A n E n d l e s s S p a c e    AN ENDLESS SPACE : Ceramah Bulan Ramadan

Tuesday, November 02, 2004

Ceramah Bulan Ramadan

Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadan
Maulana Syaikh Hisyam Kabbani
Fenton Haqqani Retreat Center, Fenton, Michigan
8 Januari 1999

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aalihi wasahbihi wasallam

Sepuluh hari pertama di Bulan Ramadan adalah Rahmat. Kalian harus mempersiapkan diri kalian menerima rahmat itu. Rahmat itu ada di sana. Allah mengirim kannya dan kalian cuma tinggal menerimanya. Jika
kalian mengambilnya dan menaruhnya dalam kalbu kalian, kalbu kalian akan bersinar dan berkilau.

Kemudian dalam 10 hari kedua adalah maghfirah, ampunan. Dan jika Allah SWT memberi sesuatu, seuatu itu akan benar-benar diberikan. Allah Ta'ala tidaklah seperti kita, HASHA! Saat Ia berkata bahwa sepuluh hari terakhir adalah itqun minan-naar, kebebasan dari api neraka, maka itu benar-benar bermakna seperti itu: kebebasan dari api neraka.

Dan rahmat Allah amatlah Maha Luas, wa wasi'at rahmatii kulla sya'i dan Rahmat-Ku meliputi segala
sesuatu. Karena itu, 10 hari terakhir ini adalah itqun min an-naar. Dan setiap orang mengejar kebebasan dari api neraka. Jangan tinggalkan kesempatan itu tergantung antara langit dan bumi!
Ambillah! Jangan kalian mengomel-omel dengan lidah kalian. Dalam hari-hari ini jangan berbicara terlalu banyak! Peliharalah lidah kalian untuk mengatakan Allah, Allah, Allah dan mengucapkan salawat atas Nabi Muhammad sall-Allahu 'alaihi wasallam.

Jangan habiskan waktu kalian berbicara omong kosong! Sedikitlah bicara! Sibukkan diri kalian lebih banyak
dengan memanggil Tuhan, Dzikrullah! Dan sibukkan diri kalian dengan menghadirkan Allah dalam kalbu kalian. Bagaimanakah para Awliya', Kekasih-kekasih Allah, mencapai maqam Wilayah (Kewalian)? Jalannya sangat mudah, tapi juga sangat sulit.

Allah tidaklah mengharapkan banyak dari kalian karena Allah SWT tahu bahwa diri kita amatlah lemah. Ia tidak meminta kita untuk terbang dari timur ke barat dalam waktu satu detik dengan roket. Kita tak
mampu karena kita lemah. Tapi, Allah menginginkan diri kita bergerak dari timur ke barat. Kita tahu bahwa kita tak mampu meraih "Barat" melalui pergerakan yang kita lakukan, karena itu demikian kecil tak berarti, seperti gerakan seekor semut. Seekor semut tak akan pernah mampu bergerak dari timur ke barat ia akan mati lebih dulu.

Diri kalian pun sama, tak akan pernah mampu, tapi adalah tugasmu untuk bergerak, hingga kemudian Allah SWT dengan rahmah-Nya akan membawamu. Dia akan melimpahkan rahmat-Nya padamu untuk menempatkan dirimu disisi lain itu, dengan usaha sungguh-sungguh dari sisimu, sambil tidak meminta balasan apa pun atas amal-amalmu itu.

Hal ini adalah amat penting dalam tariqah!! Saat diri kalian melakukan sesuatu, kalian tidak melaku kan tawar-menawar dengan Allah. "Aku lakukan ini agar Engkau memberiku pahala atau karunia." Tidak, kalian melakukannya untuk Allah 'alaa lillahi ad-diin al-khalis. Tak ada keraguan untuk Allahlah agama yang tulus. Satu-satunya yang diterima adalah penghambaan penuh ('ubudiyyah), bukan yang lain.

Nabi saw tak pernah meminta sesuatu bagi dirinya sendiri, hanya bagi ummah beliau. Bagi dirinya sendiri, beliau berserah diri sepenuhnya pada Allah SWT. Apa pun yang kalian lakukan, lakukanlah tanpa kesombongan dan tanpa kebanggaan. Perlahan, perlahan Allah akan membawamu dari sini ke sana. Karena itulah kita harus teramat hati-hati dalam 10 hari terakhir ini. Mereka yang akan duduk (dalam i'tikaf) Allah (SWT) akan mengangkat mereka, mengirimkan pada mereka barakah, rahmah, dan itqun min an-naar, kebebasan dari api neraka. Dan mereka yang sibuk (dengan pekerjaannya) dapat pula menjaga kalbu-kalbu mereka tetap terbuka untuk menerima barakah itu.

Dan kita kembali pada pertanyaan: Bagaimanakah awliya' mencapai maqam mereka? Sekali lagi, jalannya mudah sekaligus juga sulit. Jalan itu mudah karena mereka berjalan. Jalan itu sulit karena mereka tahu bahwa mereka tak mampu mencapai dari timur menuju barat. Sekalipun demikian, mereka bergerak perlahan, perlahan dan hal ini menjadi mudah karena Allah SWT mengambil mereka dan membawa mereka dan menaruh mereka disana di sisi yang lain.

Mereka pasrah dan berserah diri pada perintah
dan ketetapan Allah melalui perintah Nabi-Nya sall-Allahu 'alaihi wasallam. Perintah Nabi dan perintah Allah adalah satu, "Ati'u llaaha wa ati'ur rasul." Taatilah Allah dan taatilah Rasul." "Manata'ar-rasul faqad ata'-Allah" "Siapa yang taat pada Nabi SAW
berarti ia taat pada Allah."

Ash-shhadu an la ilaha illa Allah adalah satu bagian dari syahadah. Beberapa ulama mengatakan bahwa tidak perlu mengucapkan wa ash-shhadu anna Muhammadun rasulullah adalah cukup untuk mengatakan ash-shhadu
an la ilaha illa Allah wa anna muhammadun rasulullah karena semuanya adalah satu syahadah.

Karena itu, jalannya adalah satu tidak ada dua jalan Itu berarti kalian mesti menjaga kalbu kalian sibuk dengan dzikrullah, dalam hadirat Allah pada saat yang bersamaan ketika kalian sibuk bekerja. Insya Allah Allah SWT akan menunjukkan pada kita jalannya. Buat niyyat untuk i'tikaf. Bagi mereka yang bekerja untuk Islam, ini pun dianggap sebagai i'tikaf. Jangan berbicara terlalu banyak! Jangan mengeluh!
Biarlah semuanya berjalan apa adanya dalam sepuluh hari ini dan lakukan semuanya tulus dan murni untuk Allah! Dan jangan meminta makhluk untuk apa pun.
wa salla Allahu `ala Sayiddina Muhammadin wa `ala alihi wa sahbihi wassallam

Bihurmati habib, al Fatihah
posted by Mevlana as Sufi at 11:07 PM 0 comments

Suhbat di Akhir Ramadhan
Maulana Sulthanul Awliya’ Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani
Sabtu, 15 Desember 2001, Lefke, Siprus Turki


Kita berlari menuju Allah dari Setan! Setan memiliki 1001 tipu daya dan perangkap untuk menangkap manusia. Salah satunya adalah bahwa dia membuat kalian merasa mampu untuk melakukan sesuatu, bahwa kalian mungkin pantas untuk sesuatu, bahwa kalian adalah istimewa. Jangan mengklaim apa pun, itu adalah berasal dari ego (nafs atau kedirian), tetapi katakanlah, “Saya tidak dapat melakukan apa pun.” Mampu melakukan hal-hal duniawi tidaklah memiliki nilai. Adakah Allah telah ciptakan kalian untuk suatu profesi tertentu, atau untuk melayani-Nya dan untuk kehambaan? Apakah kalian pantas untuk itu? Kita berkata, "Oh, Di bulan Ramadhan ini kita telah shalat Tarawih 600 raka'at.” Masyaa Allah! Bagaimana jika seandainya kalian melakukan shalat seperti itu dalam satu malam!? Ego berkata, “Kami telah shalat demikian banyak bulan ini-- tentu kami telah mencapai 600 derajat.” Jika kalian berpikir bahwa kalian dapat melakukan apa saja, maka kalian akan melawan perintah Allah.

Rabia Adawiya pernah berkata, “Setiap malam Aku melakukan shalat 1000 rakaat. Wahai Allah, semoga hamba-hamba-Mu mengetahui bahwa Aku shalat bukan karena berharap Surga-Mu atau karena takut akan Neraka-Mu, tetapi semata-mata hanya bagi-Mu.” Adalah tugas seorang hamba untuk mengatakan, "Engkaulah Sultan, dan Aku hamba. Segala sesuatu yang Engkau putuskan bagiku adalah 100% adil, tidak ada keraguan. Jika Kau lempar aku ke dalam Neraka, maka itu adalah yang pantas bagi egoku." Kita shalat 600 rakaat dalam satu bulan, Rabia 1000 rakaat setiap malam... Mintalah agar kalian mampu pula melakukan seperti ini, inginkanlah, dan Allah akan memberi kalian kekuatan untuk melakukannya. Berpuasa adalah untuk memutus ikatan ego, agar dia tak mampu mengangkat kepalanya. Puasa adalah yang terbaik bagi orang-orang yang mengaku sebagai sesuatu atau mengaku mampu melakukan sesuatu, yang bagaikan tertiup meledak seperti sebuah balon.

