seseorang akan mengacungkan tangan dan berkata, "Ya saya mau." Jika benar, maka acungkan tanganmu. Saya tanyakan masalah
itu pada diri sendiri, "Apakah saya mencintai Nabi saw melebihi cinta pada anak perempuanku dan keluargaku?"

Jika anak bayimu sedang sakit dan demamnya 42 atau 43C dan dia masih kecil. Apa yang kalian lakukan? Bukankah Kalian disisinya sepanjang malam, memeriksa temperatur nya. Kalian tidak bisa tidur. Tidurkah kalian bila anak-anak bayi kalian sedang sakit ? Tidak, kalian
mungkin ke rumah sakit dan menungguinya disana.

Apakah kalian juga bangun sepanjang malam dengan bersalawat pada Nabi Muhammad saw dan memujinya? Jika tidak , lalu cinta yang seperti apakah yang sedang kalian bicarakan ? Lihatlah bagaimana cinta kita adalah cinta yang palsu.

Seperti buah-buahan plastik yang tidak ada rasanya. maka cinta kita pada Nabi saw pun harus diubah dari plastik menjadi sesuatu yang segar. Meskipun demikian ada beberapa orang yang cintanya pada Nabi saw melebihi cinta pada anak dan keluarganya. Merekalah yang paling jujur dan alim diantara kita.

"Mina al-mumineena rijalun sadaqoo ma 'ahadoo Allaha alayhi fa minhum man qadaa nahbahu wa minhum man yantadhiru wa maa baddaloo tabdeela". Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang
menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya)[33:23]

Allah menggambarkan mereka dalam kitab suci Al'quran sebagai orang-orang yang menepati janjinya pada Allah pada hari perjanjian; dan beberapa diantaranya telah meninggal dan sebagian sedang menunggu dn mereka tidak pernah berubah. Mereka orang yang lurus.

Wahai muslim, saya tak akan berlama-lama tentang hal ini. Mereka itu ada diantara kita. Temukan dan belajarlah dari mereka orang-orang yang lurus. Jangan katakan kalau di dunia ini kalian tak menemukan orang seperti itu. Mereka bukan semacam ulama yang kalian tahu. Mereka adalah 'alimun 'amil'. Seorang alim yang bertindak atas apa yang telah dia pelajari.

Itulah mengapa Allah menggambarkannya di Qur'an, "Alaa inna awliya-Allahi laa khawfun 'alayhim wa laa hum yahzanoon". Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.[10:62]

Dimana para awliya sekarang ini ? Lihatlah mereka. "Ya ayyuha alladheena amanoo ittaqoo Allaha wa koonoo ma'a as saadiqeen". [9:119] "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar".

Bersamalah dengan orang yang benar dan dapat dipercaya. Carilah mereka dan bergabunglah dengan mereka. Kalian akan belajar dari mereka dan kalian akan berubah. Semoga Allah swt membuat kita mampu
melihat salah satu awliya-Nya. Semoga Dia membuat kita mampu melihat salah satu dari hamba-hambanya yang jujur.

Semoga Allah membawa kita pada spiritualitas Nabi Muhammad saw yang membuat kita mampu merasakan kehadirannya, merasakan keharumannya, merasakan cintanya, merasakan bersama beliau setiap saat dalam
kehidupan kita.

Wa min Allah at Tawfiq, Bi-hurmatil habib, bi hurmati 'l-fatiha.

(ditranslasi oleh Novita dan diedit oleh arief, judul asli Until They Changes Themself)


Nasehat Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah


Hidupkanlah hati dan pikiranmu dengan menerima dan memperhatikan nasehat. Jadikanlah kesalehan sebagai penolong untuk menghilangkan keinginan-keinginan nafsumu yang tidak terkendali. Binalah budi pekertimu dengan pertolongan keyakinan yang tulus pada agama dan
Allah.

Taklukkanlah keinginan-keinginan pribadimu, kekesatan hatimu dan kebandelanmu dengan senantiasa mengingat kematian. Sadarilah akan kefanaan hidup dan segala kenikmatannya. Insyafilah kenyataan dari kemalangan dan kesengsaraan yang senantiasa menimpamu serta
perubahan keadaan dan waktu. Ambillah pelajaran dari sejarah kehidupan orang-orang terdahulu.

Jangan membicarakan apa yang tidak engkau ketahui. Jangan berspekulasi dan memberi pendapat atas apa yang kau tidak berada dalam kedudukan untuk memberi pendapat tentangnya. Berhentilah jika khawatir akan tersesat. Adalah lebih baik berhenti disaat
kebingungan daripada maju merambah bahaya-bahaya yang tak tentu dan resiko-resiko yang tak terduga.

Berjuanglah dan berjihadlah demi mempertahankan dan demi tegaknya kalimat Allah. Jangan takut dan khawatir bahwa orang-orang akan mengejekmu, mengecam tindakanmu dan memfitnahmu. Janganlah gentar dan ragu membela kebenaran dan keadilan. Hadapilah dengan sabar
penderitaan dan kesengsaraan yang menimpa. Hadapilah dengan berani rintangan yang menghalangi ketika engkau berupaya mempertahankannya. Sokonglah kebenaran dan keadilan setiap kali engkau menjumpainya.

Binalah kesabaran dalam menghadapi segala kesulitan, bencana dan kesengsaraan. Kesabaran merupakan salah satu diantara moral yang tertinggi dan akhlak yang mulia, dan merupakan suatu kebiasaan yang terbaik yang dapat dibina. Bersandarlah dirilah kepada Allah dan mintalah senantiasa perlindunganNya dari segala bencana dan penderitaan. Jangan mengharap pertolongan dan perlindungan dari siapapun kecuali Allah.

Ketahuilah bahwa sombong dan bangga diri adalah bentuk-bentuk kebodohan dan berbahaya bagi jiwa dan pikiran. Oleh karena itu, jalanilah kehidupan yang seimbang dan berusahalah untuk berlaku jujur dan tulus. Apabila mendapat bimbingan dari Allah untuk
mencapai apa-apa yang diinginkan, maka janganlah berbangga dengan perolehan itu. Tunduk dan merendahlah dihadapan Allah dan sadarlah bahwa keberhasilan itu semata-mata karena kasih dan karunia-Nya.

(Nasehat dari Ali bin Abi Thalib Wafat 21 Ramadlan 40H,
10 Oktober 680 M).

Wa min Allah at Tawfiq


Tiap Bangsa Punya Keistimewaan Masing-masing
Grandshaykh Muhammad Nazim Adil al Haqqani
Lefke Cyprus 2004


BismillahirRahmanirRahim

Jika orang2 disekitarmu menderita, maka kamupun tidak bisa bahagia. Kebahagiaan kita berhubungan dgn kebahagiaan semua orang. Itulah mengapa kita mencoba membuat lingkungan kita bahagia. Orang suci adalah seperti sebuah oase. Di padang pasir yang luas orang-orang
berlari ke sumber air itu, utk duduk disana & bergembira.

Seperti itulah orang2 menghampiri orang2 suci untuk beristirahat sejenak, mencari suatu pemuasan dan jalan menuju surga. Saya datang ke sini sekali setahun, namun orang2 datang hanya dengan masalah2nya,
kesedihan, kepedihan dan penderitaan. Tak kulihat satupun yg sedang bahagia. Semuanya sedih. Jika tidak kuminta pergi, mereka akan duduk dgn saya dari pagi sampai malam, memintaku utk berbicara tentang apapun dan utk mengisi kembali kekuatan mereka.

Itulah posisi orang suci. Yesus Kristus datang dan dikelilingi pesakitan, orang buta, kematian dan segala macam orang-orang yang sedih. Orang2 yang tanpa masalah tidaklah datang. Orang sucilah yang menampung lainnya. Puji Tuhan, orang Inggris tersenyum, orang Jerman tak pernah. Mereka amat serius, seperti sedang duduk di pengadilan. Saat kami dulu berada dlm jajahan, dikatakan bahwa Inggris adalah pimpinan kita. Kami bahagia dgn pimpinan kita. Kalian, orang India,
bahagiakah kamu terhadap mereka?