Saat ini, orang-orang mengklaim bahwa mereka dapat membuat hukum mereka sendiri, dan mereka berkata, laki-laki dan perempuan adalah sama. Tetapi, Allah berkata dalam al-Quran yang suci bahwa Dia telah mengangkat pria di atas wanita untuk dapat menjaga mereka, untuk melindungi mereka. Penciptaan pria dan wanita adalah berbeda. Pria lebih kuat daripada wanita, dan karenanya mereka pantas untuk bekerja di luar rumah. Wanita adalah makhluk yang halus dan lembut, karenanya Allah telah mengkaruniakan mereka tugas paling terhormat sebagai ibu dan sebagai istri. Mereka tidak pantas untuk bekerja di jalan-jalan. Tetapi, segala sesuatunya saat ini telah terbalik, wanita bekerja seperti pria dan mereka pun kehilangan kehormatan mereka. Kini, orang-orang tak tahu lagi apa yang mesti dilakukannya. Bandingkanlah seorang presiden laki-laki dengan seorang presiden perempuan, suatu majelis laki-laki dengan suatu majelis perempuan. Biarkan laki-laki berkuasa atas laki-laki, dan perempuan berkuasa atas perempuan, dan lihat, ke mana mereka akan sampai. Hal seperti itu tidak akan dapat berlangsung. Dan siapa yang berkuasa menurut egonya, akan merugi.

Jangan menganggap bahwa kalian dapat melakukan sesuatu. Itu adalah dari ego. Katakan, "Wahai ego-ku, engkau memang mampu melakukan segala macam pekerjaan, tetapi engkau bukanlah diciptakan untuk itu. Engkau diciptakan untuk penghambaan kepada Allah. Apakah kau mampu untuk itu?” Bagaimanakah Rabia dapat melakukan shalat 1000 rakaat setiap malam? Allah adalah Sang Pencipta dan Dia memiliki dan menguasai ruang dan waktu... Pernah ada seorang suci, Imam Abdul Wahhab Sya'rani k, yang biasa membaca al-Quran yang suci tujuh kali di antara Maghrib dan ‘Isya dari al-Fatihah hingga an-Nas. Dia memiliki 12.000 murid, dan ketika dia berbicara, setiap orang dari mereka mendengarnya seakan-akan sang Syaikh duduk di sampingnya... Seorang suci yang lainnya biasa shalat seratus rakaat dan di setiap rakaat dia menamatkan seluruh al-Quran... Itulah kekuatan yang telah Allah karuniakan kepada orang-orang suci. Kekuatan spiritual mereka bekerja--suara kita bahkan tidak dapat mencapai dari sini ke pintu itu... Tetapi nanti saat Sayyidina Mahdi u datang dan mengucapkan takbir, Allahu Akbar! ini akan terdengar di seluruh penjuru Timur dan Barat... Kalian harus percaya! Allah menguasai ruang dan waktu. Dia adalah Qadir, Muqtadir, Dia menciptakan waktu dalam waktu dan ruang dalam ruang. Jika tidak, bagaimana lagi Rabi'ah dapat melakukan shalat 1000 Rakaat dalam satu malam!?

Bermohonlah kepada Allah, “Ya Allah, Aku ingin melayani-Mu, tak ada kehormatan di atas hal ini,” dan kemudian lakukan (ibadah-red) sebanyak yang kalian mampu... Tetapi, jika kalian berpikir bahwa kalian dapat melakukan apa pun oleh diri kalian sendiri, bahwa apa yang kalian lakukan adalah berasal dari kalian sendiri, maka kalian akan habis-- itu berasal dari ego. Kalian tak akan memperoleh kedamaian dan kalian tak akan meraih apa pun. Allah dengan kasih-Nya telah menerapkan ukuran dan hukum tertentu bagi dunia (sunnatullah). Tetapi, agama didasarkan atas iman, percaya. Kalian tak dapat menerapkan hukum-hukum dari dunia material atasnya. Jika kalian melakukannya, maka tidak ada lagi agama, kalian pun tak meraih barakahnya dan kalian akan pergi ke Neraka... Ketahuilah bahwa semua kemampuan dan kekuatan kalian untuk melakukan kebaikan berasal dari Allah, maka kemudian ego tidak akan mampu memamerkan dirinya. Katakanlah, “Aku mengabdi hanya demi Allah,” maka ego akan takluk...

Wahai Allah, ajarkanlah kami ilmu yang bermanfaat dan tambahkan bagi kami ilmu tersebut agar kami dapat lebih mengetahui-Mu. Jika tidak, maka tidak ada manfaat dalam ilmu itu. Dan bahkan seandainya ilmu ini hanya dapat ditemukan di Cina, kita harus mencarinya di sana... Ego akan selalu berkata, “Aku adalah diriku dan engkau adalah dirimu.” Kita harus takut akan Allah, kita harus bersama-Nya, hidup untuk-Nya. Siapa yang meninggalkan Allah, tidak lagi memiliki nilai apa pun. Kita mengatakan hal ini sejak 60 tahun yang lalu, tetapi tak ada yang menerimanya...

Ramadhan ini akan berakhir. Tahun depan, Saya berharap untuk mencapai Shahibuz Zaman Sayyidina Mahdi u, dan hamba-hamba istimewa Allah . Jalan Allah adalah jalan menuju Surga--jalan-jalan lainnya menuju Neraka. Manusia akan terus menghancurkan satu sama lain. Mereka telah mencapai derajat ke-5 sekarang, dan ada tujuh derajat semuanya... Itu bagaikan ketika sang penjagal tengah mempersiapkan daging-giling. Dia meletakkannya di dalam mesin dan menggilingnya. Jika hasilnya belum cukup kecil dan halus, dia akan meletakkannya lagi di mesin itu dan sekali lagi, hingga siap. Wahai Allah, izinkan kami mencapai hari-hari yang indah itu. Kirimkanlah kami Shahib dari ummat ini serta Pertolongan Ilahiah-Mu. Kirimkan Rahmat-Mu kepada kalbu manusia agar mereka berpaling kepada-Mu. Amin, Fatihah

posted by Mevlana as Sufi at 7:25 PM 0 comments

Allah SWT Sang Pencipta, Azhimat Ramadhan
Kumpulan Sohbet Maulana Sulthanul Awliya’ Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani
Lefke, Siprus Turki, Ramadhan 1422 H, Kamis, 15 November 2001,
Malam Pertama Ramadhan


Buat orang-orang beriman, kita mohonkan 'pembukaan' (kasyf), dan buat orang-orang tak beriman petunjuk, hidayat; tetapi bagi mereka yang menyesatkan orang lain akan menyaksikan akibat-akibatnya dan merasakan hukuman dari Allah . Siapa yang menjauhi jalan Allah akan menderita di dunia dan akhirat. Allah telah mengkaruniakan kita dengan akal dan pemahaman.

Perhatikanlah, saat siang hari, matahari bersinar. Siapakah yang telah meletakkannya di langit? Dan pada malam hari, sinarnya melemah, dan segala sesuatu tenggelam dalam kegelapan. Barang siapa yang memiliki akal yang bekerja dengan baik tentu akan bertanya, Siapakah yang membuat matahari terbit di pagi hari sampai matahari itu tepat di atas kepala kita dan siapakah yang membuatnya tenggelam di malam hari?” Di pagi hari, cahaya dilahirkan, lalu naik hingga berada di atas kepala kita, dan menjadi kuat sinarnya, kemudian kehilangan kekuatannya dan tenggelam di malam hari. Berikutnya yang tersisa adalah kegelapan...

Saat ini adalah awal Ramadhan. Menurut tahun syamsiyah (matahari), kedua belas bulannya adalah tetap (saatnya). Tahun komariah (berdasar bulan) terdiri juga atas dua belas bulan, tetapi selalu berubah dari musim ke musim. Ada Pencipta yang mengarahkan segalanya... Dia-lah Allah swt yang mengajarkan kita ilmu pengetahuan, (karena) seseorang tidak dapat belajar tanpa seorang guru. Sains yang paling terhormat adalah ilmu hisab, Aritmetika. Manusia merupakan suatu makhluk yang aneh, dengan tinggi 1.5 sampai 2 meter dan memiliki kepala dengan panjang 20-30 cm dan diameter 15-20 cm. Di dalamnya terdapat otak, suatu perhiasan dan benda yang amat berharga. Siapakah yang telah meletakkannya di sana dan bagaimanakah caranya? Seseorang yang mau berpikir dengan akalnya tentu akan sampai pada kesimpulan bahwa bukan kitalah yang menciptakan diri kita sendiri.

Kita muncul (lahir) dan kemudian akan lenyap lagi (mati). Seandainya kitalah yang menciptakan diri kita sendiri, tentunya kita akan mampu untuk tetap menjaga eksistensi atau keberadaan kita. Jadi, kita telah dianugerahi eksistensi ini dari sesuatu yang lain. Kemudian kita melihat orang-orang mati, ke manakah perginya eksistensi mereka? Siapa yang telah mengambil eksistensi mereka itu dari diri mereka? Sesuatu telah pergi dari mereka. Dari sini kita paham bahwa ada alam yang tidak terlihat, dan inilah aturan pertama yang utama, yaitu untuk mempercayai hal-hal yang tidak terlihat (ghaib) dan mempercayai eksistensi atau wujud Allah .

Setiap binatang mengetahui Tuhan mereka dan berdzikir serta bertasbih atas-Nya. Hanya manusia yang tidak. Manusia membuat patung dari kayu atau logam dan menyembahnya. Betapa gila mereka! Kalian yang membuat bentuk (patung) itu, bagaimana mungkin kalian bisa menyembahnya? Di Sri Lanka terdapat banyak patung yang disembah seperti itu. Ada sebatang pohon yang bernama kel agac, yang tidak berbuah dan tidak pula berbunga, dan pemeluk Buddha mengkeramatkan tempat tumbuhnya pohon itu, jika mereka menemukannya, karena mereka berkata bahwa Buddha tidur di bawah pohon semacam itu, dengan seekor kobra di sampingnya . Dan ada berbagai rupa patung Buddha.