Untuk ribuan tahun orang2 Inggris telah bercampur dgn begitu banyak bangsa. Dengan banyaknya orang yang bercampur, mereka akan semakin pandai. Saat saya di daerah London sini, saya lihat Yahudi ortodok dan setiap orang mirip satu sama lain karena mereka tidak bercampur.

Alam berkembang saat seseorang menikahi bangsa lain, ras lain; karena Tuhan menciptakan tiap bangsa dengan karakter berbeda. Bangsa Inggris satu macam, Irlandia lain lagi, Scotland beda, Welsh beda lagi, Belanda berbeda, Jerman juga, Perancis lain lagi ( berapa
macam yg dipunyai Bangsa Perancis ? 13? 14? )

Tiap rumpun dan ras punya khasnya. Mereka semacam batu2an yang berharga. Tuhan memberi tiap2 ras sesuatu yg bernilai. Bangsa Inggris punya sesuatu, bangsa Jerman punya sesuatu yg lain, begitu juga bangsa Perancis punya lain lagi. Itulah mengapa tak ada
seseorang yg meminta untuk menjadi orang lain.

Seperti " Ah, andaikan dulu saya orang Inggris." Atau "Ah, andaikan dulu saya orang Perancis." Atau orang Turki berkata, "Andai saya orang Yunani." Atau orang Yunani bilang," Andaikan saya orang Turki.
Iiap bangsa punya khas masing2 yg membuat mereka bangga.

Dalam hal warna, itu juga sama. Kita punya hal-hal spesial yg orang berkulit hitam tidak punyai. Merekapun punya keistimewaan yg orang2 kulit putih tidak punya. Bangsa kulit kuning punya keistimewaan yg
orang kulit merah tak punyai. Adakah bangsa berkulit hijau ? Saya lihat disini ada yg berambut hijau, rambut biru…tiap orang punya karakteristik berbeda, sebagaimana Tuhan menciptakan mereka.

Batu rubi, safir, jamrud dan berlian yang punya berbagai macam keindahan dan punya nilai. Semuanya baik. Itulah mengapa tiap bangsa diberikan keistimewaan sendiri2 dari Tuhan mereka. Kita bersyukur atas hal ini. Hanya orang Turki yang berkata,"Betapa bahagianya saya menjadi orang Turki!" Saya tidak bersama mereka saat hal tolol itu
dikatakan. Tiap orang punya keistimewaan untuk di banggakan. Saya
melihat orang Inggris sangat sabar dibanding yang lainnya. Mereka juga sgt berhati- hati dlm melakukan sesuatu. Jika mereka membuat tongkat, mereka akan mencoba untuk selurus mungkin. Dan jika mereka harus membawa telur dari suatu tempat ke tempat lain, mereka akan meletakkan roda2 dibawahnya. Mereka berhati-hati untuk selalu mengikuti aturan2.

Itu karakter yg bagus. Tuhan YME cinta pada masyarakat seperti itu. DIA ingin umatnya selalu menaati peraturan. Semoga Allah mengampuni kita………….

Wa min Allah at Tawfiq
posted by mevlanasufi at 1:46 AM


Jiwa dan Tubuh – sebuah kombinasi yang sempurna
Tidak Ada Reinkarnasi dalam Islam
Shaykh Muhamamd Hisham Kabbani


Ati` Allah wa ati` ar-rasula wa ulil-amri minkum [4:59]. Nawaytu 'l-arba`een, nawaytu 'l-`itikaaf, nawaytul-khalwah, nawatu 'r-riyaada,nawaytus-salook, nawatur-riyaada lillahi ta ‘ala al-‘adheem fe hadha’l-masjid

Allah swt menciptakan segalanya sempurna. Kita tidak boleh mengatakan bahwa Allah telah salah dalam menciptakan, jangan pernah! Allah swt berfirman : laqad khalaqna al-insaana fee ahsani taqweem.
Telah kami ciptakan seluruh manusia dalam bentuk yang paling sempurna.[95:4]

Allah berfirman bahwa Dia telah menciptakan manusia lewat cara terbaik, cara yg sempurna. Tidak ada yang salah. Segalanya adalah yg terbaik, masing2 adalah yang paling hebat. Kemudian ketika segalanya di padukan, maka terjadilah percampuran yang sempurna. Engkau tidak boleh mengatakan bahwa jiwa dan raga kita tidak dipadukan dgn cara yang benar. Allah telah memadukannya dengan cara yg paling sempurna.

Di dunia, seorang suami merasakan kedamaian ketika bersama istrinya. Seorang istri merasa damai pula bersama suaminya. Dalam Al quran, Allah berfirman : Wa min ayaatihi anna khalaqa lakum min anfusakum
azwaajan li taskunu ilayha,wa ja‘ala baynakum mawaddatan wa rahmatan inna fee dhaalika la ayaatin li qawmin yatafakkaroon

Dan diantara tanda-tanda Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan bagi kalian, dimana engkau akan merasakan kedamaian bersama mereka, dan Dia telah memberikan cinta & karunia diantara (hati2) kalian; yang demikian adalah merupakan tanda2 jelas bagi siapa yang mau berpikir. (30:12 )

Allah berfirman, dari tanda2 Nya untuk seluruh manusia bahwa Dia telah menciptakan istri yg berasal dari dirimu sendiri untuk berpasangan dengannya. Dia adalah tempat tinggal bagimu. Allah membuat hubungan tersebut suci, Dia membuatnya demikian agar menjadi sebuah rumah tangga, yang sesuai denganmu. Dan Allah berbicara tentang wanita, wanita pada umumnya, dimana kamu mendapatkan kecocokan, merasa bahagia, merasakan kedamaian dan ketenangan.

Bila kamu tidak merasakan demikian , maka artinya sesuatu tidak sedang selaras. Namun Allah berfirman bahwa segala sesuatunya telah dipadu dengan cara yang terbaik, artinya kamu harus menerima dan mengakui bahwa kamu harus mengusahakannya, supaya “rumah Nya” tetap tegak berdiri. Dan melalui rumah itu, dimana Allah menjelaskan bahwa
wanita sebagai sebuah rumah, Dia memberi penghormatan padanya, dengan membuat wanita sebagai tempat yang aman, tenang dan tempat beristirahat. Setiap manusia ingin mempunyai rumah. ”Jika kalian tidak punya rumah” , grandsyekh sering mengatakan,” kamu adalah orang miskin.”

Rumah punya banyak makna. Jika kalian tak punya rumah, kalian adalah tunawisma. Dan jika kalian tak mempunyai istri, kalian adalah seorang tunawisma yang tak tahu kemana harus pergi. Dan seorang wanita tanpa suami, dia juga seorang tuna wisma. Maka dari situlah Allah menciptakan adanya suatu hubungan.

Hal itu memberi kita ide, bukan ! sebuah kenyataan, bahwa dengan jiwa dan raga, kalian merasa cocok dengan istri kalian dan diapun merasa cocok/terbiasa denganmu. Saat bayi dilahirkan ibunya, diapun selalu menangis dan ketika ibunya mendekap si bayi, diapun berhenti menangis. Saya bertanya pada para wanita, mengapa ? Mereka bilang.” Itu karena si bayi mengenali bau dari ibunya, bukan bau ayahnya".

Hal itu benar, karena anak mencium bau ibu atau bapaknya, karena dia ada hubungan dengan ibunya, diapun makan yang berasal dari ibunya, dia lebih dekat dengan ibunya. Lihatlah seekor biri2 atau kambing atau singa. Letakkan seekor bayi biri2 diantara 1000 biri2 dewasa, dia kan mengenali ibu kandungnya. Bagaimana dia mengenalinya ? lewat baunya. Padahal semuanya berbau biri2. kalian tak kan mampu membedakannya. Namun bayi biri2 itu mampu dan lari menghampirinya
ibunya.