Di Singapura, ada sebuah patung Buddha dengan tinggi 25 m. Saat Saya menyentuhnya seorang penjaga segera berlari menuju saya sambil berkata, “Anda hanya boleh melihatnya...” Suatu perbuatan dinilai berdasarkan niat yang melatarbelakanginya. Saya pun berkata kepadanya, Patung-patung ini merepresentasikan Buddha, tetapi mereka bukanlah Buddha itu sendiri. Jika Saya memukulnya, apakah dia akan berbuat sesuatu? Dapatkah dia melihat? Mendengar? Merasakan? Mengapa kalian menyembah patung ini? Dari mana kalian mendapat ide ini?” “Saya tidak tahu,” jawab penjaga itu. Apa sebenarnya yang telah merendahkan martabat manusia? karena mereka menyembah sesuatu yang tidak punya jiwa, tidak mempunyai kehidupan. Mereka membuatnya sebagai berhala mereka, dan karena alasan inilah Allah telah memusnahkan banyak ummat, karena mereka telah mengundang murka Tuhan. Semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk di antara mereka.

Ramadhan tahun ini dimulai pada hari Jumat, dan Ramadhan ini dimulai dengan azhimat, heybet atau kekuatan. Jika segala sesuatu berlanjut seperti saat ini berlangsung, maka semua akan musnah saat Bayram ('Iedul Fitri). Ya Allah, kami beriman kepada-Mu dan pada Kekuatan-Mu, terimalah kami sebagai hamba-hamba-Mu, berilah kami pakaian pengabdian... Semua sudah berakhir, tunggu dan lihatlah apa yang akan terjadi setelah Ramadhan! Semoga Allah mengampuni kita. Faatiha.

Wa min Allah at Taufiq
posted by Mevlana as Sufi at 7:25 PM 0 comments

Laylatul Qadr, Allah Tidak Tidur
Maulana Sulthanul Awliya’ Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani
Jumat, 7 Desember 2001 Khutbah Jumat di Girne, Kyrinia, Siprus Turki


Wahai orang-orang beriman, ini adalah Jumat ketiga di bulan suci Ramadhan ini. Segala puji hanya untuk Allah yang telah memberikan kepada kita kesempatan untuk menghormati bulan yang diberkati ini dan untuk memuji-Nya. Jika tidak, tentu kita pun termasuk ke dalam golongan orang-orang yang lalai. Adalah suatu rahmat dan nikmat dari Allah bahwa kita dizinkan untuk masuk melalui pintu ini. Dia telah memberikan kepada kita. Begitu banyak orang-orang penting yang tidak diizinkan masuk, karena mereka tidak mengakui Allah, tidak peduli seberapa bangga dan sombong mereka selama hidup mereka, pada akhirnya mereka akan kehilangan kekuatan mereka. Sebagaimana mereka tidak mengetahui atau tidak mau tahu mengenai Allah, mereka pun akan dilupakan.

Allah adalah pemilik agama. Semua Nabi datang untuk memberitahu manusia bahwa Allah dan Akhirat adalah suatu realitas yang hakiki dan bahwa kita memiliki suatu tanggung jawab. Siapa yang mempunyai akal dan matang (dalam berpikir), harus mengakui eksistensi Allah . Tidaklah cukup hanya mengatakan syahadat. Seorang yang beriman, percaya, lalu melakukan sujud, berbuat baik, berpikir tentang akhirat dan beramal serta bekerja untuk Allah. Apakah pelayanan kita adalah untuk Allah atau untuk ego kita. Dan semua orang hidup hanya untuk memuaskan ego mereka saja. Segala sesuatu harus siap bagi mereka sesegera mungkin, segala sesuatu harus dari yang terbaik, dan mereka ingin menyenangkan diri mereka sendiri dengan wanita. Semua hal ini bukanlah tujuan dari hidup kita, kita tidak diciptakan untuk itu. Kini, setiap bangsa memiliki agama, di Eropa terdapat banyak sekali gereja, tanyakanlah kepada mereka tentang itu (agama). Dan kaum Yahudi masih berpegang pada
hukum-hukum yang dibawa Nabi Musa as dalam Taurat.

Agama adalah seperti pakaian spiritual dari cahaya, yang dapat Anda pakai. Seluruh kaum Kristen dan kaum Yahudi berpegang teguh pada agama mereka. Tapi orang-orang kita membuatnya menjadi suatu kebiasaan untuk lari dari Islam. Apa yang akan terjadi pada kita? Apakah kita akan menjadi Orthodoks? Protestan? Yahudi? Orang-orang yang paling kosong tinggal di sini, di Siprus. Orang Turki di benua Asia setidaknya masih melakukan shalat. Tetapi Allah tidak tidur, Dia melihat dan mengamati segala sesuatu!?

Nabi Musa suatu saat bertanya kepada Allah, “Wahai Allah, adakah suatu saat di mana Engkau juga tidur?” “Taadab, Wahai Musa!” jawab Allah, “Aku akan memberikan jawabannya kepadamu. Ambillah dua ember berisi air dan bawalah sambil pergi dalam perjalananmu, Aku akan menjawabmu?” Maka Nabi Musa u pun pergi dengan dua ember penuh berisi air. Dan Allah mengirimkan kelengahan sesaat padanya, semacam tidur singkat untuk waktu yang pendek saja, dan pada saat itu juga ember-ember itu jatuh, pecah, dan airnya tumpah. ”Wahai Musa, sudahkah engkau dapatkan jawabanmu sekarang? Bayangkanlah seandainya Aku tidur hanya untuk waktu yang tersingkat sekalipun, makhluk akan terbalik dari atas ke bawah. Tetapi Aku adalah al-Hayyu, al-Qayyumu, Aku adalah ar-Raqib, dan Aku mengamati ciptaan-Ku sepanjang waktu. Aku sadar atas setiap pergerakan hamba-hamba-Ku di setiap saat. Tak ada yang tersembunyi dari-Ku.”

Islam adalah agama kebenaran, Haqq. Tak satu pun yang dapat mengatakan bahwa apa yang dilarang dalam Islam mengandung kebaikan tertentu. Tetapi para Sipriot (orang-orang Siprus) saat ini melakukan semua hal yang diharamkan tanpa merasa malu. Amatilah! Allah I akan membuat kalian berada dalam suatu kondisi yang tidak akan kalian suka, karena kalian berbuat kekufuran dan tidak memberikan rasa syukur dan terima kasih, syukur kepada-Nya. Kita memiliki kedamaian di pulau ini sejak 27 atau 30 tahun lalu. Generasi muda tidak mengetahui apa yang telah terjadi, dan tak seorang pun merasa bersyukur, karena kita tidak mengajarkan kepada mereka tentang hal itu di sekolah-sekolah. Malah mereka memberikan pelajaran tentang seks dan mereka mengajar anak perempuan dan anak laki-laki bersama-sama. Setiap orang, bahkan hewan, tahu tentang hal ini (seks-red) dengan sendirinya, tak perlu untuk membuat pelajaran tentang itu. Tetapi, karena mereka tidak menghormati Allah dan tidak mendengar-Nya, mereka akan lihat nanti, apa yang akan terjadi?

Minggu depan akan ada Laylatu-l Qadr. Kemungkinan besar pada malam 27, salah satu malam dalam sepuluh hari terakhir, dan malam itu harus dicari, karena Laylatu-l Qadr adalah malam yang paling berharga sepanjang tahun. Kita akan melihat apa yang akan terjadi setelah malam itu, atau setelah Bayram (Ied-red). Mereka selalu berdiskusi tentang krisis-krisis ekonomi. Itu adalah suatu perangkap Setan. Kita mengalami suatu krisis religius yang nyata. Orang-orang meninggalkan Allah dan berlari mengejar dunia, sementara dunia berlari menjauhi mereka. Kita mengalami krisis dalam adab, orang-orang tidak lagi menjaga perilaku mereka untuk memperbaiki diri mereka sendiri.

Ini bukanlah masalah uang, tetapi mudah sekali untuk mengatakannya seperti itu!? Hentikan kehidupan malam maka krisis-krisis akan berhenti. Siapakah yang pergi di malam hari kalau bukan mereka yang pergi untuk berbuat haram? Kecuali bagi mereka yang pergi untuk melakukan shalat, setiap orang pergi pada malam hari untuk hal-hal yang haram!? Saya memborbardir benteng-benteng Setan! Sampai kita belajar lagi tentang haram dan halal, krisis-krisis ini tidak akan berhenti! Pemerintahan kita tidak lagi memelihara kita, dan kita adalah amanah bagi mereka, suatu kepercayaan untuk dijaga. Kita akan lihat apa yang akan terjadi saat ini!? Begitu banyak anak-anak muda di sini, di dalam masjid--kalian adalah seperti tangkai-tangkai muda yang muncul setelah cabang-cabang tua dipotong dari
pohonnya. Islam tidak akan pernah menurun! Abad ini adalah abad Islam, abad Haqq, dan kebathilan akan berakhir!