Begitupun tiap roh mampu mencium raga yang harus dia masuki, maka adalah mustahil apabila roh/jiwa masuk ke raga yang lain. Tidak mungkin. Karena setiap anak mempunyai seorang ibu dan seorang ayah. Tak mungkin 2 orang ayah mempunyai seorang anak. Mungkinkah itu ?
Saat ini ada acara TV, dan mereka bilang, “ kami tahu ayahnya.” Mereka memeriksa apa itu ? DNA. Kita tahu siapa ayahnya, maka hati2lah. Begitu anak mempunyai seorang ibu, dia juga punya seorang ayah. Adalah mustahil bagi seorang anak untuk mencari ayah lain dan
ibu lain, tidak mungkin. Karena jiwa mengenali raganya, maka mustahil jiwa mencari raga orang lain.

Maka itu sangatlah mustahil untuk menerima konsep inkarnasi sebagai sesuatu yg mungkin terjadi. Inkarnasi adalah seperti seorang anak yg memiliki banyak ayah. Apa yang terjadi dgn hal itu ? Allah bukan sebegitu miskinnya, yang mempunyai banyak raga/tubuh, dan Dia mengirim satu ruh untuk seratus raga, satu untuk yang lain-lainnya. Itu tidak mencerminkan kebesaran Allah swt. Sebagaimana Dia mempunyai banyak ruh, Dia juga mempunyai raga2nya, Dia sendirilah yang tahu berapa jumlahnya.

Tiap jiwa mempunyai sebuah raga dan tiap jiwa akan memasuki raga yang dikenalinya. Jiwa adalah suci yang ketika memasuki raga, raga itupun suci didalam kandungan ibunya. Ketika si bayi lahir, dia tidak terselubungi selama 40 hari. Ketika telah keluar maka mulai terselubung. Itulah mengapa bayi menangis saat lahir. Dokter,
mengapa mereka menangis ? ( untuk membuka paru2). (Tertawa) membuka paru2. Tertawa. (haha )

Ada yg tahu bagaimana tertawa ? Mengapa kita tidak tertawa saat datang dalam kehidupan ini ? semuanya menangis. Karena ketika bayi berada dalam kandungan ibunya , dia berada dalam pengasingan. Dia sedang menerima perwujudan dari Tuhan dan dia memahami apa yang
akan menjadi kenyataan nantinya. Dia melihat apa yang akan dia kerjakan di dunia dan melihat bahwa dia akan berada dalam situasi yg buruk, keadaan yg penuh dosa. Itulah mengapa tidak ada bayi yg dilahirkan dengan tersenyum. Dunia yg penuh penderitaan, baliyaat.

Berapa orang disini yang sedang berbahagia? Acungkan tangan. Tasbihku jatuh karena kalian tidak sedang berbahagia. Mengapa kalian tidak bahagia, apakah karena Allah menciptakanmu dan menjadikanmu seorang hamba ? Jawablah “ Saya bahagia dengan Tuhan saya, namun tidak bahagia atas diri saya sendiri.” Bilang bahwa saya berbahagia dengan Sang Pencipta, saya bahagia dengan nabi-nabi dan saya bahagia dengan syekh, tapi saya tidak bahagia dengan diri saya sendiri.

huwa a‘lamu bikum idh anshaakum mina al-ardi wa idh antum ajinnatun fee butooni ummahaatikum fa laa tuzakkoo anfusakum huwa a‘lamu bimani ittaqa DIA mengenal baik kalian ketika DIA membawa kalian ke
dunia ini, dan saat kalian disimpan dalam kandungan ibumu. Maka janganlah membenarkan dirimu sendiri. DIA sangat mengenal siapa yang di jaga dari setan. (53:32)

Fa laa tuzakoo anfusakum. Apa yg harus kalian katakan ? “Saya berdosa.” Dan semoga Allah mengampuni. Itulah mengapa ketika ruh berada di dalam kandungan yang masih suci, dia mampu melihat kenyataan. Ketika bayi lahir mereka melihat dunia yg penuh masalah, dan diapun menangis.Dokter dan ilmuwan mengatakan bahwa menangis berarti membuka paru2.Kenapa tidak membuka ginjal ? Kenapa tidak membuka pikiran ?

Kita seharusnya membuka pikiran, bukan membuka paru2 kita. Paru2 adalah sebuah ban yang datar. Ketika dikeluarkan, dia datar. Kalian harus memasukkan udara didalamnya agar mengembang. Biasanya, jiwa dan raga itu berkembang menjadi bunga yg indah, bunga yang keluar dari kandungan ibu adalah mahluk yang sempurna, terukir dari cahaya suci Allah. Allahlah yg menyempurnakan anak itu dengan mata, telinga, tubuh, wajah, tangan, paru2. Amat sempurna.

Dialah yang mendandani bayi tersebut dan menghiasnya dengan cara yg elegan dan sempurna. Yang menciptakan anak saya tanpa cacat. Yang menciptakan anak saya dangan cara yg terbaik. Berterima kasihlah selalu pada Allah. Bukankah nabi kita bersabda : “ Saya harus menjadi hamba yang tahu beryukur.” Apakah kita bersyukur pada Tuhan kita ? Tidak. Karena kita tidak memelihara hati kita agar terus terhubung pada Allah SWT.

Maka dari itu, Jiwa dan raga adalah kombinasi yang sempurna yg Allah berikan pada kita. Dan jiwa itu tidak akan pergi menuju tempat yg bukan menuju raganya, karna jika terjadi perpisahan antara jiwa dan
raganya, maka raga akan menangis. Mereka yang sedang jatuh cinta di dunia, ditinggalkan , merekapun terpisah.

Seperti suami dan istri, mereka selalu bersama, tiba2 ada sesuatu yg salah dalam pikirannya. Apa yg terjadi? Depresi dalam keluarga, mereka mulai menangis. Dan ketika perkawinan antara jiwa dan raga, ketika tiba saatnya untuk hidup terpisah, raga menjadi amat tertekan. Tidak mau berurusan dengan yg lain, inginnya dalam kesendirian, menghilang. Karena hilang dalam keberadaan Ilahi. Itu berasal dari : inna lillahi wa inna ilayhi raji'oon Karena Allah kita dilahirkan, dan Pada Nya kita kembali.[2:156] Kita semua berasal dari samudra cinta dan kemuliaan yang Allah ciptakan. Dia menciptakan kita dengan cara terbaik.

Jangan memandang orang itu dan berkata, "yang itu jelek. Tidak, mata anda buruk.” Setiap orang adalah sempurna. Allah berfirman;” Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik.” Berkatalah ,” Mata saya buruk, karena tak mampu melihat.” Kita memerlukan kacamata karena mata kita buta. Ketika tubuh mengetahui bahwa ruh ilahi yang berasal dari samudra kekuasaan Allah telah pergi maka tubuhpun merasa ditinggalkan, tertekan. Karena dengan bantuan ruh tersebut kita dapat menerima pesan2 luhur surgawi.

Ruh tsb selalu lembut dan tersamar. Walaupun kalian dalam keadaan berdosa. Hal itu tak akan menggelapkan ruh kita. Ruh selalu kembali pada asalnya, bila Allah memanggilnya pulang. Namun tubuh akan merasa sedih, tertekan. Saat itulah dia ingin kesendirian dan sangat
tunduk. Karena dia tak akan tunduk sampai saatnya ruh pergi. Aulia tunduk sebelum meninggal.

Nabi kita bersabda, “ Jika kamu ingin melihat seseorang meninggal sebelum dia meninggal , maka lihatlah sayidina Abu Bakar as-Siddiq.” Dia tidak lagi tertarik akan dunia. Jika seseorang tidak tertarik
pada dunia dan hanya mencari akhirat, lalu apakah dia ? dia telah mati. Hal itulah warisan utk para aulia dari nabi Muhammad dan mencoba Memberikannya pada pengikutnya agar raganya tunduk dalam kehidupan ini dan membiarkan jiwanya bebas. Jika dalam kehidupan ini kalian membiarkan jiwa kalian bebas dan raga dimatikan maka kalian akan menjadi seorang maghfar, karakul, sebuah tempat untuk menerima manifestasi dari atribut dan nama-nama Nya yang indah.

Itulah mengapa sayyida Mariam, tempatnya menjadi suci. Karena beliau menyerahkan dirinya pada Allah. Ibunya, imraatu ‘imraan. Idh qaalati imraatu ‘imrana rabbi innee nadhartu laka maa fee batnee muharraran fa taqabbal minnee innaka anta as-samee‘ul-‘aleem

Lihatlah! Seorang wanita bernama Imran berkata : " Wahai Tuhanku! Kuberikan pada Mu Apa yg ada dalam kandunganku untuk pengabdian khusus hamba; terimalah ini; untuk Mu Yang Maha mendengar dan Mengetahui segalanya.” [3:35]

Ibu sayyidina Maryam, imraatu Imran, ketika mengandung Maryam, beliau bersumpah , “ Apa yang ada didalam kandunganku, ku persembahkan pada Mu, Tuhanku, secara sukarela. Anak ini untuk Mu, seluruhnya untuk persembahan kepadaMu.”

Fa lamma wada‘atha qaalat rabbi innee wada‘tuha untha wallahu a‘lamu Bimaa wada‘at wa laysa adh-dhakaru ka’l-untha wa innee sammaytuha maryama wa Innee uee’thuha bika wa dhurriyyataha min ash-shaytani’
r-rajeem Ketika melahirkan, beliau berkata “ Wahai Tuhan ku, aku melahirkan bayi perempuan!” dan Allah mengetahui benar apa yg akan terjadi- " Tak ada perbedaan baik laki2 ataupun perempuan. Kunamakan dia Mariam dan Kuperintahkan dia dan keturunannya untuk selalu dalam lindunganKu dari setan yg terkutuk.” [3:36]

Ketika dia melahirkan seorang bayi perempuan, dia berkata.” Saya melahirkan bayi perempuan.” Dan Allah mengetahui lebih baik apa yg dia lahirkan. Walaupun dalam Al Quran, laki2 atau perempuan bukanlah
perhatian utama, Namun dia adalah seorang perempuan yg sangat suci karena sebagai ibunda dari Yesus (as). Allah telah menerima baktinya, Allah telah membuat tempatnya dan dirinya sendiri dan segala sesuatu tentang dia menjadi suci.

Itulah mengapa saat kalian membebaskan diri kalian, jiwa kalian dari lumpur atau hal keduniawian, nafsu syahwat, lumpur kebinatangan dan nafsu2 buruk, maka jiwa yg bebas tersebut akan mampu maju, sebagaimana telah kami jelaskan : bukan kecepatan cahaya, bukanlah
kecepatan pikiran, namun dengan kecepatan hati yang akan mencapai samudra pengetahuan Ilahi. Manusia sedang berusaha sekuat tenaga dalam meditasi agar mencapai tingkatan itu dan hasilnya adalah teori2
besar tentang energi kosmis agar dapat membebaskan diri mereka sendiri. Islam memberikan hal itu dengan jalan yang sederhana. Yaitu dengan tunduk pada Allah dalam sujud.

Meditasi melalui sujud lebih punya kekuatan daripada meditasi memakai lutut. Itulah mengapa awliya bermeditasi selama 5 menit saat bersujud di sajadahnya. Karna saat kalian di sajadah, itulah saat
terkuat. Kalian langsung ditempatkan dibawah singgasanaNya. Maka ketika kalian bermeditasi disana, dibawah tahta Nya, kalian akan diberi pakaian yang berkekuatan surgawi.

Tapi duduk biasa dengan lutut punya kekuatan, namun tidak mengantarkan kalian pada tujuan akhir.Kita akan lanjutkan nanti, karna baterai ( video kamera ) nya telah habis. Pastikan meditasi kalian sangat kuat dalam bersujud, jangan tinggalkan itu, ikutilah dan Allah akan menjaga kita seperti Abu Bakr as-Siddiq, meninggal sebelum ajal tiba. Kami ingin berbicara tentang jiwa dan raga yang bergabung namun baterai video kameranya habis.Karena setelah sesi ini, kita akan sampai pada sesi lain bersama Syekh Nurjan.

Wa min Allah at Tawfiq


Diving in Gnosis Oceans
Menyelam dalam Samudera Pencerahan.
Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
Masjid as-Siddiq - 21 Jan 2005

ati` Allaha wa ati` ar-rasula wa ulil amri minkum.[4:59]Wa rahmatee wasi`at kulla shayin wa sa-aktubuha lilladheena yattaqoon. Karunia Ku meliputi seluruh alam. Karunia yang Kuberikan bagi mereka yang bertindak benar. [7:156]

Dalam firman Nya itu karunia bagi siapa ? bagi yang bertaqwa. Dan apa hasil dari ketaqwaan ? itaqullah wa yu`allimakumullah. Jadilah seorang yang alim maka Allah akan mengajarimu. [2:282].
Seluruh kekayaan dunia adalah sia-sia. Itulah yang mereka cari ; itaqullah wa yu`allimakumullah. Awliya yang sedang menunggu makrifat. Pengetahuan, pencerahan

Saat engkau dicerahkan maka engkau mempunyai kebijaksanaan, jika engkau punya kebijasanaan maka engkau akan menerima pengetahuan nabi (saw), `ulum al-awaleen wal-akhireen. Nabi akan meneteskannya dari samudra makrifat. Samudra makrifat tidak berawal dan tidak berakhir; seperti ombak di tepi laut, terus menerus bergulung sampai ke
pantai, membawa segalanya dari dalam laut dimuntahkan ke pantai.

Makrifat juga meringkas sari pati dari lautan pengetahuan dan memuntahkannya ditempat orang alim berdiri, dia terus memandang pengetahuan itu, dan karna ombak berasal dari samudra menuju pantai;
seorang waliullah , hatinya laksana sebuah samudra yang memompa dari dalam menuju permukaan hatinya, memuntahkan pengetahuan- pengetahuan tsb, terus tanpa berhenti.

Itulah mengapa hati mereka selalu terhubung dengan sumber utama, dan getarannya selalu bergerak dan bergerak, dan saat bergerak mampu menginspirasi hati yang meratap apa yang harus di katakan dan bicarakan. Ada awliya yang sedang di pantai menerima gelombang
ini. Beberapa sedang melayarinya dan sebagian lagi bergerak di tengah samudra dan menerima pengetahuan2 dari dalam. Ada yang menyelam, mengambil sari patinya menuju permukaan. Mereka yang menyelam lebih kuat daripada yg berlayar, mereka yang berlayar
mengirimnya ke pantai.

Mereka yang telah menyelam dan mampu melihat serta mempelajari pengetahuan2 adalah yang mampu memahami dan belajar. Itulah yang terjadi pada Sayyidina Bayazid al-Bistami, ketika Allah memintanya untuk menjadi sampah bagi ummatnya. Dan beliau mengarang cerita agar orang-orang membencinya, menyalahkan dan menuduhnya melakukan bid'ah. Kemudian melemparinya dengan batu dan melemparnya ke tempat sampah.

Setelah cerita itu, dan kalianpun mengetahuinya, beliau pergi ke pantai dan berlayar. Di tengah laut ada badai dan perahupun bergerak ke kanan dan ke kiri , dan ketika akan tenggelam kapten kapal
berkata " Pasti ada seorang jahat di sini. Badai itu datang tiba2 entah darimana. Pastilah ada pendosa di perahu ini. Kami akan menulis nama orang2 dan mengambil salah satu untuk diceburkan ke laut."

Bayazid tertawa, " Mereka pasti akan melempar seorang yg tak berdosa." Beliaupun berkata," Biarkan mereka mengorbankan saya," Itulah bagaimana seorang awliya mengorbankan dirinya. Beliaupun dilemparkan ke laut yang sedang bergelombang, sangat kuat. Namun karena Bayazid al Bistami berada dalam pelayaran samudra makrifat , beliaupun lebih besar dari samudra itu.

Beliau membawa makrifat dalam hatinya. Samudra yang nyata itu tidak ada apa2nya. Samudra nyata itu bergejolak dan menakutkan Bayazid yang berada di permukaan. Dari ketakutan serta kebahagiaan
menjadikannya dalam gerakan, menghasilkan badai, tak ada kebahagiaan dan tak ada ketakutan. Jangan berpikir bahwa seorang awliya adalah mudah. Itulah samudra di puncak samudra. Saat Bayazid menceburkan dirinya di samudra luas itu, samudra air itu, menjadi tidak ada apa2nya di depan seorang wali yang membawa makrifat, seseorang yang telah mengalami pencerahan. Maka lautan itupun ditundukkan.