Setiap Jumat, kita biasa berdoa untuk hujan hari ini, setelah shalat, kita akan berdoa untuk bersyukur! Syukur, ya Rabbi, syukur, ya Rabbi, syukur, Alhamdulillah! Taubat, ya Rabbi, taubat, ya Rabbi, taubat, Astaghfirullah! Fatihah

Wa min Allah at Taufiq
posted by Mevlana as Sufi at 7:25 PM 0 comments

Ramadhan : Syukur, Sadaqah dan Rizki
Maulana Sulthanul Awliya’ Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani
Ramadhan, Senin, 3 Desember 2001,
Lefke, Siprus Turki


Penyakit-penyakit ringan untuk dosa-dosa kecil, penyakit-penyakit berat untuk dosa-dosa besar. Semoga Allah tidak mencabut kita dari faiz Ramadhan… Mengucapkan Bismillahir rahmaanir rahiim dalam Ramadhan yang suci tidaklah sama dengan mengucapkannya di bulan-bulan lain. Setiap perbuatan baik, amal shaleh, dihitung 70 kali dalam bulan ini. Ramadhan adalah bulan berkumpulnya ‘perhiasan dan emas’ berharga, karena Allah membalas amal-amal baik fauq-ul ‘ala.

Di setiap malam, barakahnya pun berbeda, 30 malam di bulan Ramadhan adalah seperti 30 sumber mata air yang satu berbeda dari yang lain. Allah memiliki begitu banyak sumber, Dia-lah Jalla Jalaluhu… Mereka berpikir ini adalah gurauan… Jangan pergi ke mana-mana tanpa memiliki Wudhu! Syukur, ya Rabbi! Izinkanlah kami memuji Nama Agung-Mu dengan lidah-lidah kami, ‘Allah ya Jaliil… Allah dzul Jalaal!’ Mereka iri kepada kita karena kita berdzikir dan menyebut nama-Nya… Syukur…Syukur…Syukur! Jangan takut! Siapa yang bersyukur tidak akan jatuh dari Sirath, Jembatan, tak akan pula dia jatuh ke dalam Neraka, dan dia tak akan mati karena penyakit yang mengerikan. Penyakit akan lari dari orang yang tahu berterima kasih yang mengucapkan ‘Syukur…’

Untuk setiap pengucapan Bismillahir rahmaanir rahiim, ada tujuh puluh kali pahala. Apa pun yang kalian lakukan dalam Ramadhan adalah berharga dan penuh dengan barakah. Pahala yang diberikan di bulan ini tidak diberikan di bulan-bulan lain… Maka berilah (sedekah-red) dan jangan takut,Allah akan memberi kalian. Suatu bangsa yang dikaruniai Allah dengan ilmu yang banyak adalah bangsa Israel. Dengan ilmu dan penemuan mereka, mereka berada di atas bangsa-bangsa lain. Tak ada yang berada di depan mereka… Kini, bahkan ada mesin teh yang dapat membuat tujuh macam teh yang berbeda… Orang Yahudi juga membuat uang kertas dan kini kita mempunyai kartu kredit. Mereka begitu dekat dengan Setan, teman-teman kelas pertama dari Setan, dan dia membisikkan pada mereka apa yang mesti mereka lakukan… Di zaman dahulu, jual beli dilakukan dengan Shalawat dan Basmalah, baik pembeli maupun penjual mengambil bagian barakah mereka. Dan barang-barangnya tidak pernah habis. Kalian masih dapat melihat barakah ini di Makkah, setelah salat malam, jutaan orang berbelanja, tetapi di pagi hari kalian masih dapat melihat toko-toko itu penuh seperti sebelumnya, tak ada yang hilang. Barang dagangan pergi dan datang. Itu adalah karena barakah yang Allah berikan pada tempat itu… Sekarang yang dipakai adalah kertas, bukan lagi emas dan perak…

Allah berfirman, “Apa pun yang kalian berikan demi Aku, tidaklah Aku terima, tetapi Aku kembalikan kepadamu sepuluh kali lipat.” Ada lima macam sadaqah, yang pertama sadaqah yang dibalas 1:1, yang kedua adalah sadaqah yang dibalas 1:10, yang ketiga adalah sadaqah yang dibalas 1:70, yang keempat adalah sadaqah yang dibalas 1:700, dan yang terakhir adalah sadaqah yang dibalas tanpa batas oleh Allah sendiri.
Balasan 1:1 adalah untuk sadaqah dengan uang haram, uang yang misalnya diperoleh dari bank, karena mengambil bunga tidak diperbolehkan dalam Islam. Dan kalian harus tahu apa yang mesti dilakukan dengan uang itu. Pernah ada seorang Arab kaya di London yang menerima jutaan poundsterling untuk uang yang dia simpan di bank. Dia menolak menerimanya karena dia berkata bahwa dalam Islam itu tidak diperbolehkan, tetapi pihak bank berkata bahwa mereka tidak dapat mengambilnya kembali. Kemudian orang kaya itu mengambil uang tersebut dan menyumbangkannya untuk perbaikan suatu katedral di Inggris… Pahala untuk sadaqah dari uang haram ini adalah 1:1.

Jika kalian memberi kepada seseorang yang datang meminta pada kalian, pahala kalian adalah 1:10, jika kalian berikan pada tetangga kalian yang miskin, pahala kalian adalah 1:70. Jika kalian berikan pada kerabat yang miskin, pahalanya adalah 1:700. Pahala tanpa batas adalah bagi mereka yang memberikan uang untuk memperkuat Islam, untuk membuatnya berdiri tegak dan menjaganya tetap kokoh. Pahala itu tidak ditulis oleh malaikat, tetapi oleh Allah sendiri dengan Tangan Qudrah-Nya. Sebagai contoh adalah uang yang digunakan untuk membangun atau memelihara masjid-masjid, dergah, madrasah, waqif. Karena Allah lah yang memberi pahala kepada kalian, mengapa kalian takut untuk memberi? Allah berfirman, “Aku mengirimkan rezeki dengan jalan dan cara yang tak diketahui dan tak diduga oleh hamba-Ku.” Karena itu Allah tidak menginginkan ada pegawai di masjid-masjid, adalah Atribut-Nya untuk mengkaruniai hamba-hamba-Nya dengan cara-Nya. Mereka tidak seharusnya makan dari Bait-ul Mal. Jangan ikat diri kalian sendiri dengan membatasi hanya pada gaji, ikatlah diri kalian sendiri kepada Allah! Tetapi, kita berlari mengejar sampah-sampah dunia dan mengumpulkannya. Kumpulkanlah permata! Semoga Allah memberikan kita akal pikiran yang lebih berorientasi terhadap akhirat. Jika kita tidak mencari akhirat lebih dahulu, pikiran pun tidak berfungsi baik di dunia… Buktinya, jika pikiran kita berfungsi dengan baik, dunia ini tentunya sudah menjadi seperti surga.

Wa min Allah at Taufiq

posted by Mevlana as Sufi at 7:25 PM 0 comments

Laylatul Qadr
Maulana Sulthanul Awliya’ Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani
Laylatul Qadr, Selasa, 11 Desember 2001
Lefke, Siprus Turki, sohbet kedua

Malam ini adalah malam Laylatu-l Qadar yang suci. Tidak semua orang mencapainya. Manusia tertidur, dan setelah itu mereka menyesal karena mereka kehilangan malam ini. Sementara itu, yang lain terlihat terjaga, tetapi mereka lalai, dan karena itu mereka tidak melihat apa-apa. Kita memohon agar dapat memperoleh malam suci ini dan dihitung sebagai orang yang berhasil mencapainya…

Ada kekayaan yang tampak dan ada pula kekayaan yang tidak tampak--beberapa orang kaya di dunia, sementara yang lain kaya di akhirat. Jika kalian datang mendekati mereka yang kaya di dunia ini, mungkin kalian akan mendapat sesuatu dan mereka mungkin tidak akan membiarkan kalian pulang dengan tangan hampa. Tetapi, mereka yang kaya di akhirat akan selalu memberi. Jika suatu kapal yang dipenuhi barang-barang akan berlabuh di sini, tidakkah akan Saya bagikan barang-barang itu kepada ummat? Saya akan panggil mereka yang miskin. Dan siapa yang memberikan uang dan hartanya demi Allah tidak akan pernah habis. Dan siapa yang memiliki kedudukan di akhirat akan memberi kepada orang yang mengikuti mereka untuk akhirat…

Pada malam ini Allah membuka suatu rahmat dari samudera-samudera-Nya, sehingga Dia memberikan nya secara melimpah kepada orang yang mendapatkan malam ini. Faiz (kekayaan) dari malam ini juga sampai kepada kita… Malam ini adalah malam yang paling tinggi barakahnya di antara semua malam. Kita mencoba untuk memenuhi kewajiban kita, tetapi kita tidak mampu untuk berbuat adil kepada Allah. Betapa jauh diri kita dari melayani-Nya menurut cara yang patut bagi-Nya. Apa yang kita lakukan sebenarnya hanya memiliki nilai simbolik belaka…

Bulan ini berlalu demikian cepatnya. Kita berpuasa, tetapi kita bukannya kehilangan, justru vitalitas kita bertambah terus. Jika Islam tidak haqq (benar), bagaimana mungkin suatu perintah sejak 15 abad yang lampau masih tetap berlaku dan satu miliar orang melaksanakan puasa? Suatu mobil tidak bisa berjalan tanpa bahan bakar. Jika tidak ada suatu kekuatan spiritual yang sedang dan tetap bekerja sejak 15 abad lalu, tentu Islam tidak akan bertahan hingga sekarang. Ada suatu kekuatan penggerak bagi Islam. Adakah orang yang merasa bosan terhadap suatu mata air yang segar? Saat Ramadhan dimulai, kalbu-kalbu kita dipenuhi dengan kegembiraan. Jika tidak, tentu mereka bukanlah Muslim. Siapa yang menghormati malam suci ini tidak akan jatuh ke jurang krisis. Dan siapa yang tidak menghormati malam ini, dia akan dicatat dan ditandai oleh malaikat sebagai berikut, di pagi hari–dia tidak melakukan sujud. Tengah hari, tidak melakukan sujud. Sore hari, malam dan dini hari tidak melakukan sujud…. Allah telah menyeru manusia untuk shalat, dan mereka tidak memenuhi seruan-Nya. Segala sesuatunya dicatat, tidak peduli siapa orangnya dan apa kedudukannya. Saya harus memberitahukan tentang hal ini pada kalian dan menasihati kalian.