Sayyidina Bayazid menuju kedalam dan berkata, " Ya Rabi ! Engkau
telah mengujiku dgn membuatku seperti sampah, aku membuat diriku sendiri menjadi sampah. Engkau telah mengujiku di samudra itu dan akupun masuk ke samudra itu." Kemudian dia mulai bergerak, lebih cepat dari kecepatan cahaya, yaitu pada kecepatan hati. Kecepatan hati lebih cepat dari kecepatan pikiran. Kecepatan pikiran adalah dimana engkau berpikir, seketika itupun engkaupun berada di sana. Jika seorang wali berpikir bahwa dia sedang berada di matahari,
sedetik kemudian diapun berada disana; di Mars, diapun berada di Mars, di Venus, diapun ada di Venus, di Pluto diapun berada di Pluto. Dengan segera bayangan yang sempurna dari aslinya akan muncul disana. Itulah kecepatan pikiran.

Maka bayangkan kecepatan hati itu.Saya tidak diijinkan untuk menjelaskannya .Kemudian dia bergerak bersama kecepatan hati sampai akhirnya menuju tempat yang hanya terdengar Huuuuuuuuuuuu, tak ada yg lain. Diam total kecuali Huuuuuuuuuuu, sebuah suara yang
penuh keagungan. Sayyidina Bayazid al-Bistami, Allah menganugerahkan beliau kekuatan lewat nabi saw, bahwa jika beliau ingin menghitung jumlah seluruh populasi manusia saat itu, diapun dapat menghitungnya dlm 5 menit, seluruhnya dgn kekuatan itu.

Suatu saat Sayyidina abdul Khaliq al-Ghujdawani, salah satu awliya besar, sedang berjalan dan mendapatkan inspirasi dan beliau mendengar sebuah suara," Ya Abdul Khaliq, pergilah ke suatu tempat di hutan. Lewati hutan itu dan teruslah berjalan sampai engkau tidak
menemukan tumbuhan dan hanya sebuah batu yg besar. Pukullah batu itu ( dgn peralatanmu ). Segera setelah kau pukul batu itu, maka air akan keluar lebih deras dari sebuah air terjun ( lebih deras drpd air terjun Niagara ), air yg besar akan keluar dari batu yang kau
pukul.

Di setiap tetes air Aku ciptakan satu malaikat yg akan memujiKu sampai hari pengadilan kelak. Aku ingin kau memberi malaikat2 itu masing-masing dengan nama yang berbeda dari malaikat lain dan kau tak boleh mengulang tiap nama 2 kali. Air itu akan mengalir sampai hari pembalasan kelak. Dan kamu bertanggung jawab utk memberi masing2 malaikat nama dan tidak boleh ada yg diulang 2 kali.

Kemudian Aku ingin, seluruh puji2an dari malaikat ini, harus dibagi- bagikan diantara mereka yang mengikuti tarekat Naqshbandi." Itulah sebuah hal yg spesial yang diberikan pada Syaikh Abdul Khaliq seperti yang diberikan pula pada Sayyidina Bayazid.

Grandshaykh punya sesuatu yg istimewa begitupun maulana syaikh juga punya suatu keistimewaan, namun tidak ada ijin untuk membicarakan keistimewaan tsb. Itulah keistimewaan para awliya. Bagaimana beliau
mampu memberi nama malaikat2 tsb tanpa makrifat ?

Pergilah engkau ke pusat data semua orang, pusat data secara global. Berapa banyak nama yg mirip satu dgn lainnya ? Seluruhnya 6 milyar, dan semuanya saling berbagi nama. Adalah mustahil bagi mereka untuk
punya nama yang berbeda. Bayangkan dari setiap tetes, satu malaikat diciptakan. Bukan 6 milyar, bukan 100 milyar, bukan 1 triliun, bukan 10 triliyun, bukan 1 qadriliyun ataupun 1 cinqotriliyun. Lalu bagaimana dia menamai mereka tanpa Allah memberinya kekuatan
melalui Nabi kita.

wataqullah, wa yuallimakumullah. Jika kamu bertaqwa, kamu akan (mampu. red ) belajar. Itulah Makrifatullah, darinya kamu dapat memberi nama-nama. Itulah mengapa Syekh Sharafuddin melalui makrifat mampu memaparkan nama2 awliya di zaman Imam Mahdi. Beliau mampu
memaparkan 49 deputi dan 50 khalifah dari Imam Mahdi.

Beliau menurunkannya pada grandsyaikh dan beliaupun menurunkannya pada syaikh mawlana dan menyuruh saya untuk menuliskannya. Kami mempunyai hal itu. Rahmat Ku meliputi segalanya dan kami akan menuliskannya bagi mereka yang mempunyai kebajikan. Dan mereka yang
berada dlm kebenaran, maka Allah akan mengajarinya. Beri mereka nama-nama. Ambil dari nama2 dalam kitab suci Alquran. wa la yabis wa la ratbin illa fee kitabin mubeen. Tak akan kering atau basah kecuali hal itu telah ada di dalam sebuah kitab yang jelas.

Mari kita kembali pada Sayyidina Bayazid al-Bistami Maka dia pun pergi, dan cerita tentang Sayyidina Abdul Khaliq adalah suatu hal yg besar. Berapa banyak puji2an dari seluruh malaikat ini pada para pengikut rantai emas. Berapa banyak puji2an yg akan kalian
terima, bergembiralah!, engkau telah mengambil bay'at dan engkau menjadi bagian dari rabitah itu, rantai itu yg menghubungkan orang2 bersama atau seperti manik2 tasbih dalam satu tali ikatan.

Yurbut, berarti untuk mengikat segalanya. Maka Sayyidina Bayazid berkata," Aku tak akan datang sampaiaku mencapainya." Maka dgn kecepatan hati, beliau bergerak sampai beliau mendengar Huuuuuuuu, tak terhingga. Beliau sanggup menghitung jumlah manusia yang hidup dalam 5 menit. Namun untuk hal satu ini beliau tak mampu menghitungnya ( pujian & malaikat )

Lalu beliau mendengar ruh Sayyidina Shah Naqshbandi dan itupun sebelum beliau ada di dunia ini, sebelum kelahirannya. Dan seluruh ruh2 Naqshbandi hadir dibawah tarbiyya Shah Naqshband dan mereka
melafazkan Huuuuuuuu dalam satu suara berkelanjutan tanpa bernafas; kemudian mengambil nafas ke dalam. Kamu hanya bernafas di dalam.

Itu adalah udaramu ketika masuk, bernafas adalah untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Tidak ada nafas keluar, karna itu adalah suci dan bersih, tak ada polusi. Amat bersih. Itu hanyalah satu suara berkelanjutan yang kamu terus keluarkan,
tak perlu mengambilnya ke dalam. Karena engkau telah didandani dan dilempar ke lautan makrifat.

Maka Sayyidina Bayazid pun ketakutan. Ada suara dalam hatinya " Oh Bayazid apa yg kamu lakukan dalam daerahku ? " Ketika mendengar ini, beliaupun menjadi takut dan berbalik kembali. Lalu beliaupun menyadari bahwa ada sebuah pengetahuan diatas pengetahuannya. Makrifat akan selalu meningkat. Seperti Nabi (saw) selalu dlm peningkatan, mengambil dan memberinya pada awliya sehingga mereka juga selalu dalam peningkatan.

Dalam majelis para awliya, nabi Muhammad (saw), mereka bertemu dengan ruh an-nabi ( Nabi Muhammad saw secara spiritual ) tiap kamis malam. Dan dalam pertemuan itu, sayyidina Bayazid berkata," Ya Rasulullah, mengapa seluruh Naqshbandi, sampai saat ini ( pada masa
grandsyaikh Abdullah, selama berkhalwat di Madinah, beliau bertutur tentang penglihatan tsb. beliau berkata bahwa beliau selalu duduk di sebelah kanan nabi (saw) karena beliau adalah syaikh yg masih hidup,
dan yang masih hidup selalu di tingkat yg paling tinggi. )

Abayazid berkata," Ya sayyidi ya Rasullulah. Saya punya pertanyaan. Mengapa seluruh pengikut Grandsyaikh, saat mereka melafazkan surah al-Fatiha dalam ihda, mereka menyebut Shah Bahauddin Naqsband. Jika mereka mau menyebutkan namaku, aku akan meletakkan mereka pada samudra yang pernah aku lihat sebelumnya. Aku akan membawanya kemana aku berdiri, di pantai lautan makrifat yang belum pernah seorangpun menginjakkan kaki di sana."