Bagi setiap orang, akan tiba hari terakhirnya. Dan kematian adalah penuh dengan heybet, sedemikian rupa hingga seseorang tidak mau dan tidak dapat melalui satu malam atau bahkan satu jam di dalam kubur di samping mayat seseorang yang telah mati, demikianlah ketakutan di tempat seperti itu. Setiap orang akan sendiri di kuburnya masing-masing, dan hanya ada kegelapan… Berusahalah untuk meninggalkan tubuh kalian dalam keadaan bersih demi ruh kalian… Ada seseorang pada zaman Rasulullah saw yang kalbunya dipenuhi kecintaan pada beliau dan selalu berusaha merayakan Maulid Rasulullah . Orang itu amat terberkahi sehingga ketika dia wafat, badan spiritual dari Rasulullah sendiri yang datang untuk mengambil ruhnya. Ruhnya pergi dengan bersih dan suci, dengan suatu wangi yang harum. Adalah penting untuk pergi dalam keadaan suci dan baik, agar para malaikat pun menerima kalian dengan baik.

posted by Mevlana as Sufi at 7:25 PM 0 comments

Sholat Sunah Tarawih
Maulana Sulthanul Awliya’ Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani


20 rakaat sunnah tarawih
Setiap selesai 2 rakaat : Shalli ‘alaa Muhammadn saw
Setiap selesai 4 rakaat: membaca al-Ikhlash 3 kali lalu, Shalli ‘alaa Muhammad saw
Setelah rakaat ke-16: Surat al-Ikhlash 3 kali, lalu ‘Alaa Sayyidi l-Kaa’inaatis shalaawaat saw

Setelah rakaat ke-18: ‘Alaa Sayyidi l-Kaa’inaatis shalaawaat saw
Setelah rakaat ke-20: Surat al-Ikhlash 3 kali, lalu membaca Syahru Ramadhan alladzii unzila fiihil Qur’aan, hudan li-n-nasi wa bayyinaatin mina l-huda wa l-furqaan. Aamiin. Aamiin. Aamiin wa l-hamdu li-Llaahi Rabbi l-‘aalamiin (QS: 2, 85)

3 rakaat witir : Rakaat kedua tahiyyat awal, Rakaat ketiga sebelum Ruku, takbir Allahu Akbar lalu membaca doa qunut :
Allaahumma inna nasta ‘iinuka wa nastahdiika wa nastaghfiruka wa na tuubu ilayk, wa nu’minu bika, wa natawakkalu ‘alayka, wa nutsniy ‘alaykal khaira kullaah. Nasykuruka, wa la nakfuruka, wa naakhla’u wa natruku may yafjuruka. Allahumma iyyaka na’budu, wa laka nushalli wa nasjudu, wa ilayka nas’aa wa nahfidu wa narju rahmataka, wa nakhshaa ‘adzaabaka, inna’adzaabakal jidda bil kuffari mulhaqq, wa shallallaahu ‘alaan Nabiyy wa ‘alaa aalihi wa sallim.

Setelah salam:
‘Alaa Rasuulinas shalaawaat , Aamanar Rasuulu… (QS 2, 285-286)
Dst seperti awrad ‘Isya biasanya

Ayat-ayat yang dibaca setelah al-Faatiha:
1.Yaa ayyuhal ladziina aamanuut taquullaaha wabtaghuu ilayhil wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihi la’allakum tuflihuun (al Maaidah: 35)
2.Yaa ayyuhal ladziina aamanuush biruu wa shabiruu wa raabituu wattaquullaha la ‘allakum tuflihuun (Ali ‘Imraan: 200)
3.Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytanaa wahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab (Ali ‘Imraan: 8)
4.Rabbanaa innaka jaami’un naasi liyawmin laa rayba fiihi innallaaha laa yukhliful mii’aad (Ali ‘Imraan: 9)

5.Laqad jaa akum rasuulum min anfusikum ‘aziizun ‘alayhi maa ‘anittum hariishun ‘alaikum bil mu’miniina raufur rahiim (At Taubah: 128)
6.Fain tawallaw faqul hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alayhi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim (At Taubah: 129)
7.Aqimish sholaata liduluukisy syamsi ilaa ghasaqil layli wa qur-aanal fajri inna qur-aanal fajri kaana masyhuudaa (Al Israa: 78)
8.Wa minal layli fatahajjad bihi naafilatal laka ‘asaa ay-yab’atsaka rabbuka maqaamam mahmuudaa (Al Israa: 79)
9.Wa qul-rabbi ad khilnii mud khala sidqiw wa akhrijnii mukhraja sidqiw waj’al li mil-ladunka sulthaanan nashiiraa (Al Israa: 80)
10.Wa qul jaaa al haqqu wazahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqaa (Al Israa: 81)

11.Wa nunazziluu minal qur-aani maa huwa syifaaa-uw-warahmatul lilmu’miniina wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa (Al Israa: 82)
12.Wa idzaa an’amnaa ‘alaal insaani a’radha wa na-aa-bijaa nibihi wa idzaa massahusy syarru kaana ya-uu-saa (Al Israa: 83)
13.Qul kulluy-ya’malu ‘alaa syaakilatihi farabbukum a’lamu min huwa ahdaa sabiilaa (Al Israa: 84)
14.Innamaaa amruhuu idzaa araada syay-an ay-yaquula lahuu kun fayakuun (Yaa Siin: 82)
15.Fa subhaanalladzi biyadihi malakuutu kulli syay-iw-wa ilayhi turja’uun (Yaa Siin: 83)

16.Kullu man ‘alayha faan. Wayabqaa wajhu rabbika dzuul jalaali wal ikraam. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan (Ar Rahmaan: 26-28)
17.Yas-aluhuu man fis-samaawaati wal ardhi kulla yaw-min huwa fii sya’nin. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan. Sanaf-rughu lakum ayyuhaats tsaqalan. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan (Ar Rahmaan: 29-32)
18.Yaa ma’syaral jinni wal insi inis tatha’tum an-tanfudzuu min aqthaaris samaawaati wal ardhi fanfudzuu laa tanfudzuuna illa bisulthaanin. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan (Ar Rahmaan: 33-34)
19.Fata’aalallaahul malikul haqqu laa ilaaha illaa huwa rabbul ‘arsyil kariim (Al-Mukminuun: 116)
20.Wa may yad’u ma’allaahi ilaahan aakhara laa burhaana lahu bihi fa-innamaa hisaabuhuu ‘inda rabbihi innahuu laa yuflihul kaafiruuna wa qur-rabbigh fir warham wa anta khayrur raahimiin (Al-Mukminuun: 117-118)

posted by Mevlana as Sufi at 7:25 PM 0 comments

Dzikir Ramadhan , Tajalli Kebahagiaan
Maulana Sulthanul Awliya’ Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani
Tajalli Kebahagiaan, Kamis, 29-30 November 2001
Lefke, Siprus Turki

Ferah-tajalli, tajalli kebahagiaan tengah datang…
Sesuai dengan ayat: fa inna ma’a-l ‘usri yussra, inna ma’al ‘usri yussra…

Dzikir baru, untuk dibaca setiap hari setelah shalat ‘Isya dan setelah dzikir dengan tasbih kayu besar (1000 kali La ilaha ill-Allah, dan 100 kali Shalawat)
·Bismillaahir rahmaanir rahiim... kira-kira 20 kali
·Allah, yaa Jaliil...dan setelah kira-kira pertengahan Ramadhan berubah menjadi Allah,
dzal Jalaal...kira-kira 100 kali
·Hasbun Allah, Rabbun Allah...kira-kira 10 kali
·Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha ill'Allah, wa Allahu akbar,
Allahu akbar wa li-llahi-l hamd...
·(Doa Iedul-Fitri) Allahu akbar kabiira, wa-l hamduli-llahi katsiira, wa Subhanallahi bukratan wa ashiila, la ilaha ill-Allah wa Allahu akbar, Allahu akbar wa li-llahi-l hamd...La ilaha ill-Allah wahda, shadaqa wa'da, wa nash-shara 'abda, wa a'asa jundahu wa asaba azaba wahda , La ilaha ill-Allah wa Allahu akbar, Allahu akbar wa li-llahi-l hamd

·Shalawat (3 kali), Allaahumma shalli wa sallim 'alaa/ nabiyyina Muhammad 'alayhi salam/shalatan tadumu wa tughda ilayh/mamarra layali wa tuula dawam.
·Ila syarfin-nabiy saw.
·Al-Fatiha

posted by Mevlana as Sufi at 7:25 PM 0 comments

Sholat Tarawih, Apakah Anda Sudah Beribadah Terlalu Banyak?
Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani
dalam Mercy Oceans (Book Two)
Suatu sore dengan Maulana Syaikh Nazhim di Damaskus
Laylat al-Jumu`a 12 Ramadhan 1421 (7 Desember 2000)


Maulana Syaikh berkata kepada kita, Rasulullah saw bersabda, “Tiga di antara orang-orang yang shalatnya tidak diterima adalah budak yang melarikan diri, wanita yang meninggal ketika suaminya marah kepadanya, dan orang yang memimpin shalat sementara yang mengikutinya tidak menyukainya. Ketika Saya berkunjung ke suatu tempat, Saya mempersilakan seseorang untuk memimpin shalat, namun Saya melihat orang-orang tidak suka kepadanya dan mereka lebih suka kalau Saya yang menjadi Imam, dengan alasan inilah Saya memimpin shalat Tarawih, jadi Saya melakukannya dengan cepat.

Setelah Tarawih Maulana berkata kepada kita, Mereka yang melakukan shalat Tarawih 8 raka’at—apakah 20 terlalu banyak untuk Allah I? Bahkan 20.000 pun terlalu sedikit. "Aku tidak menciptakan jinn dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (51:56). Setelah 8 raka`at, mereka berkata kepada dirinya sendiri, “Cukup, ini sudah terlalu banyak.” Mereka sudah kelelahan. Tetapi mereka sanggup menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV tanpa merasa lelah.

Mereka menghabiskan waktu 23 jam sehari untuk ego mereka, tetapi jumlah seluruh waktu yang digunakan untuk beribadah dalam sehari, siang dan malam bila dijumlahkan hanya mencapai satu jam. Mereka yang shalat 8 raka’at—alasan terakhirnya adalah bahwa mereka malas. Dan kiasan bagi kaum munafiqun dalam al-Qu’ran yang suci berbunyi, "Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka bangun dengan malas" (4:142). "Malas dan enggan" (9:54). Sebuah hadits menyatakan, "Siapa pun yang meniru seseorang, dia adalah salah satu dari mereka."

Betapa beraninya mereka meninggalkan konsensus ummat yang telah bertahan selama 15 abad mengenai shalat 20 raka’at dan Sunnah Rasulullah e yang mengatakan, "Kalian harus mengikuti Sunnahku dan Sunnah dari kalifah-kalifah yang terbimbing dengan benar setelahku.” Apakah hadits ini sahih atau tidak? [Mereka menjawab "Sahih!"]
Ketika mereka melihat orang melakukan shalat 20 raka’at atau menghabiskan waktu lebih banyak dalam beribadah, mereka mengatakan Bid`ah; tetapi mereka tidak punya keberatan terhadap waktu menonton TV mereka, bagi mereka ini bukan suatu Bid`ah!

Mereka tidak berhak mengatakan hal itu ketika Rasulullah saw memerintahkan kita untuk tinggal bersama massa terbesar, Sawad al-A`zam. Dan Sawad al-A`zam melakukan shalat 20 raka’at sejak 15 abad yang lalu. Berani sekali mereka menentangnya? Saya memohon kepada Allah untuk menyingkirkan mereka sehingga mereka tidak bisa mencapai tahun depan (panjang umur-red).

Sayyidina `Ubaydullah al-Ahrar Qaddas Allah Sirrah berkata, ”Siapa pun yang merasa lelah dan berhenti, dia bukan salah satu dari kita.” Kita di sini berarti para pencari (al-salikun). Ketika mereka merasa lelah, itulah tanda kemalasan. Namun demikian, kita melanjutkan jalan menuju Tuhan kita. Seorang hamba harus selalu berada dalam perjalanan menuju Tuhannya. LA BUDD MIN AL-SULUK.

Allah swt menciptakan manusia dengan jalan yang sempurna dan mengembalikan mereka ke tempat yang serendah-rendahnya--asfal as-safilin (95:5). Ini adalah eksistensi duniawi. Tidak ada tempat yang lebih rendah daripada dunia ini, dunia yang kotor ini (al-dunya al-dani'a). Tetapi bagi mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh "falahum ajrun ghayru mamnun"--"mereka akan mendapatkan pahala yang tidak ada henti-hentinya," (95:6), keberadaan mereka sungguh manis. Tetapi mereka—mereka lebih menyukai dunia yang kotor ini.

Seseorang bisa saja mempunyai satu kamar penuh dengan emas, perak, dan permata yang berharga. Atau rumah-rumah. Atau gedung-gedung. Atau seluruh kota yang dipenuhi semua barang-barang tadi baginya sendiri. Tetap saja ketika dia meninggal, para pewarisnya akan melepaskan cincin dari tangannya malam itu juga. Jika dia seorang wanita, mereka akan mengambil gelang, kalung dan antingnya. Mereka tidak dapat memiliki semua yang pernah mereka miliki sebelumnya. Semua ini adalah untuk hidup di dunia. Para pewaris bahkan akan menyesal karena mereka harus membuang kain tempatnya meninggal. Mereka akan saling menyalahkan satu sama lain, “Mengapa kamu tidak memanggil ambulans lebih dini untuk membawanya ke rumah sakit ketika kamu sudah melihat tanda-tanda kematiannya?” Inilah dunia.

Di Amerika mereka menempatkan Saya dalam sebuah hotel yang mewah. Ketika Saya tanya berapa bintangnya, mereka berkata, “Tidak cukup bintang untuk hotel ini, bintang-bintang itu untuk anda. Jika lima untuk anda, bagi kami bisa saja 15. Bagi kami, nama saja sudah cukup.” Dan Saya melihat petugas pengumpul sampah dan kuli keluar-masuk dari hotel. Mereka semua disambut dengan baik, tidak ada yang keberatan mereka hilir-mudik, keluar-masuk. Lalu Saya berpikir, “Jika pemilik hotel yang sangat besar ini meninggal di kamarnya, di atas, apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka akan membiarkannya di sana? Sesaat pun tidak! Dia tidak akan disambut lagi. Mereka akan membungkusnya dan menurunkannya—lewat elevator? Tidak!! Bahkan tidak pula lewat tangga, melainkan lewat pintu darurat. Dan jika tidak ada, mereka akan mengikatnya dengan sejenis tali atau kain dan mengereknya pelan-pelan melalui jendela agar tak seorang pun melihatnya. Dan jika ada yang melihat, mereka akan berkata bahwa itu adalah semangka. Batteekh.

Mereka tidak ingin orang-orang berpikir ada yang meninggal di sana, karena bisa saja mereka berkata, “Mungkin kita juga akan meninggal di sana,” lalu mereka akan pergi. Mereka tidak ingin menghancurkan kesenangan para pengunjung hotel. Rasulullah saw bersabda, “Ingat yang menghancurkan kesenangan, adalah kematian.” Allah swt telah menunjukkan saya istana sultan dan raja-raja, Dia telah menempatkan saya dekat dengan mereka dan mengizinkan saya untuk melihat gaya hidup mereka. Tetapi alhamdulillaah, hati saya tidak pernah sedikit pun condong ke sana. Semua yang saya rasakan adalah sebagian besar yang ada di sana adalah benda-benda tidak berguna.

Semoga Allah menghilangkan kecintaan terhadap dunia dari dalam hati kita dan membuat kita rindu terhadap kekayaan dan kemegahan Akhirat. ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH `AZIIZ ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH KARIIM ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH SUBHAAN ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH SULTHAAN ALLAH, Ya Allah , kami rindu akan Kesultanan-Mu. Mintalah untuk Kesultanan-Nya yang tak terhingga karena Dia adalah Sarmadi Sultan—Sultan yang kekal.

Bi Hurmatil-Habib, bi Hurmatil-Fatiha.
(Hak cipta 2001, Islamic Supreme Council of America & Naqshbandi-Haqqani Sufi Order, hak cipta dilindungi undang-undang)



posted by Mevlana as Sufi at 7:51 AM 0 comments

Ramadhan, Berpuasalah! Lapar Akan meruntuhkan Kesombongan Ego
Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani
dalam Power Oceans of Light
London, Ramadhan 1414/1994


Engkau adalah Sultan, Sultan di antara semua Sultan. Engkau Mahabesar, tak seorang pun bisa menyamai-Mu, hanya Engkau, Wahai Tuhan kami. Semua kebesaran tidak ada artinya di hadapan Kebesaran Ilahiah-Mu. Kami bukan apa-apa. Di bulan suci ini Allah memberi kita dari Berkah-Nya yang tidak terhingga dan kita membutuhkan Berkah-Nya. Walaupun kita bukan apa-apa, kita mengaku sebagai sesuatu, yaitu dengan memberi diri kita gelar-gelar kosong sehingga kita bisa mendapat nilai tertentu. Tetapi bahkan bila kalian berusaha untuk memberikan nilai ini kepada diri kalian, itu tidak ada artinya, tak bermanfaat. Selama seseorang ingin memberi dirinya suatu nilai, dia akan menjadi hina, lebih hina, dan paling hina... Selama seseorang mengaku sebagai sesuatu, dia akan melihat pada kekuatan dirinya sendiri, pengetahuannya, posisinya, usaha yang dimilikinya, jabatannya, keluarganya, rasnya, kekayaannya… Dengan semua ini dia ingin memberikan suatu nilai bagi dirinya, tetapi pada kenyataannya dia semakin hina dan hina dan dia akan jatuh ke dalam tong sampah dan menjadikan dirinya sendiri sebagai sampah. Jika kalian berusaha menjadi sesuatu, Saya akan datang dan melihat kalian ketika kalian sedang sekarat, dan setelah meninggal Saya akan melihat bagaimana keadaan kalian. Kalian mungkin akan berbau busuk! Apakah itu nilai kalian? Kalian, yang mengaku sebagai orang penting! Jika kalian berpikir bahwa kalian sangat bernilai, mari Saya bawa kalian ke pasar orang-orang mati setelah kalian meninggal dan mari kita lihat berapa nilai kalian!