Lalu sayyidina grandsyaikh Sharafuddin berbalik dan memberi jawaban setelah datangnya ijin. Beliau berkata, " Tempat dimana kamu berdiri adalah awal dari sebuah samudra. Itulah mengapa engkau tak mampu melihat sisi lain dari samudra dimana Shah Naqshband sedang berdiri. Jika mereka memberimu Fatiha, maka benar kau akan membawa mereka ke mana engkau berada. Namun bila diberikan pada Shah Naqshband maka mereka akan mencapai dimana beliau berada."

Sebagian berlayar, sebagian berenang. Itulah Makrifat. Semoga Allah merestui kita dengan makrifat dan mendandani kita dengan makrifat yang barokah dari syaikh kita dan barokah dari nabi (saw)

Wa min Allah at Tawfiq
posted by mevlanasufi at 1:46 AM


Pertemuan di alam Ruh & Rahasia Pertemuan
Habib Umar bin Hafidz bin Syeikh Abu Bakar


Segala puji bagi Allah yang telah mengatur pertemuan kita ini pada waktu dan tempat yang penuh berkah. Allah SWT menjadikan pertemuan sebagai pusat curahan keistimewaan robbaniyah dan inayah ilahiah.

Untuk itulah Allah menetapkan pertemuan di alam arwah. Dijelaskan dalam Quran, bahwa Allah mengeluarkan anak cucu Adam dari sulbinya, kemudian mengumpulkan mereka di lembah Nu'man yang berdampingan
dengan Arofah. Di lembah inilah Allah bermurah memperdengarkan suara-Nya kepada kita semua, anak-cucu Adam, dan menyingkap tirai yang menghijab kita dari Dia. Sehingga ketika Allah memanggil kita, ruh kita mampu mendengar panggilan-Nya.

Dan ingatkah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka lalu Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul, (Engkau Tuhan kami)." (QS Al-A'raf, 7:172)

Para ulama mengatakan, bahwa pada waktu yang penuh berkah itu terjadilah perkenalan antar-ruh. Perkenalan sesama ruh di alam itu menyebabkan perkenalan mereka di alam dunia. Siapa saja yang saling mengenal di alam itu, maka di alam dunia pun akan saling mengenal.

Mereka tidak akan mencintai seseorang karena Allah, kecuali di sana mereka telah lebih dahulu saling mengenal. Inilah yang dimaksud Rasulullah SAW dalam sabdanya: Ruh adalah bala tentara yang
berjenis-jenis. Yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling bermusuhan akan berselisih. (HR Bukhari dan Muslim)

Ruh-ruh yang saling mengenal pada hari diambilnya kesaksian, akan hidup rukun di dunia. Dan ruh-ruh yang pada hari itu saling bermusuhan, di dunia pun akan berselisih paham. Ada yang kafir, ada yang fasik dan ada pula yang taat. Mereka tidak bisa bersatu, karena
pada hari itu mereka tidak bersatu. Di alam itu mereka tidak bertemu dan tidak bersesuaian paham.

Jika seseorang mencintai orang lain tulus karena Allah, maka sampaikanlah berita gembira kepadanya, bahwa sesungguhnya Allah-lah yang telah mempersiapkan perkenalan mereka sejak di alam arwah. Merekalah orang-orang yang kelak di hari kiamat akan dipanggil
Allah, dan Allah sekali lagi akan memperdengarkan panggilan itu kepada seluruh makhluk: "Manakah orang-orang yang saling mencintai demi keagungan-Ku? Manakah orang-orang yang saling mengunjungi karena-Ku? Manakah orang-orang yang saling berkorban karena Aku? Hari ini Aku akan menaungi mereka di bawah naungan arsy-Ku, di hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku." (Muslim meriwayatkan
dengan muatan lebih ringkas)

Rasa bahagia berjumpa dengan kalian menuntunku untuk membicarakan topik ini. Mengapa? Karena pertemuan kita ini memiliki hubungan dengan pertemuan ahli irtiqoo`. Kemampuan kita untuk mengetahui berbagai nur dan nilai yang ada sejak zaman Nabi SAW adalah berkat perjumpaan dengan beliau. Orang-orang yang berjumpa dengan beliau
adalah orang-orang yang mendapat kehormatan, keistimewaan dan kemuliaan.

Mereka lebih utama dari yang lain. Kita temukan bahwa atsar beliau terletak pada orang yang telah bertemu dengan beliau, para tabi'in memperoleh kemuliaan karena berjumpa dan bergaul dengan para sahabat, dan para tabi'it tabi'in memperoleh kemuliaan karena
berjumpa dan bergaul dengan para tabi'in, demikian seterusnya.

Dahulu, apabila kaum Muslimin hendak pergi berjihad, mereka bertanya, "Adakah di antara kalian yang pernah melihat Rasulullah?" Jika ada, maka mereka mengharapkan kemenangan berkat orang itu, dan mereka pun lalu menang. Suatu saat, meski masih dekat dengan masa para sahabat, tidak ada satu pun sahabat yang tersisa, yang ada hanyalah para tabi'it tabi'in dan beberapa orang tabi'in .

Mereka bertanya, "Adakah di antara kalian yang pernah melihat orang yang pernah melihat Rasulullah SAW?" Jika dijawab: ya, maka, sebagaimana biasa, mereka mengharapkan kemenangan berkat orang itu, dan mereka pun lalu menang. Kisah ini menunjukkan bahwa manfaat
perjumpaan terus berlangsung; berpindah dari generasi ke generasi.

Beruntunglah orang yang pernah melihat mereka atau melihat orang yang pernah melihat mereka atau selalu memiliki ikatan dengan mereka dan selalu berada di ambang pintu mereka. Pertemuan memang penuh misteri. Karena itulah kita lihat banyak wali yang telah siap
untuk mencapai tingkatan tinggi bila ditanya, "Apa yang kamu miliki?" Mereka menjawab, "Aku berjumpa fulan bin fulan hari ini, ia berkata kepadaku demikian."

Setelah perjumpaan itu kedudukan mereka meningkat.Dikatakan bahwa Habib Ali bin Muhammad berjumpa dengan syeikhnya, Imam Abu Bakar Alatas, hanya dalam hitungan jari, namun buah perjumpaan itu, nafahat dan barokahnya - tak terhitungkan.

Makrifat kepada Allah tercermin pada setiap perkenalan karena Allah. Dan cinta kepada Allah tercermin pada cinta karena Allah. Bagaimana bisa demikian? Jika kalian mencintai seseorang karena Allah, maka perasaan cinta itu akan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah. Pada saat cinta kalian karena Allah meningkat, maka cinta Allah kepada kalian pun meningkat. Kemudian, jika kalian lebih banyak mengenal dan mencintai Allah, maka cinta kalian karena Allah juga menjadi lebih banyak dan lebih kuat.

Jika cinta kalian kepada Allah bertambah kuat, maka cinta Allah kepada kalian juga bertambah kuat. Jika cinta kalian kepada Allah bertambah, maka cinta kalian kepada seseorang karena Allah juga akan semakin kuat. Dan jika kalian semakin mengenal Allah, maka makrifat
kalian kepada seseorang karena Allah juga akan bertambah luas.

Karena itulah kita menyaksikan jalinan hubungan yang kuat dan kokoh antara murid dan guru, antara penerima dan pemberi, antara quthub dan guru-guru mereka. Sehingga kita mendengar cerita yang mengagumkan
tentang mereka, yaitu jika nama guru mereka disebut, maka kesedihan dan kesulitan mereka hilang. Mereka seakan berada di alam lain, memasuki medan lain, Jika kedekatan dan perjumpaan dengan kekasih tak dapat kujalani, maka dalam mengenang mereka kuperoleh pelipur duka di hati Alhamdulillah, Allah telah memberi kalian berbagai keistimewaan leluhur yang jarang ditemukan di muka bumi pada seluruh umat Muhammad SAW.