Ya, itu adalah nilai bagi semua orang yang mengaku sebagai sesuatu sekarang. Beberapa orang menempatkan bintang-bintang di pundak atau sebagai lencana di pakaiannya. Bahkan anak-anak pun bangga ketika memakai gambar singa, serigala atau rubah di kantong (baju) mereka. Orang-orang tidak menggunakan akalnya. Itulah sebabnya mereka seperti anak kecil. Mereka gembira dan bahkan bangga dengan segala macam hal yang tidak penting. Kebanggaan hanya milik Tuhan Pemilik Surga. Dia memiliki hak untuk menjadi bangga, namun demikian tidak berlaku bagi yang lainnya. Tak ada orang yang berhak menjadi bangga. Abad ini adalah abad kebanggaan. Setiap orang merasa bangga. Ketika mereka bangga, mereka akan menjadi cemburu, iri, tidak ada rasa kasih sayang dan menjadi orang yang tidak adil. Semua karakter ini berasal dari kebanggaan. Seluruh makhluk, makhluk pertama yang bangga adalah Setan. Dia mengaku bangga dan seluruh malaikat menendangnya dari posisi tertinggi ke posisi terendah.

Kita berpuasa. Kita harus berpuasa, karena kita telah diperintahkan untuk melakukannya. Sejak orang pertama, hingga kini, itu adalah Perintah Surgawi, “Wahai manusia, kalian harus berpuasa!” Puasa membuat kalian rendah hati. Ketika kalian kenyang, kalian akan merasa angkuh dan kalian tidak mempunyai hak untuk itu. Itulah sebabnya puasa adalah ibadah yang paling penting. Khatamul Anbiya, Rasulullah saw menyebutkan kepada ummatnya dan kepada seluruh ummat manusia, “Segala sesuatu mempunyai pintu, dan pintunya ibadah adalah puasa. Tanpa berpuasa, kalian tidak dapat menjadi seorang pelaku ibadah, mengapa? Karena ego kalian tidak akan memperkenankannya. Pertama dia akan menyangkal, lalu keberatan dan menolaknya. Ego kalian akan berkata kepada Allah, “Turunlah, dan Aku akan naik!” Itulah betapa buruknya karakteristik ego. Dia adalah makhluk terburuk yang pernah diciptakan. Tetapi dia sangat kuat. Dia bahkan meminta Allah untuk turun! Dia tidak akan menerima kalian sebagai seorang hamba.

Cobalah sendiri. Setiap orang mempunyai ego. Apakah kalian pikir ego kalian adalah hamba yang patuh? Bukankah dia selalu menyangkal dan menolak untuk berpuasa dan shalat dan untuk melakukan ini, itu? Bukankah dia selalu meminta untuk melakuakan hal-hal buruk? Dia selalu ingin menentang aturan Surgawi. Dia ingin bebas. Apakah kebodohan orang-orang di abad ke-20? Mereka ingin menjadi orang yang bebas! Itulah pengakuan ego mereka. Mereka tidak ingin berada di bawah kendali atau perintah siapa pun. Mereka ingin benar-benar bebas. Itu artinya mereka berkata, “Engkau di sana Allah, dan Aku di sini!” Semoga mereka diampuni…

Tak ada yang lebih efektif daripada rasa lapar, untuk membuat ego kalian lemah. Ketika Allah menciptakan ego, Dia bertanya, “Siapa kamu dan siapa Aku?” ego menjawab, “Engkau ya engkau, Aku ya aku.” Dia tidak berkata, “Engkau Tuhanku dan Aku hamba-Mu!” Kemudian Allah memerintahkan ego untuk terjun ke dalam Api Neraka selama 1000 tahun. Setelah itu ego ditanya dengan pertanyaan yang sama dan dia menjawab dengan jawaban yang sama. Dia lalu diperintahkan untuk masuk ke Neraka yang dingin selama 1000 tahun, lagi-lagi dia memberikan jawaban yang sama. Kemudian dia diperintahkan untuk pergi ke lembah kelaparan selama 1000 tahun. Ketika dia dikeluarkan dan ditanya, “Siapa Aku dan siapa dirimu?”, lalu ego menjawab, “Engkau adalah Tuhanku, Tuhan yang Mahakuasa, dan Aku adalah hamba-Mu yang lemah.” Dia menjawab dengan gemetar.

Tak ada selain kelaparan yang membuat ego menyatakan penghambaannya. Itulah sebabnya sejak manusia pertama, kita telah diperintahkan untuk berpuasa. Perintah itu ada di dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan di dalam semua kitab suci lain yang diturunkan dari Surga. Puasa di dalam kitab suci itu sangat sulit. Puasa yang paling mudah diberikan kepada ummat Muhammad saw. Bahkan pada awalnya puasa ini sangat sulit. Selama beberapa periode awal, para sahabat Rasulullah saw hanya diperbolehkan membatalkan puasanya antara Maghrib dan ‘Isya. Setelah ‘Isya mereka diperintahkan untuk berpuasa kembali, sehingga mereka berpuasa selama 22 jam. Kemudian Allah membuatnya lebih ringan. Kita dapat makan, minum dan menikmati sepanjang malam hingga subuh. Walaupun itu adalah puasa yang termudah, banyak orang yang tidak melaksanakannya. Tetapi itu adalah perlakuan yang paling baik bagi tubuh kita dan juga perlakuan terbaik bagi ego kita. Itu juga perlakuan terbaik bagi jiwa kita, membuatnya naik ke surga. Ketika kalian berpuasa, jiwa kalian ingin mencapai level yang lebih tinggi di Surga.

Cobalah untuk mematuhi aturan puasa ini sebaik mungkin. Jika kalian baru dan kalian belum pernah berpuasa sebelumnya, cobalah untuk berpuasa, tetapkanlah niat. Itu adalah faktor paling penting dalam kepatuhan dan ibadah. Allah tidak akan menerima suatu ibadah tanpa niat. Kalian harus berniat untuk melakukan ibadah hanya untuk mendapat ridha Allah. Berniatlah untuk mengikuti Perintah Suci-Nya. Jika tidak, itu bukanlah ibadah. Gunakan niat kalian! “Aku shalat untuk kesenangan (ridha) Tuhanku! Aku berpuasa untuk menjalankan Perintah Suci-Nya dan untuk membuatnya senang dan ridha terhadapku.” Setiap tindakan yang ingin dilakukan oleh seorang hamba, harus dilakukan dengan mengingat Allah , untuk membuatnya senang. Jika kalian ingin melakukan sesuatu, dan kalian tahu bahwa tindakan ini akan membuat-Nya senang, maka lakukanlah! Jika tidak, jangan dikerjakan. Waspadalah! Beberapa hukuman akan datang kepada kalian, cepat atau lambat. Jangan curang, jika Allah memberi hukuman kepada kalian nanti, itu tidak berarti bahwa Dia tidak menghukum kalian. Tidak! Jangan curang, jika Dia menunda hukuman-Nya. Itu hanya berarti bahwa Dia menanti untuk melihat apakah kalian akan bertaubat, atau tidak. Dia ingin semua hamba-Nya memohon ampunan-Nya.

Ketika kalian berniat, kalian akan menemukan kapasitas untuk berpuasa, untuk melengkapi puasa kalian. Jika kalian adalah seorang pemula dan, walaupun kalian telah berniat, kalian menyadari bahwa di siang hari di hari pertama kalian tidak bisa melanjutkannya, maka batalkan puasa kalian. Cobalah di hari kedua. Dengan cara ini kalian dapat meningkatkan dan menambahkan jam puasa kalian, dan begitu seterusnya. Di tengah Ramadhan kalian dapat melengkapi puasa kalian sepenuhnya. Itu adalah jalan, setahap demi setahap, untuk mencapai target kita. Jangan berkata bahwa kalian tidak dapat melakukannya, dan jangan terlalu ketat. Bahkan anak-anak kita tidak suka untuk beribadah. Ajari mereka secara bertahap. Dengan Muslim yang baru juga harus bertoleransi, Wahai Muslim! Jangan berkata bahwa seseorang mustahil. Itu hanyalah sebuah pertanyaan dalam latihan.

Wa min Allah at taufiq
posted by Mevlana as Sufi at 6:27 AM 0 comments

Mengapa Orang Tidak Merasa Damai?
Puasa Ramadhan Membersihkan Ego
Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani
dalam Power Oceans of Light


Syah Naqsyband berkata kepada kita bahwa thariqat kita berdasarkan asosiasi. Jadi, kita tanyakan pada diri kita sendiri, apa yang kita perlukan sekarang? Biarkan mereka memberikan apa yang kita butuhkan. Guru-guru kita yang suci selalu mengtahui apa yang
kita butuhkan. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai otoritas dan mengetahui apa yang perlu didengarkan oleh orang-orang pada saat ini.

Jika mereka memerlukan sesuatu dan kalian memberi mereka sesuatu yang lain, itu tidak masalah. Hal itu seperti ketika kalian meminta tomat, tetapi Saya memberikan kentang. Atau jika kalian meminta roti, Dia memberi kalian air. Atau jika kalian meminta kue
tetapi Dia memberi kalian roti. Semua itu tidak menjadi masalah. Bahkan jika kalian minta kue tetapi kalian mendapatkan jerami, itu juga tidak menjadi masalah. Makan jerami itu! Tetapi orang-orang yang telah mencapai level untuk menerima hal-hal semacam
itu sudah sangat langka. Bahkan dalam sejuta, mungkin kalian hanya akan menemukan satu.

Begitu banyak orang-orang yang palsu di mana ketika kalian meminta strawberry mereka akan memberi kalian jerami. Kita mempunyai jerami, tetapi buah berry-lah yang harus kalian dapatkan. Kalian harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menanam apa yang ada dalam hati seseorang. Jika kalian menanam di musim panas, tak ada yang akan tumbuh. Gandum, barley dan lainnya harus ditanam di musim dingin. Sekarang adalah bulan suci Ramadhan.
Apapun yang perlu ditanamkan ke dalam hati kalian, mereka mengetahuinya. Itulah sebabnya mengapa Saya bertanya,Wahai Guru-guru kami, begitu banyak orang yang datang dari berbagai level, kirimkanlah kepada kami apa yang diperlukan oleh setiap orang.Puji syukur kepada Allah, walaupun kita bukanlah orang -orang yang pantas, mereka mengirim sesuatu kepada kita agar kita bergembira dan mempunyai banyak kenikmatan. Ketika Saya duduk di sini, Saya berada di dalam kendali mereka. Segala yang kami ucapkan berasal dari saluran (chanel) mereka.

Ya, semoga Allah mengampuni kita dan mengirimkan berkah-Nya di bulan suci ini. jika tidak ada pengampunan, maka tidak ada berkah. Pengampunan membersihkan manusia, kemudian berkah mendatangi mereka. Berkah itu bagaikan pakaian baru dan pengampunan bagaikan mandi. Ketika kalian membersihkan diri kalian, kalian akan dikenakan pakaian keberkahan. Seluruh (hari di bulan) Ramadhan hanyalah untuk pembersihan. Ramadhan berisi pelajaran bagi setiap level manusia. Semua orang memerlukan pembersihan. Setelah itu baru mereka akan disucikan. Bersihkan diri kalian sebanyak mungkin sehingga pensucian akan datang.

Puasa adalah sebuah pembersihan bagi manusia di level pertama, bagi orang-orang awam. Lalu, ketika kita sudah bersih, elemen-elemen di tubuh kita akan suci. Bila sudah suci, darah yang bersih akan mengalir melalui hati kalian. Ketika darah yang bersih itu
mengalir melewati hati kalian, dia akan membuat kalian selalu bersama dengan Tuhan kalian, Allah.

Pertama-tama, puasa akan membersihkan seluruh tubuh kita dan menghilangkan hijab (selubung) di antara kalian dengan diri kalian sendiri. Ketika Saya mengatakan antara kalian dengan diri kalian, maksud Saya adalah antara kalian dengan jiwa kalian. Ketika
hijab itu hilang, kalian dapat berinteraksi dengan Surga. Jika melalui Hikmah Ilahi kalian dikaruniai hal itu, maka akan ada suatu pembukaan bagi kalian. Allah pernah berbicara kepada Nabi Musa,dan terdapat ribuan hijab di antara Allah dengan Nabi Musa. Ketika orang yang berpuasa telah sampai pada akhir masa puasanya, sesaat sebelum dia berbuka puasa, hijab-hijab itu dihilangkan dan hanya satu yang tertinggal. Jika kita dapat menghilangkan hijab terakhir ini, kita akan sanggup berinteraksi dengan Surga. Tetapi itu adalah hijab yang paling tebal. Dia sangat kuat dan kalian hanya memiliki pisau yang sederhana. Terlalu sulit.

Kalian membutuhkan sebuah cutter yang besar untuk memotongnya. Hijab itu adalah selubung ego. Jika kalian memotong atmosfer ego kalian, maka kalian akan meraih kebebasan sejati. Sejak itu kalian dapat dikontrol oleh jiwa kalian. Jiwa kalian adalah milik Surga, dan Surga adalah milik Allah . Maka kalian akan menjadi hamba Allah dan milik Allah, Tuhan
Pemilik Surga. Kalian akan bebas dari perbudakan ego dan Setan. Kalian menjadi bersih dan suci. Jika seseorang ingin masuk ke masjid, dia harus mensucikan dirinya. Jika seseorang ingin memasuki Surga, dia harus suci karena itu adalah Daerah Kekuasaan Allah.
Dari apa dia harus dibersihkan? Dari kekotoran ego. Ego adalah kotor. Dengan kekotoran itu kalian tidak diperbolehkan untuk masuk.

Puasa berusaha membersihkan orang dari hegemoni ego mereka. Puasa mengambil alih kekuatan ego. Jiwa kalian akan menjadi pengontrol bagi diri kalian dan kalian akan meraih Surga dan mencapai Hadirat Ilahi Tuhan Pemilik Surga. Itulah sebabnya semua ummat manusia ditawarkan untuk berpuasa. Ummat Kristiani juga berpuasa. Meskipun sekarang mereka mengatakan bahwa mereka kini telah mencapai hari di mana semuanya telah berubah. Mereka hanya menjaga namanya saja, tetapi mereka telah menggantinya berdasarkan keinginan ego mereka. Dulunya puasa mereka sama seperti yang kita lakukan. Kemudian ketika mereka mendapat hari-hari panjang (siang hari lebih lama),puasanya menjadi lebih berat dan oleh sebab itu mereka menggantinya. Mereka berkata, daripada mengerjakannya selama 30 hari, kita akan melakukannya selama 40 hari dengan mendapatkan musim yang sesuai.

Salah satu dari Raja mereka bahkan melakukannya untuk maksud tertentu. Dia berkata, Jika apa yang kuminta dari Tuhanku terkabul, maka kita akan menambahkannya dengan 10 hari lagi.Tetapi ketika sudah mencapai 50 hari, orang-orang menyerah dan mengeluh. Sehingga
seluruh ide mengenai puasa diganti dan yang tertinggal hanya berupa larangan untuk tidak memakan daging pada hari tersebut. Tentu saja itu juga merupakan sejenis puasa, tetapi puasa itu tidak akan memberi manfaat bagi jiwa mereka dan membuat mereka bebas dari kendali ego. Ego masih mengendalikan mereka, karena mereka mengikuti ego mereka dan keinginannya. Mereka mengganti apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada mereka, sesuai dengan keinginan ego mereka. Tujuan puasa adalah untuk mengambil alih kekuasaan ego. Jika kita masih dikendalikan olehnya, lalu apa untungnya (puasa tersebut)?

Kita harus berusaha untuk berpuasa sesuai dengan yang telah diperintahkan-Nya. Bahkan jika puasa Paskah adalah yang termudah, mayoritas ummat Kristiani pun tidak melaksanakan nya. Sekarang ego mereka berkata kepada mereka bahwa itu hanya diperuntukkan untuk
orang-orang terdahulu, untuk orang-orang yang belum beradab. Mereka pikir, mereka sekarang adalah orang-orang yang beradab sehingga mereka tidak membutuhkan nya. Sedikit sekali orang yang melakukannya. Kemarin seorang uskup datang menemui saya dan ketika kami menyuguhkan teh, dia berkata bahwa dia sedang berpuasa karena saat itu adalah hari
pertama Lent (periode puasa bagi ummat Kristiani). Tetapi mayoritas tidak peduli bahkan jika puasanya sangat mudah dan hanya satu hari.

Kita harus berusaha untuk mengambil alih kendali dari ego kita. Jika kita tidak melakukan nya, kita akan menjadi keledai bagi ego kita. Itu berarti dia akan menduduki dan mengontrol kalian. Puasa adalah suatu pelatihan bagi ummat manusia. Tak ada yang dapat
melatih ego kita seperti yang dilakukan oleh puasa. Ketika seorang hamba ingin menyenang kan Tuhannya, Allah akan membalasnya. Dia akan mengizinkan kalian memasuki daerah yang penuh kenikmatan di mana kalian akan menemukan kedamaian. Mengapa orang-orang tidak berada dalam kedamaian? Bagaimana bisa, jika mereka masih berada dalam kendali ego mereka. Adalah mustahil untuk berada dalam kedamaian selama ego masih mengendalikan kalian. Anak kecil mungkin menangis 40 kali sehari. Mengapa? Karena mereka tidak merasakan kedamaian. Ketika kalian memberikan segala permintaan mereka, mereka akan berhenti. Beberapa saat kemudian mereka akan mulai lagi. Itu berarti, mereka tidak berada dalam kedamaian. Ego kita selalu meminta sesuatu dan kemudian mereka berhenti.

Beberapa saat kemudian mereka akan meminta hal lainnya. Tetapi hal itu hanya berlangsung dengan singkat. Dan selanjutnya¡K kalian tidak akan menemukan ego kalian dalam keadaan tenang sepanjang hari. Dia menginginkan ini, itu. Dia tidak akan pernah puas. Jadi seseorang yang berada di bawah kendali egonya akan selalu mempunyai kesulitan dalam
meraih kedamaian. Tetapi bila ego dihilangkan dan kalian bersama jiwa kalian, maka kalian akan merasakan kedamaian.

Wahai manusia, cobalah! Jika kalian mencobanya sedikit, Allah akan banyak menolong kalian. Bahkan jika kalian hanya melakukannya sedikit, Allah akan mengaruniakan kekuatan yang banyak kepada kalian. Bahkan jika puasa kita adalah puasa dengan standar yang paling rendah, Tuhan Pemilik Surga tetap memberikan sesuatu kepada kita. Paling tidak kalian
akan merasakan kepuasan saat berbuka puasa! Itu adalah masa yang paling membahagiakan dan penuh kedamaian selama hidup kalian. Tak ada undangan atau restoran di seluruh dunia yang dapat memberikan hal semacam itu kepada kalian, bahkan jika hanya ada roti kering atau korma kering. Betapa pun sederhananya, kalian akan menemukan kepuasan, kedamaian, kebahagia an dan kenikmatan memenuhi seluruh hati kalian. Tak seorang pun kecuali seseorang yang berpuasa dapat merasakan kedamaian semacam itu. Semoga Allah
membuat kedamaian itu selamanya di dalam hati kita. Engkau adalah Sultan, wahai Tuhan kami, anugerahkan lah pengampunan dan berkah kepada kami!

Wa min Allah at taufiq

<< Home