Orang yang makrifat dan cintanya kepada Allah lebih banyak, maka makrifat dan cintanya kepada mereka pun akan lebih kuat. Rasulullah SAW bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa memilikinya, maka ia
akan merasakan manisnya iman, (pertama) yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari segala sesuatu yang lain."

Itulah puncak cinta dan kerinduan, karena arsy, kursi, firdaus, dunia, akhirat, keluarga, anak, langit dan bumi adalah segala sesuatu selain Allah dan Rasul-Nya. Cinta orang itu kepada Allah dan Rasul-Nya tidak boleh terbagi-bagi dengan cintanya pada dunia, langit, akhirat, surga, firdaus dan segala sesuatu selain keduanya.

Inilah rahasia pertemuan. Mengapa demikian? Karena, jika pertemuan ini berlangsung sebagaimana mestinya, maka akan membuahkan pertemuan di hari kiamat, pertemuan di surga. Segala puji dan syukur bagi Allah
yang telah mengumpulkan kita di sini. Insyaa Allah pertemuan kita ini terikat dengan pertemuan kaum sholihin. Janganlah kalian remehkan majelis-majelis seperti ini, karena setiap majelis memiliki keistimewaan tersendiri. Namun setan kerap kali datang dan memalingkan kalian dari majelis-majelis yang di situ terletak keuntungan dan keberhasilanmu.

Ketika kalian akan meningkat, setan selalu berusaha memotong jalan kalian. Karena ia tahu, bahwa, jika pandangan dan rahmat Allah jatuh pada kalian, maka tanpa kalian sadari kalian akan memperoleh karunia dan meningkat. Kalian tidak tahu kapan karunia Allah akan dicurahkan, karena itu bangkitlah untuk menghadangnya, sehingga kalian dapat memperoleh lutf dan ampunan-Nya. Semoga Allah memuliakan kita dengan berbagai hakikat sehingga kita dapat menyusul kaum sholihin.

Jika kalian memusatkan perhatian pada ilmu disertai usaha untuk mensucikan hati, maka bergembiralah, sebab, dengan membersihkan hati dari dendam, iri dan benci kepada kaum muslimin kedudukan kalian di sisi Allah akan meningkat. Dan dengan hati yang bersih kalian akan melihat satu demi satu pintu dihadapan kalian terbuka.

Suatu hari Habib Ali berkata, "Dari gerbang yang satu sampai gerbang yang lain tak ada seorang pun yang bersengketa. Hari-hari kami di Seiwun berlalu tanpa permusuhan." Dahulu Seiwun mempunyai dua pintu
gerbang, satu di bagian timur dan yang lain di barat. Alhamdulillah, lihatlah bagaimana pengaruh orang-orang yang mulia.

Ketika Imam Abu Bakar bin Shihab- yang menuntut ilmu di Seiwun di zaman Habib Ali, Habib Muhsin bin Alwi dan orang-orang saleh yang setingkat dengan mereka - kembali ke Tarim, ia ditanya oleh penduduk
Tarim. "Bagaimana kau dapati fulan bin fulan, fulan bin fulan, fulan..." tanya penduduk Tarim menyebut nama beberapa ulama Seiwun. "Aku dapati mereka seperti firman Allah:" Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan". (QS Al-Hijr,15:47)

"Mereka orang-orang yang suci dan sempurna, tak sedikitpun ada permusuhan di antara mereka. Yang satu memberi pertolongan, yang lain mengambil manfaat. Yang satu bekerja, yang lain bertajarrud. Dan rahasia Tuhanku tak seorang pun mampu menghitungnya"

Dahulu, ada seseorang memegang jabatan qodhi (hakim) di Syibam. Selama beberapa tahun tak ada seorang pun yang datang mengadu kepadanya. "Mengapa di antara kalian tak ada yang berkelahi, mengapa tak ada yang bersengketa," keluhnya suatu hari kepada penduduk
kota. "Penghuni kota ini satu dengan lainnya telah didamaikan Quran," jawab mereka. "Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka
pahalanya atas (tanggungan) Allah. (QS Asy-Syuraa, 42:40) "Mereka tidak butuh kamu. Apa yang hendak kau hakimi jika mereka telah bersatu." Ia hanya duduk bengong setiap hari. Penampilannya seorang hakim, namun perbuatannya seperti penganggur. Setiap hari ia masuk
kantor, meski tak ada seorang pun mengunjunginya.

Setelah 14 tahun, datang dua orang menemuinya. "Ada apa?" tanya pak hakim. "Kami ada masalah," jawab salah seorang Tamunya. Alhamdulillah, selamat datang, selamat datang, selama bertahun-tahun aku merindukan kejadian ini. Kemarilah, duduklah, aku akan bertindak
adil kepada kalian." Sang hakim bersiap-siap hendak memamerkan semua
ilmunya, karena ini adalah kasus pertama yang akan ia adili selama 14 tahun masa bakti. "Nah, ceritakanlah persoalanmu!" "Aku membeli sebidang tanah dari orang ini. Dalam tanah itu ternyata ada harta karun emas. Pada harta itu terdapat tanda-tanda bahwa harta itu dari masa sebelum Islam yang berarti bahwa harta itu adalah rikaz."

"Benar," kata pak hakim. "Kalau itu harta rikaz, maka sudah seharusnya menjadi milik pemilik tanah pertama. Aku lalu mendatanginya dengan membawa harta itu. Kukatakan kepadanya bahwa
semua emas itu adalah miliknya. Namun, ia tidak mau menerima. Katanya ia telah menjual tanah itu kepadaku." "Aneh..., inikah pengaduanmu? Sekarang jawablah!" perintah pak hakim kepada tamunya
yang lain.

"Pak Hakim yang mulia, tanah itu berikut isinya telah kujual, jadi aku tidak berhak lagi atas harta itu. Sewaktu menjual aku tidak berkata, 'Kujual tanah ini tanpa harta karunnya.' Harta itu tersimpan dalam tanah yang telah kujual, maka sudah selayaknya harta itu menjadi milik si pembeli tanah." "Sungguh aneh..., inikah jawabmu?" "Ya." "Bagaimana pendapat kalian sekarang?"
"Pak Hakim yang mulia, Engkau mengetahui syariat-syariat Allah. Ambillah harta ini dan gunakanlah," kata mereka berdua. Hmm...kalian hendak menyelamatkan diri dan membinasakan Pak Hakimmu, ya?!
Tidak bisa begitu!" "Kalau begitu adililah kami." "Sabar..., bersabarlah..., kamu punya anak?" "Ya, aku punya seorang puteri."
"Kamu?" "Aku punya seorang putera." "Baiklah, keluarkanlah 1/5 harta tersebut sebagai zakat karena itu adalah harta rikaz. Kemudian gunakanlah 4/5 sisanya untuk pernikahan putra-putri kalian. Sekarang
pergilah kalian dari tempatku ini."

Menakjubkan! Perhatikanlah pengaduan, pembelaan dan keputusan pak hakim. Subhanallah, Nabi SAW pernah menceritakan kejadian serupa yang dialami Bani Israil. Namun pada umat Muhammad SAW kejadiannya lebih menakjubkan lagi. Tiada keutamaan yang dialami umat terdahulu, kecuali dialami pula oleh umat ini, bahkan lebih menakjubkan lagi.
Segala puji syukur bagi Allah yang telah memberikan kemuliaan ini.

Insyaa Allah kita dapat menjadi orang-orang yang saling mencintai karena Allah, orang-orang yang bersaudara karena Allah. Semoga kebaikan ini tersebar di antara kalian.

Wa min Allah at Tawfiq
posted by mevlanasufi at 1:46 AM


Penyembuhan Kalbu melalui Iman,
oleh Maulana Syaikh Nazhim Adil al Haqqani
Lefke Cyprus Turki, 2004


Nabi Suci sall-Allahu 'alaihi wasallam bersabda, Dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia sehat, seluruh tubuh itu pun sehat. Segumpal daging ini adalah jantung/kalbu." Kalbu adalah sesuatu yang paling penting, karena kalbu adalah singgasana dari
hakikat manusia,dari kepribadian dan karakternya. Dan kesehatan kalbu bergantung pada iman.

Kesehatannya muncul melalui ketulusan (ikhlas), dan penyakitnya timbul karena kemunafikan. Kesehatannya ada dengan cinta pada Allah, dan penyakitnya bermunculan karena kecintaan akan dunya. Kesehatannya
datang lewat kepuasan (qona'ah), dan penyakitnya berjangkit oleh adanya keserakahan. Kesehatannya ditimbulkan pula melalui kelembutan, sedangkan penyakitnya melalui amarah. Kesehatannya
menguat dengan mengingat Tuhannya atau dzikir, dan penyakitnya dengan kelalaian, melupakan Allah. Kesehatannya terjaga dengan kehadiran bersama Allah, dan ia sakit karena lupa akan Allah dan hadir dengan syaitan.

Ada begitu banyak penyakit-penyakit hati/kalbu: kemunafikan, syirk, pamer, kebanggaan dan keangkuhan, keserakahan, dengki, iri, kebencian, keras kepala, cinta akan dunia, egoisme, bohong, ghibah menggunjing, niat buruk,... Siapa pun yang memiliki salah satu saja
dari karakteristik ini, berarti ia tengah sakit dan membutuhkan pengobatan.

Nabi sall-Allahu 'alaihi wasallam datang untuk menyembuhkan hati dan kalbu. Tak ada satu pun penyakit, baik fisik maupun spiritual, yang tak dapat beliau sembuhkan. Beliau menyembuhkan Sahabat-sahabatnya, dan meninggikan derajat mereka, hingga mereka bagaikan bintang-gemintang di langit. Kemudian, para Sahabat ini pun menjadi dokter-dokter dan menyembuhkan yang lain. Mereka yang mengikuti para sahabat ini, yaitu para Tabi'in, menjadi Penyembuh pula, dan begitu seterusnya hingga saat ini.

Setiap wali (kekasih Allah), pewaris Nabi Sall-Allahu 'alaihi wasallam, memiliki kemampuan untuk memberikan pengobatan pada manusia baik untuk penyakit-penyakit fisik maupun spiritual. Jika seseorang ingin mengetahui kondisi kalbunya, ia harus pergi menemui seseorang yang tahu akan hal tersebut. Tapi, saat ini, manusia demikian angkuhnya hingga mereka mengira dapat menyembuhkan dirinya sendiri.

Mereka tak mau menerima baik para wali, maupun ulama, ataupun orang lain yang memiliki ilmu. Bahkan seorang dokter-kepala pun memanggil dokter lainnya meminta tolong ketika ia sedang sakit. Ia tidaklah berdiri di depan suatu cermin untuk kemudian menyembuhkan dirinya
sendiri. Adalah suatu perintah Ilahiah untuk berkonsultasi dengan mereka yang selalu berada di Hadirat Ilahiah, karena jawaban-jawaban yang dikirim kepada kalbu mereka dikirim langsung oleh Allah sendiri.

Wa min Allah at Tawfiq
posted by mevlanasufi at 1:46 AM


'Bagaimana mengetahui Guru Ruhani Sejati',
Maulana Shaikh Nazim Al-Haqqani
Lefke Cyprus Turki 2004


Tanda bahwa seseorang adalah Guru/Mursyid Spiritual yang sejati adalah bahwa kalian dapat mempercayainya. Kalbu kalian memberikan sinyal akan hal itu, dan kalbu tak pernah salah. Ketika seseorang duduk bersama seorang Mursyid sejati, ia akan merasakan kedamaian, ketenangan dan kepuasan, serta amat bahagia. Inilah tandanya. Orang itu akan melupakan seluruh masalah-masalahnya dalam hadirat Sang Mursyid, dan merasa bagaikan seekor ikan di dalam samudera.

Mengapa orang-orang pergi ke pantai tepi lautan? Karena ketika mereka memasuki air, mereka menemukan ketenangan dan kenikmatan. Ruh pun menginginkan suatu samudera baginya. Dalam kehidupan kita ini, kita membutuhkan seseorang yang bagai sebuah samudera, sehingga kalbu-kalbu kita dapat merasakan kenikmatan dan puas dengan orang tersebut.

Kita memiliki begitu banyak sifat-sifat tercela. Kita membutuhkan seseorang untuk memberikan pada kita sifat-sifat mulia; dan sifat-sifat mulia ini tak dapat muncul hanya melalui membaca buku-buku, melainkan akan muncul lewat sahabat atau teman seseorang.

Dengan melihat siapa teman seseorang tertentu, kita akan tahu karakter orang tersebut. Sifat yang buruk adalah menular, seperti suatu penyakit. Karena itulah, Allah Ta'ala mengutus para Nabi-Nya sebagai obat. Para
Nabi -semoga kedamaian atas mereka- bukanlah Malaikat; mereka manusia juga, dan mengetahui segala sesuatu akan sifat dasar manusia. Siapa saja yang duduk bersama mereka akan menyerap sifat-sifat dan akhlaq yang mulia.

Wa min Allah at Tawfiq
posted by mevlanasufi at 1:46 AM 0 comments


Stop Smoking
Sohbet given by Sultan Awilya Shaikh Muhammad Nazim
Al-Haqqani Al-Naqshbandi.


I asked our new muslim brother how he is succeeding in his attempt to live as a muslim. He replied: "I am doing well, I have started to perform the prayers and fasts that Allah has ordered and have left most of the well known forbidden actions. The only problem is
that, up until now, I have been unable to quit smoking."

I told him. Look, cigarette smoking in the sight of people, particularly in the sight of muslims, is something of little or no affect on a person's character and because they see it as being of no
account and as having no effect on their religious lives, muslims, more than others smoke like chimneys. But their thinking couldn't be more mistaken.

When you accepted islam you managed to leave behind all of the well known and most harmful prohibited actions, and that is very good - not everyone can do that so easily, immediately upon his accepting the faith. The only big problem, you say, is that you are addicted to tobacco, that it occupies your heart to such an extent that leaving it is a great struggle which you can't seem to win.

Our GrandShaikh, Shaikh Abdullah Ad-Daghistani, may Allah be pleased with him and make him pleased with Him, used to say that cigarette smoking, even if it is of no account in the sight of people, is, in reality, one of the greatest weaknesses a believer can have, as
the cigarette habit leaves its victim completely bereft of will power.

Cigarettes catch people and destroy their willpower in such an absolute way that if he cannot cut himself off from smoking habit, one day smoking will cut him off from every goodness, even from faith itself. This is the main and overriding reason for quitting the cigarette habit (among all the numerous other very strong reasons): he must leave it once and for all so that he may take his willpower into his own hands, and thus protect himself from falling under the control of others.

When I say "others" I am mainly referring to his own lower self and satan, who stands in the background as the evil advisor to the ego. Who cannot control himself may lose control over himself so that his
being passes into the hands of his animal self and satan who are ready to destroy the humanity of your soul.

Allah Almighty says in the Holy Qur'an: "Oh My people, you may see something as being of no consequence, but in My Sight it may be of immense consequence and gravity." Now cigarette smoking is at most small vice in the eyes of muslims, but in the Sight of Allah Almighty it is a fatal weakness in a believer; it is like a small hole in a door through which a burglar may enter.

Now you have just closed the door on all the major sins that are most displeasing to Allah Almighty, but what good does it do as long as that hole remains? What purpose does such a door serve? You might as well leave it wide open for all the good it does! Perhaps you may say: "It is a thick Oak door and I have shut it firmly and locked it well, what difference does a little hole make, it doesn't matter."

What doesn't matter? Say it doesn't matter once the thief has opened the whole big door by putting a wire through the hole and run off with your treasure! Therefore, if a person leaves such a hole for satan to enter through and gain control, he is exposing his faith to great danger. And so I say to our brother: You have left so many forbidden actions which are displeasing to your Lord. You have locked that door, now you must think of what you can do about that
cigarette-hole.

from Mercy Oceans - Divine Sources.
Wa min Allah at Tawfiq

<< Home